.

.

.

Senin, 04 Juli 2016

Lurah Noling, Fadli SH adalah Sosok Lurah Termuda di Kab Luwu

Keluhkan Lapangan Sepak Bola Andi Tanda yang Asal Dikerja oleh Pihak Kontraktor

Lurah Noling, Fadli SH
BUPON, Tabloid SAR – Orangnya sangat familiar dan ramah kepada siapa saja. Itulah sosok Lurah Noling, Fadli SH dalam setiap memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Putra Bugis Bone kelahiran Bau-Bau Sulawesi Tenggara, 27 April 1977 ini adalah disebut-sebut sebagai lurah termuda di Kabupaten Luwu.

Awalnya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2010 yang ditempatkan pada Bagian Hukum Setda Kab Luwu. Kemudian dimutasi menjadi Kasubag Hukum dan Kepegawaian pada Kantor Camat Bupon, pada saat era kepemimpinan Camat Hasman R Djano. Adapun tugas tambahan saat masih berdinas di Kantor Camat Bupon tersebut adalah sebagai operator E-KTP.

Lapangan Sepak Bola Andi Tandda Noling yang dikerja
asal jadi oleh pihak kontraktor, masyakat ancam untuk
menanami padi, nilam dan pisang 
Lalu dilantik menjadi Lurah Noling pada tanggal 16 Oktober 2015, dengan menggantikan Tamsil SE MSi yang dilantik menjadi Sekcam Bupon. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Fadli setelah menjabat Lurah Noling, khususnya pada Bulan Suci Ramadhan ini yakni, menghimpun para kaum Muallaf yang ada di Noling.

Selain itu, dirinya senantiasa pula proaktif untuk melakukan terobosan terhadap sistem pelayanan publik, khususnya membangun komunikasi dengan Kepala Puskesmas Noling tentang penanggulangan gizi buruk.

Bergandengan tangan dengan Kapolsek Persiapan Noling dalam mendeteksi dan mencegah secara dini mengenai tindak-tindak kriminal, narkoba dan terorisme. Hal tersebut, tidak lain untuk memberikan jaminan rasa aman bagi warga, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Hal yang membuat Lurah Noling ini hingga sempat uring-uringan adalah program penimbunan Lapangan Sepak Bola Andi Tanda yang asal dikerja oleh pihak kontraktor. Menurutnya, bahwa hal ini telah ia sampaikan kepada Opu Camat (Camat Bupon, red).

“Warga juga mengeluh sama saya, akibat pihak kontraktor bukannya membenahi lapangan sepak bola Noling agar menjadi lebih baik, tapi justru lebih rusak dari sebelumnya,” tuturnya kepada Tabloid SAR baru-baru ini.

Tutur Fadli lagi, bahkan sudah ada warga yang mengancam akan menanam padi, nilam dan pisang, apabila pihak kontrakror tidak memperbaiki lapangan yang diuruk asal-asalan tersebut. “Protes warga seperti ini adalah sangat beralasan. Pasalnya, lapangan kebanggaannya justru menjadi lebih parah. Apalagi nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri,” pungkas Lurah Noling ini. (Ories)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.