.

.

.

Selasa, 07 Juni 2016

Lantaran Cemburu Oknum Polisi di Tana Toraja Aniaya Pacarnya

MAKALE, Tabloid SAR – Kata para pujangga bahwa ”rasa cemburu oleh dua sejoli dalam menjalin hubungan asmara dengan lawan jenisnya adalah sebuah ekspresi rasa cinta dan tanda-tanda umum bahwa mahluk ciptaan Tuhan itu saling mencintai, serta ingin menjaga pasangannya agar tetap bisa saling memiliki. Namun ketika rasa cemburu itu  berlebihan bisa berdampak menjadi malapetaka bagi kedua sejoli itu”. 

Ungkapan pujangga diatas benar adanya jika melihat kisah asmara antara gadis yang berinsial MM dengan pacarnya yang berinisial TWK. Kenapa tidak ? Lantaran dipicu rasa cemburu yang berlebihan, oknum anggota Polri di Tana Toraja, naik pitam dan nekat menganiaya pacarnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, sang pacar ditinju, dibanting, lalu diinjak-injak. 

Akibatnya, MM (21) warga Jalan Nusantara yang menjadi korban kebringasan pacarnya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Perbuatan pelaku membuat MM menderita luka robek di kepala dan mendapat lima jahitan. MM juga menderita luka memar di sekujur tubuhnya dan harus dirawat intensif di Rumah Sakit Fatima Makale.

Saat ditemui sejumlah awak media di rumah sakit tempat MM dirawat, MM menceritakan jika oknum Polisi yang berpangkat Bripda itu menganiaya dirinya akibat cemburu dengan teman kantor MM. 

“Dia cemburu dengan teman kantor saya pak. Saya ditinju kemudian dibanting, lalu dinjak-injak,” tutur MM kepada sejumlah wartawan sambil merintih tak kuasa menahan pedih, Minggu (22/5/2016).

Sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, korban menjelaskan jika kekerasan ini bukan pertama kali dilakukan oleh pacarnya. Selama dua tahun pacaran dengan Bripda TWK, dia sering mengalami kekerasan fisik, kenang MM sambil merintih.

“Ini sudah kesekian kalinya saya dianiaya. Saya mau putuskan tapi takut, karena dia selalu mengancam akan membunuh saya,” kata MM sambil mengusap air matanya.

Saat dikonfirmasi via telpon selulernya, Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satriyo mengaku belum mengetahui pasti peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggotanya itu. Pihaknya juga kini tengah mencari oknum Polisi yang dimaksud.

“Belum tahu pasti peristiwa itu. Provost sudah mencari oknum polisi tersebut,” ujar Kapolres secara singkat via SMS. 

Mengetahui adanya peristiwa memalukan yang dilakukan oknum Polisi di jajaran Polres Tana Toraja, membuat geram Kabid Humas Polda Sulselbar KOMBES Pol Frans Barrung Mangera.

Tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi berpangkat Bripda berinisial TWK tersebut dinilainya sangat bertentangan dengan tugas dan tanggung jawab seorang anggota Polisi.

“Saya akan instruksikan kepada Kapolres Tana Toraja agar oknum polisi tersebut dipenjarakan. Itu sudah mencoreng Korps Bayangkara,” tegas Frans melalui sambungan selurernya, Minggu (22/5/2016). (RD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.