.

.

Friday, 15 July 2016

Mendikbud RI : Tidak Ada Aturan Mewajibkan atau Melarang Siswa Berjilbab

     
Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia
(Mendikbut RI) Anies Baswedan.
JAKARTA , Tabloid SAR- Tidak hanya menanggapi soal upaya hukum yang dilakukan oleh para orangtua atau wali siswa terhadap sejumlah tindakan guru dalam mendisiplinkan siswanya ketika tidak menerima dengan baik perlakuan guru terhadap anak mereka.

Akan tetapi Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Anies Baswedan, juga menjelaskan soal polemik terkait larangan dan atau perintah memakai Jilbab (Kerudung- red).

Menurut Anis Baswedan, bahwa memakai Jilbab atau tidak adalah hak setiap orang. “Saya rasa hak setiap orang mau pakai Jilbab dimana, jam berapa, bebas aja. Nggak usah bawa perasaan lah, biar aja,” ujar Anies Baswedan.

Pernyataan mantan Rektor Universitas Paramadina, itu disampaikan dalam menanggapi pertanyaan sejumlah awak media terkait issu larangan pemaksaan pemakaian Jilbab di DKI Jakarta oleh Ahok sapaan akrab Gubernur DKI. Ketika berbicang dengan sejumlah wartawan seusai buka puasa bersama di Rumah Dinas Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2016).

Anies Baswedan menjelaskan, bahwa memang ada aturan terkait pemakaian Jilbab, yang tertuang dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014.

“Dalam Permendikbud mengatakan bahwa tidak ada aturan mewajibkan atau melarang siswanya berjilbab. Yang ada hanyalah aturan untuk siswa Berjilbab diatur seragamnya, dan untuk siswa tidak berjilbab juga diatur seragamnya, seperti apa. Itu yang ada,” jelas Anies Baswedan.

Mantan anggota Tim Kode Etik KPK itu, meminta Ahok agar tidak usah memikirkan perihal tersebut. “Santai aja, nggak usah bawa perasaan juga,” imbuh Anies Baswedan.

Sebelumnya, Ahok melarang pemaksaan penggunaan Jilbab di sekolah, saat memberi pengarahan kepada sekitar 1.700 Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan sejumlah pejabat struktural eselon III, serta eselon IV pada jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi, Sabtu (04/06/2016) awal Juni lalu, yang sempat jadi polemik dan issu yang menyebutkan bahwa Ahok anti terhadap Islam.

Menurut Ahok, penggunaan Jilbab merupakan hak pribadi seseorang. Sekolah tidak boleh mewajibkan siswinya menggunakan Jilbab. “Kalau Anda mengimani bahwa kerudung itu sebagai sesuatu yang bisa menyelamatkan Anda, ya silakan. Tetapi Anda tidak boleh memaksa semua siswi pakai kerudung,” kata Ahok.

Dalam pengarahan tersebut Ahok, juga meminta agar larangan pemaksaan pemakaian Jilbab tidak dihubung-hubungkan dengan anggapan bahwa ia anti terhadap Islam, imbuhnya. (CS)

No comments:

Post a Comment

.

.