.

.

Rubrik

.

Senin, 18 Juli 2016

Berdialog dengan Hamzah Jalante, WTP Hadiah Surprice bagi Hari Jadi ke-14 Kota Palopo

     
Kepala DPPKAD Kota Palopo,
Hamzah Jalante
PALOPO, Tabloid SAR- Kota Palopo telah memasuki usianya  ke-14 tahun yang diperingati setiap tanggal 02 Juli. Kendati di tengah umur yang patut dikatakan adalah masih belia ini, akan tetapi sudah mampu meraih sederet penghargaan bertaraf nasional.

Maka dalam hal sistem pengelolaan keuangan daerah, untuk pertama kalinya meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Tentunya aktor di balik pencapaian supremasi tertinggi dalam sistem tata kelola keuangan daerah ini, tak lain adalah Hamzah Jalante, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palopo.

Pada berbagai kesempatan berdialog, sehingga pamong senior yang satu ini dan sebelumnya pernah berkiprah selaku  pejabat struktural pada lingkup Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui tugas khusus sebagai pelatih praja pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan, dengan lugasnya pula menjelaskan tentang predikat opini WTP yang pertama kalinya diraih oleh Pemkot Palopo tersebut.

Menurutnya bahwa, predikat opini WTP yang diberikan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia (LHP-BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Palopo 2015 tersebut. Itu sudah menjadi bukti atas komitmen Bapak Walikota HM Judas Amir, dalam menerapkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan transparan pada semua jajaran Pemkot Palopo. 

Lanjut mantan Kepala DPPKAD Luwu Utara ini menuturkan, bahwa opini WTP yang diraih Pemkot Palopo untuk audit pelaporan keuangan daerah tahun 2015 ini, merupakan buah dari kerja keras seluruh stakeholder terkait di lingkup Pemkot Palopo, termasuk para camat dan lurah.

Hal ini sudah menjadi target utama, tutur Hamzah lagi, karena dua tahun sebelumnya Pemkot Palopo, baru naik pada peringkat menjadi opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dari opini disclaimer yang diperoleh selama ini.

“Jadi ini merupakan sejarah baru untuk Kota Palopo, karena pertama kalinya meraih WTP. Sekaligus menjadi hadiah yang sangat surprice bagi Hari Jadi Kota Palopo ke 14 (02 Juli 2016),” tandasnya.

Ketika ditanyakan, mengenai kas daerah saat dirinya baru menduduki jabatan Kepala DPPKAD Kota Palopo. Kemudian Hamzah Jalante menjawab, bahwa itu tidak etis untuk dikemukakan. “Kita tidak ingin set back untuk membahas warisan rezim Pemkot sebelumnya, karena masih sangat banyak yang mesti dibenahi untuk mewujudkan Kota Palopo yang lebih baik ke depan,” kilahnya.

Hamzah pun menjelaskan lebih lanjut, namun jelasnya bahwa kita lebih fokus untuk membenahi Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap sistem pengelolaan keuangan, agar WTP tetap mentradisi bagi Pemkot Palopo pada tahun-tahun mendatang.

Terlebih lagi disini, sambung dia bahwa bagaimana lebih berinovasi dalam mencari alternatif baru tentang sumber-sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah, red). “Alhamdulillah PAD Pemkot Palopo telah meningkat sangat signifikan dalam memberikan kontribusi terhadap APBD. “Untuk tahun 2015 lalu saja, sudah mencapai angka lebih Rp. 90 miliar, sedangkan pada tahun 2016 ini diproyeksikan sebesar Rp 100 miliar,” imbuhnya.

Adapun PAD sejumlah ini, maka tentunya merupakan pencapaian angka yang sangat pantastis. Pasalnya, dari sero income tapi dalam kurun waktu hanya dua tahun, namun sudah mampu mendongkrak PAD untuk dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap APBD.

Kemudian ia menuturkan lagi, sekarangkan kita sedang menerapkan kebijakan tentang pemungutan PAD yang bersumber dari Pajak Rumah Makan. “Apabila ini sudah dapat dioptimalisasi, maka tentunya akan semakin menambah pundi-pundi PAD,” kata dia.

Sembari mengekspresikan mimik wajahnya yang agak sedikit kecewa, lalu ia lanjut berujar, hanya saja Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah ini saat diterapkan, justru mendapat reaksi berlebihan dari pelaku bisnis rumah makan tertentu (off the record, red).

Ujarnya lagi, saya justru sangat heran dengan adanya keberatan dari pelaku bisnis rumah makan tertentu itu. Padahalkan mereka sama sekali tidak dirugikan, sebab yang dikenakan pajak adalah masyarakat konsumennya saja.

“Inikan sudah perintah Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Apalagi sejumlah daerah sudah menerapkan adanya regulasi tentang pajak tersebut, dengan sama sekali tanpa mendapat reaksi dari pihak manapun,” tuturnya dengan nada agak sedikit ketus.

Lanjut ia menjelaskan, dari awalkan kita sudah sosialisasi dan ternyata tidak ada masyarakat yang merasa keberatan dengan pajak konsumen rumah makan. “Apalagi kita juga sudah melakukan uji petik, nampaknya sangat signifikan pula potensi pajak rumah makan yang digelapkan,” tukasnya.

“Sebenarnya kita ingin pidanakan hal ini, namun kita masih menunggu itikad baik dari pelaku bisnis rumah makan yang dinilai membangkang tersebut,” tandas Hamzah Jalante.

Saat ditanyakan, apakah dirinya ada keinginan untuk maju di Pilkada Kota Palopo pada periode berikutnya?

Maka dengan diplomatisnya pula suami Ny Hj Subiati Hamzah Jalante ini memberikan tanggapan bahwa, saya inikan birokrat karier, tidak memiliki bakat politik dan saya kembali ke Kota Palopo, karena dipinjam oleh Bapak Walikota dari Kemendagri.

“Tuturnya lagi, jadi tugas saya adalah berupaya berbuat yang terbaik untuk kota kelahiran saya sendiri. Sekali lagi ia mengatakan, Alhamdulillah Pemkot Palopo mampu meraih sejarah baru tentang supremasi tertinggi dalam sistem pengelolaan keuangan daerah. ”Sedangkan hal ini, sudah merupakan impian bagi semua organisasi pemerintahan di negara kita ini,” paparnya.

Kemudian dia menambahkan, bahwa mempertahankan predikat opini WTP adalah jauh lebih sulit daripada meraihnya. “Itu tugas berat ke depan, selama Bapak Walikota masih mempercayai saya. Namun itupun selama saya tidak ditarik kembali oleh pihak Kemendagri, karena sayakan ini statusnya adalah pejabat pinjaman di Pemkot Palopo ini,” pungkasnya sembari tertawa renyah.

Begitulah kutipan-kutipan dialog dengan Kepala DPPKAD Kota Palopo yang dikenal sangat ramah dan familiar ini. Nampak pada dirinya tercermin kecerdasan intelektual yang bersifat visioner. Hal tersebut, maka dapat diketahui dalam memberikan argument-argument yang sangat terukur, tapi tangkas, lugas dan gamblang.

Kemampuannya dalam mengelola sistem keuangan daerah, pada gilirannya bersama dengan Walikota HM Judas Amir, akhirnya mampu raih predikat opini WTP untuk pertama kalinya, guna dipersembahkan bagi Hari Jadi Kota Palopo ke 14.

Kendati demikian, ayah lima orang anak dan lima cucu ini tetap menunjukkan sosoknya yang bergaya bersahaja. Menurutnya, bahwa sejarah baru WTP ini merupakan prestasi kolektif Pemkot Palopo, meliputi seluruh SKPD hingga pada jajaran paling rendah di bawah kepemimpinan Walikota Judas Amir.

Untuk diketahui bahwa Hamzah Jalante, tak ubahnya adalah seorang pemain sepakbola profesional yang ditranfer oleh Walikota HM Judas Amir dari Kemendagri, untuk dikontrak dalam membenahi sistem tata kelola keuangan pada Kantor DPPKAD Kota Palopo.

Terlebih lagi dirinya,  juga merupakan salah satu pengajar pada beberapa angkatan Pendidikan Latihan Kepemimpinan (DIKLATPIM) lll yang dilaksanakan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun birokrat senior yang satu ini adalah dikenal salah satu pejabat yang sangat dekat dengan kalangan nyamuk pers di lingkup Pemkot Palopo. Terlebih lagi pada setiap saat adalah senantiasa bercengkrama dengan kalangan masyarakat dari berbagai lapisan, mencerminkan sosok elit birokrat yang bersifat low profile. (Ories)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.