.

.

Sunday, 17 July 2016

30 Miliar PAD Wajo Akan Hilang, Jika 23 Perda Dihapus

H Andi Muh Yunus Panaungi Ketua DPRD Kab Wajo
SENGKANG, Tabloid SAR- Munculnya kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) yang menghapus sejumlah Peraturan Daerah (Perda) di seluruh Indonesia yang dianggap bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

Nampaknya pula akan berimbas terhadap Kabupaten (Kab) Wajo, sehubungan dengan dihapusnya 23 Perda di Bumi Lamaddukelleng ini. Hal ini, rupanya disikapi oleh Ketua DPRD Kab Wajo, H Andi Muh Yunus Panaungi, Minggu (26/06-2016).

Menurutnya, bahwa dengan adanya penghapusan terhadap 23 Perda di Kab Wajo ini akan sangat berpotensi untuk menghilangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejumlah Rp 30 miliar.

Tuturnya, kalau ini benar, maka sangat merugikan kita, karena menyangkut masalah PAD. “Soalnya, hampir semua PAD masuk melalui 23 perda tersebut," ujar Yunus Panaungi.

Adanya sikap Kemendagri seperti, tuturnya lagi adalah sangat perlu kita pertanyakan, ko’ setega itu melenyapkan Perda Retribusi Wajo.

Dengan wajah yang cukup serius, Yunus lalu menUTURKAN, Perda itu kan bukan semata-mata menghasilkan pendapatan, tetapi tujuan perda itu untuk mengatur masyarakat.

“Jadi dengan adanya pencabutan itu, harapan kami agar seharusnya ada solusi yang diberikan oleh pemerintah pusat adanya solusi yang diberikan," tandas legislator Golkar yang satu ini.

Ia mengaku, akan bertekad untuk mengkomplain lebih jauh, apa terjadi pembatalan terhadap ke 23 Perda tersebut. “Kita sekarang sedang menunggu surat resmi dari Kemendagri sampai di Wajo,” imbuhnya.

Kemudian ia menambahkan, setelah nantinya kami terima secara resmi surat tersebut, tentu kami akan melakukan koordinasi dengan Pemkab dan mempertanyakan ke pusat. “Jalasnya, kami akan membuat tanggapan dengan alasan-alasannya," kunci Bakal Calon Bupati Wajo yang satu ini. (*)

No comments:

Post a Comment

.

.