.

.

Rubrik

.

Kamis, 09 Juni 2016

Kepala BP3M Kab Luwu, Drs. Muh Rudi, M.SI


Mengedepankan Layanan Publik dengan Pendekatan Dialogis
 

Kepala BP3M Kab Luwu, Drs Muh Rudi M.Si bersama dengan istri
Bahwa sangat patut untuk mengapparesiasi layanan publik pada kantor Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BP3M) Kab Luwu tersebut. Kendati umur ins-titusi pada tingkat otonomi daerah (Otoda) dalam lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu yang satu ini adalah masih seumur jagung.
Itu karena pimpinan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  yang satu ini adalah sangat memaknai arah kebijakan Bupati H. A. Mudzakkar dalam mendorong agenda reformasi birokrasi untuk mewujudkan layanan publik yang prima.

Sebagaimana diketahui adalah salah satu birokrat dari generasi muda di level eselon II di lingkup Pemkab Luwu. Akan tetapi tidak dapat lagi di-sanksikan kemampuannya dalam memenej sistem layanan publik menurut Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)-nya. 

Walau masih didukung oleh infrastruktur pejabat teras dan personil  serta fasilitas yang sangat belum memadai. Akan tetapi tetapi, apa yang menjadi program kerja, Visi dan Misi kantor BP3M Kab. Luwu ini adalah kelihatannya tidak mengalami stagnan. 

Hal tersebut adalah sudah dapat dilihat dari dekat, bahwa meskipun betapa tingginya volume layanan masyarakat di SKPD yang dipimpin oleh suami Ny. Rafika Liakat ini. Maka sepertinya berjalan secara  normatif tanpa mendapat komplain yang sifatnya mengundang sorotan publik. 

Itu karena pola layanan yang diterapkan oleh ayah dua anak ini di lingkup SKPD yang dipimpinnya   adalah sangat mengedepankan pendekatan yang bersifat dialogis  (terbuka dan komunikatif, red). 

Itu pula karena dia tidak pernah memperlakukan staf-stafnya baik yang berstatus PNS maupun yang berstatus honorer sebagai tenaga pesuruh, tapi dihargai sebagai mitra kerja dalam membangun semangat kebersamaan untuk berupaya mendorong layanan publik yang prima, menurut tanggung jawab pada bidangnya masing-masing. 

Dirinya sadar betul bahwa untuk mewujudkan “Luwu yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing”  sebagaimana arah kebijakan Bupati H. A. Mudzakkar, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengedepankan sistem layanan publik yang prima. 

Apalagi SKPD yang dikomandoinya itu adalah sangat bersentuhan langsung dengan sistem perizinan dan penanaman modal. Maka bagaimana memberikan kemudahan-kemudahan terhadap masuknya arus investasi, sekaligus untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak memiliki jiwa entrepreneurship. 

Nampaknya lulusan Magister pada jurusan community development UNHAS ini, memiliki kiat-kiat kebjikan untuk mendorong jiwa entrepreneur masyarakat. Adapun salah satu kiatnya adalah terkait  dengan pengurusan izin minimarket, antara lain Alfamart. 

Maka dirinya tidak akan memberikan izin usaha apabila jaringan bisnis  retail ini, tidak memberikan kesempatan untuk bermitra dengan produk-produk kerajinan rumah tangga (home industrie’s) atau supplier lokal di daerah ini. 

Jadi dengan adanya kiat-kiat kebjakannya tersebut, sehingga diharapkan pula masyarakat Luwu  dapat memiliki kesempatan dalam mengasah jiwa entrepreneurship. Pada gilirannya kelak mampu menjadi wirausahawan yang handal dalam menerobos pangsa pasar yang semakin berdaya saing ke depan. 

Apalagi daerah Luwu ini adalah memiliki potensi sumber daya pertanian, khususnya dari sektor perkebunan dan perikanan. Hanya saja masyarakatnya belum memiliki tangan-tangan trampil yang sifatnya berjiwa entrepreneurship. Akibatnya potensi tersebut kurang memiliki nilai tambah ekonomi, untuk dapat mengakselerasi kesejahteraan hidup bagi masyarakat tani. 

Adapun langkah  kebijakan untuk mewajibkan setiap investor, khusus-nya bagi yang menanamkan modalnya pada bidang pengembangan usaha minimarket. Maka tentunya pula akan dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat Luwu, untuk dapat memanfaatkan  peluang tentang kemitraan  kerjasama  usaha seperti itu.

Jadi adanya kiat-kiat kebijakan semacam ini, menandakan bahwa  pejabat di level eselon II Pemkab Luwu yang satu ini adalah seorang birokrat pemerintah yang penuh daya inovasi dan bervisi ekonomi kerakyatan jauh ke depan yang bersifat katalis.  

Begitulah sekelimit gambaran yang diperoleh Tabloid SAR saat berbincang-bincang dengan Kepala BP3M Kab Luwu tersebut di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Nampak terpotret pada dirinya tentang kecerdasan intelektual, maka wajar jika senantiasa mendapat beasiswa salama dalam menempuh jalur pendidikan. (Ories) 

Biodata 

Nama : Drs. Muh Rudi, M.Si, 

TTL : Palu, 11 April Tahun 1974. 

Pendidikan : 
STPDN Bandung Tahun 1995.
Beasiswa pada Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta Tahun 2000.
S2 beasiswa JICA JAPAN jurusan Community Development UNHAS Tahun 2003. 

jabatan struktural yang pernah diduduki : 
Jabatan Kasi di Kecamatan Bajo Tahun 1995.
Plh Lurah Ammasangan Kotif Palopo Tahun 1998.
Sekcam Walenrang Tahun 2001.
Kasubag Pemerintahan Desa Pemkab Luwu Tahun 2003.
Kasubag protokol Pemkab Luwu Tahun 2005.
Kasubag Perangkat Desa/Kelurahan Pemkab Luwu Tahun 2007.
Kabag Keuangan Setda Kab Luwu Tahun 2008.
Kepala BP3M Tahun 2014 sampai sekarang. 

Diklat Struktural yang Pernah Dikuti di Luar Diklat Teknis, antara lain : 
ADUM di Bogor Tahun 2000.
ADUMLA di Palopo Tahun 2001.
Latpim III Tahun 2006 di Belopa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.