.

.

Rubrik

.

Senin, 27 Juni 2016

Heboh, Kades Lero Diduga Selingkuh dengan Bendaharanya

Ilustrasi
“Suami Bendahara Desa Melapor ke Polisi, jadinya  Nikmat Membawa Petaka”

MASAMBA- Tabloid SAR- Sepandai-pandainya Tupai melompat, akan jatuh pula dari pohon. Pribahasa diatas sangat cocok ditujukan kepada Kepala Desa (Kades) Lero yang berinisial AH dan Bendahara Desa (Bendes) Lero inisial IT.

Karena sepandai-pandainya AH dan IT, menyembunyikan aib dalam hubungan gelap (Hugel) yang mereka rahasiakan selama ini, akhirnya ketahuan juga yang berbuntut nikmat sesaat menjadi malapetaka bagi sang Kades Lero dan Bendaharanya.

Hugel antara AH dengan IT heboh dan diketahui publik setelah IT hamil tiga bulan karena perbuatan bejat Kadesnya. Bendara Desa Lero, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), itu ketahuan hamil tiga bulan karena berselingkuh dengan Kadesnya. Ketika YA suami IT melaporkan perbuatan bejat dan melanggar hukum itu ke Polres Lutra. 

Kini, YA suami IT hanya bisa meratapi nasib malangnya dan kesal atas perbuatan istrinya dengan Kades Lero, sembari berharap laporannya di Polres Lutra dapat ditindak lanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kami berharap laporan YA bisa diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar sala seorang warga Desa Lero, dengan rada kesal sembari meminta namanya tidak dilansir di media ini.

Ketika dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Muhlis, melalui Kanit PPA-nya Yulianan, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Kades dan Bendahara Desa Lero atas laporan YA, suami IT (Bendes Lero- red).

“Kejadian itu bermula ketika tersangka AH bersama IT hendak berangkat ke Kantor Camat Masamba untuk urusan dinas. Kedua tersangka (AH dan IT- red) mampir ke rumah IT guna mengambil Buku Kas Desa Lero yang disimpan di rumahnya. Melihat kondisi rumah kosong dan sekitarnya sepih AH dan IT menggunakan kesempatan itu untuk melakukan hubungan badan layaknya sepasang suami istri,” jelas Kanit PPA Polres Lutra, Yulianan menuturkan keterangan YA suami IT ketika dikonfirmasi wartawan, baru-baru ini.

Hugel Kades Lero dengan Bendaharanya itu bermula dari hubungan kerja, kemudian berlanjut menjadi hubungan asmara yang terlarang, tambah Yulianan.

Masih menurut Yulianan, bahwa pada saat kejadian itu bermula, YA suami IT sedang berada di rumah orang tuanya di Desa Banyu Urip, Kecamatan Bone-Bone, Kab. Lutra, karena pada waktu itu YA sedang sakit dan dirawat dikediaman orang tuanya, terangnya.

YA baru mengetahui adanya Hugel antara Kades Lero dengan istrinya pada Kamis (07/04/2016) lalu, setelah warga Desa Lero menyampaikan kecurigaannya terhadap IT dengan AH karena warga sempat memergoki istiri YA tengah berdua-duaan dengan sang Kades bejat itu dirumahnya.

Peristiwa yang telah mencoreng pemerintahan desa ini, juga telah diketahui oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat Desa Lero, dimana hal ini sudah pernah dibicarakan  lalu dikenai sanksi adat kepada keduanya. Namun sanksi tersebut hingga kini belum terlaksana, maka dari itu yang bersangkutan memutuskan untuk melapor ke Polisi, terang Yulianan.

Dalam kasus ini oleh penyidik Polres Lutra, tersangka AH dan IT dikenakan Pasal 284 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara. Keduanya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini langsung ditahan oleh penyidik, tukasnya.

Hingga berita ini dilansir Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Kabupaten Luwu Utara, belum dapat konfirmasi terkait sanksi apa yang akan dikenakan terhadap Kades dan Bendahara Desa Lero, jika keduanya dinyatakan terbukti bersalah oleh Pengadilan Negeri Masamba nantinya.   

Sementara itu mantan Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara (Hikma Lutra), Misbahuddin Muslimin, saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini mengatakan bahwa mestinya Pemkab Lutra segera mencopot Kades dan Bendahara Desa Lero, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik Polres Lutra, ujar Misbahuddin Muslimin.

“Apa lagi jika kedua tersangka itu mengakui perbuatannya didepan penyidik saat dimintai keterangannya untuk dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka. Maka Pemkab Lutra tidak perlu lagi menunggu Vonis putusan Pengadilan Negeri Masamba sebagai dasar pemecatan,” tegas Misbahuddin. (CS/WM)Top of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.