.

.

Rubrik

.

Jumat, 01 Juli 2016

Sekda Luwu Utara, Abdul Mahfud

Potret Birokrat yang Sangat Low Profile, Aktivis : Layak Dipertahankan
   
Sekda Luwu Utara, Abdul Mahfud (kiri) saat berdialog dengan
Pimpinan Redaksi  Tabloid SAR, tentang potret pelayanan
 publik di lingkup Pemda Luwu Utara. 
Mendengar jabatan yang disebut Sekretaris Daerah (Sekda), maka bagaikan membayangkan sosok seorang pejabat yang cukup melangit. Pasalnya, bahwa jabatan Sekda adalah juga disebut-sebut sebagai orang ketiga pada tingkat Pemerintah daerah (Pemda).

Selain posisi jabatan ini merupakan suatu jabatan karier tertinggi yang bersifat strategis bagi Aparat Sipil Negara (ASN), sebelumnya disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemda. Maka sangat wajar, jika tidak sedikit pula birokrat yang berlatar belakang ASN (berkompoten), sehingga mengincar posisi jabatan ini.

Meskipun posisi Sekda adalah sebuah jabatan ASN paling elit di daerah. Namun bagi Sekda Luwu Utara, Abdul Mahfud adalah justru menunjukkan performa seorang pejabat yang sangat low profile.

Hal tersebut, terpotret saat ditemui oleh Pimpinan Redaksi Tabloid SAR, Rahmat K Foxchy, Senin (23/03-2016) lalu. Nampak orang nomor tiga di Pemda Luwu Utara, sedang rehat sambil berdialog santai dengan salah satu bawahannya, pada salah satu sudut ruangan di Kantor Bupati Luwu Utara.

Tentunya, bahwa sangat jarang seorang pejabat setingkat Sekda seperti yang ditunjukkan oleh Abdul Mahfud tersebut. Jadi sangat patut untuk mengapresisi tentang gaya kepemimpinan yang bersifat horizotal yang melekat pada diri Sekda Luwu Utara ini.

Maka dengan ramahnya pula mengajak Pimpinan Redaksi Tabloid SAR, untuk masuk ke dalam ruang kerjanya. Kemudian keduanya lalu berdialog tentang potret pelayanan publik di lingkup Pemda Luwu Utara. “Saya sangat mengapresiasi dengan pelayanan publik pada sejumlah SKPD yang cukup menunjukkan kemajuan yang berarti,” ujar Foxchy di hadapan Sekda Luwu Utara tersebut.

Tutur Foxchy lebih lanjut bahwa itu menurut pantauan pihak LSM-nya selama beberapa hari ini. “Maka kendati masih ada SKPD yang masih belum memenuhi standar minimal terhadap sistem pelayanan publik,” bebenya.

Hal tersebut, ditanggapi secara positif oleh Abdul Mahfud dan kemudian ia berujar bahwa pelayanan publik adalah sudah menjadi prioritas kebijakan Ibu Bupati (Indah Putri Indiani, red).

“Terima kasih atas apresiasi dan masukannya dinda, karena keterlibatan publik, apalagi namanya LSM dan Pers adalah sangat diharapkan peran pengawasannya terhadap penyelenggaraan pelayanan publik pada setiap SKPD,” tukas Sekda Luwu Utara ini.

Kendati berdialog hanya beberapa menit saja, Foxchy yang juga dikenal sebagai tokoh sentral dalam kelompokLSM yang disebut Aktivis Pembela Arus Bawah, mengaku sangat terkesan dengan performa yang bersifat low profile pada diri Pak Sekda Luwu Utara tersebut.

Pasalnya, aktivis LSM yang selama ini dikenal mengungkap sejumlah kasus korupsi, pun mengaku jika dirinya baru pertama kali ini beraudiensi dengan Sekda Luwu Utara ini. Ia pun menilai, jika Pak Sekda Luwu Utara itu adalah salah satu Sekda di Indonesia yang pernah ia temui, dengan pelayanan yang sangat mengesankan.

“Seandainya semua birokrat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara mencontoh sistem pelayanan yang disajikan oleh Pak Sekda Luwu Utara tersebut, maka saya pikir program kebijakan Pemkab di bawah duet kepemimpinan Bupati Hj Indah Putri Indriani dan Wakil Bupati HM Thahar Rum, akan dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi kesejahteraan rakyat di daerah ini,” papar aktivis yang kerap disapa Ories ini.

Menurutnya, bahwa pelayanan publik adalah urat nadi dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan, demi mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik. “Jadi jangan pernah berharap banyak akan terjadi kesejahteraan masyarakat, jika sebuah pemerintahan hanya dapat menunjukkan sistem pelayanan publik yang buruk. Sebab pelayanan publik yang buruk adalah berkorelasi langsung dengan perilaku birokrasi yang bersifat korup,” paparnya.

Saya pikir, sambung Ories, bahwa Abdul Mahfud adalah layak dipertahankan oleh Bupati Indah sebagai Sekda Luwu Utara, dalam mendorong terwujudnya reformasi birokrasi terhadap sistem pelayanan publik.Begitulah pendapat aktivis putra Tana Luwu ini dan selama ini malang melintang di Jakarta, mengenai sosok Sekda Luwu Utara tersebut. Karena kemepimpinan di era pemerintahan demokrasi sekarang ini adalah dibutuhkan pejabat birokrasi yang bersifat low profile dan bergaya horizontal. (Icha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.