.

.

Tuesday, 7 June 2016

Mampukah Kapolres Palopo Mengungkap 4 Kasus Pembunuhan yang Pelakunya Belum Diketahui ?

Keterangan Gambar : Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono
PALOPO, Tabloid SAR- Sejumlah pihak masih terus mempertanyakan eksistensi dan konsistensi aparat Polres Palopo dalam penegakan supresmasi hukum, khususnya dalam mengungkap sejumlah kasus pembunuhan di Kota Palopo yang hingga kini belum terungkap.

Pasalnya meski telah beberapa kali terjadi rotasi kepemimpinan di tubuh  Polres Palopo, beberapa tahun terakhir tanda-tanda bakal terungkapnya kasus pembunuhan empat orang wanita di Kota Palopo belum ada titik terangnya.

Meski pergantian Kepala Polisi Resort Palopo (Kapolres), silih berganti dilakukan dari perwira berpangkat dua melati ke perwira menengah lainnya yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) sejak tahun 2005 silam. 

Mulai dari Kapolres Palopo AKBP Mustaring, ke AKBP Fajaruddin, lanjut ke AKBP Guntur Tanjung, kemudian AKBP Dudung Adijono, harapan para keluarga korban pembunuhan tragis di Kota Palopo tak kunjung membuahkan hasil.

Empat wanita yang menjadi korban pembunuhan sadis di Kota Palopo, hingga kini  pelakunya masih berkeliaran entah dimana ? Keempat korban itu antara lain, Erna Natalia, bocah siswa SD berumur 7 tahun yang dibunuh secara sadiz di Rampoang, 5 Mei 2005 silam. Tubuh bocah tersebut di temukan warga setempat di semak belukar dengan kondisi kedua paha korban berlumuran darah. 

Wanita yang menjadi korban kedua pembunuhan sadis itu adalah Herlina 29 tahun yang di bunuh 31 Agustus 2008 silam di kediamannya.Herlina ditemukan bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, di Jalan Libukang lV No. 2/3 BTN Nyiur Permai Palopo.

Kaum Hawa lainnya yang menjadi korban ketiga pembunuhan sadis itu adalah Nurpati. Ibu Rumah Tangga ini meregang nyawa dalam kondisi terlentang disebuah pondok dalam kebunnya dengan usus terburai keluar dan kemaluannya bersimbah darah dengan kondisi setengah bugil, serta hampir sekujur tubuhnya terdapat luka sabetan pisau. Peristiwa naas itu  terjadi 5 Januari 2011 lalu. 

Kemudian korban terakhir yang juga seorang gadis adalah Olivia Setiani Liong, umur 21 tahun yang dibunuh dengan menggunakan sebilah pisau. Ditemukan bersimbah darah di dalam kamarnya di Jalan Batara, Kota Palopo. Wanita keturunan Tiong Hoa ini dibunuh Minggu 19 April 2015 pada siang hari.

Dari keempat korban pembunuhan tragis ini, para keluarganya tentu berharap pelakunya segera ditangkap aparat Polres Palopo. Dengan mengungkap siapa pelaku pembunuhan berdarah dan motif pembantaian tersebut.

Kendati demikian, pembunuh misterius itu, mungkinkah dapat ketahui identitasnya. Lalu mampukah ? Jajaran Polres Palopo dibawah kepemimpinan AKBP Dudung Adijono, selaku Kapolres Palopo, mengungkap dan memenjarakan pelakunya ? Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

Dengan melihat kondisi dan realitas hari ini, maka Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono, selaku pemegang kendali komando di Polres Palopo harus mampu mengungkap secara terang benderang siapa pelaku pembunuhan empat wanita itu ! Demikian harap sejumlah pihak khususnya para keluarga korban dan pemerhati penegakan supremasi hukum di Kota Palopo.

Jika kasus tersebut tidak segera terungkap, maka hal itu berpotensi mengakibatkan munculnya korban baru, karena pelakunya bisa saja dengan leluasa melakukan kejahatan serupa sebab masih bebas diluar sana menghirup udara segar. Lagian rasa takut untuk menjalani proses hukum sebagai konsekwensi pertanggungjawaban perbuatannya belum pernah dirasakan akibat ketidak mampuan jajaran Polres Palopo, mengungkap dan menangkap Sang Pelaku.

Kasus demikian dapat melahirkan asumsi subyektif dan jastifikasi buruk oleh masyarakat terhadap institusi kepolisian khususnya aparat Polres Palopo, jika dalam waktu dekat ini belum juga terungkap siapa pelaku kejahatan sekejam itu. (RD
)

No comments:

Post a Comment

.

.