.

.

Thursday, 9 June 2016

Melisa Sween,

Melisa Sween
Protret Modeling Kota Palopo

Gadis bersodiak gemini yang satu ini adalah bernama Melisa Sween, kelahiran Kota Palopo pada tanggal 2 juni1998. Sekarang sedang menuntut pendidikan sebagai siswi kelas Xll IPA 1 SMA Negeri 6 Kota Palopo. Ia sangat manis dan cantik serta ramah kepada siapa saja.

Putri ketiga dari pasangan suami istri (Topan dengan Ny. Gusti Putu Ayu Ratna Dianti) ini, ditengah kesibukannya untuk menuntut pendidikan di SMA, pun mengembangkan bakatnya di dunia modeling di kota ini. Selain mendedikasikan diri pada dunia seni tari.
 
Pada dunia modeling, rupanya ia senantiasa tampil di atas catwalk untuk mempromisikan sejumlah brand dagang. Sedangkan ketertarikannya pada dunia seni tari, karena ingin menggali nilai-nilai seni budaya Luwu yang sudah hampir punah.

Melisa Sween (kanan) foto bersama dengan mantan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak dan Nyonya (tengah) didampingi Pinpinan Tabloid SAR, Rahmat K Foxchy.
Adapun sepak terjangnya sebagai modeling, walau hanya berkiprah di kota kecil seperti  Palopo ini. Nampaknya tidak terlepas dari pantauan agen pencari bakat artis pendatang baru untuk ditampilkan pada film layar lebar. Pasalnya, brand dagang yang kadang promo melalui jasanya sebagai model di atas catwalk, pernah dimuat pada majalah Keren & Beken terbitan Jakarta.

Saat mengikuti salah event modeling
Hanya saja nomor telepon selulernya pernah trauble, sehingga tidak dapat lagi dihubungi oleh pihak management Soraya Film yang dikenal salah satu produser film layar ternama ibukota. Akibatnya kesempatan yang semestinya dia raih tersebut, akhirnya digantikan oleh modeling asal Menado.

Kendati dirinya adalah sama sekali tidak berketurunan darah Luwu. Karena ayahnya adalah keturunan Tionghoa dan ibunya adalah keturunan Bali. Nampun yang sangat patut diapresisai pada diri gadis belia yang satu ini adalah dedikakasinya terhadap upaya dalam menggali nili-nilai seni tari warisan kearifan lokal Pajung ri Luwu.

Prestasi akademisnya di sekolah patut dikatakan cukup membanggakan. Apalagi dia juga senantiasa membawakan nama sekolahnya dalam berbagai event, salah satunya adalah menjadi anggota Paskibraka tingkat Kota Palopo pada tahun 2014, ia diketahui bertindak sebagai pembawa baki Sangsaka Merah Putih.

Meskipun disebut-sebut sebagai salah satu top model di Kota Palopo, akan tetapi kelihatannya sama sekali tidak terpengaruh dengan gaya hidup yang sifatnya terkesan glamour. Bahkan dalam kesehariannya, justru dirinya lebih memilih tampil dengan penuh kesederhanaan.

Tidak seperti kebanyakan gadis lainnya di kota ini, jika sudah merasa dirinya cantik namun aura kecantikannya justru menjadi sumir, bahkan tidak sedikit yang terjebak dalam pergaulan gaya hidup seks bebas.

Sedang bekerja freelance sebagai tenaga administrasi di Tabloid SAR. 
Namun yang sangat patut dicontoh pada gadis yang akrab disapa Icha ini, kendati masih siswa SMA tapi punya keinginan keras untuk hidup mandiri. Untuk mengisi waktu luangnya, maka sekarang apabila setiap pulang sekolah, dia bekerja freelance di kantor Tabloid SAR di Palopo sebagai tenaga administrasi. 

Lalu apa cita-cita gadis yang pencinta warna merah ini? Nampaknya ia ingin meneruskan pendidikannya pada jenjang perguruan tinggi pada jurusan ekonomi. Selain itu, dia pun ingin berobsesi untuk menjadi seorang perancang busana. Moga kelak sukses meraih cita-cita, yah non!! (***)

No comments:

Post a Comment

.

.