.

.

Thursday, 21 July 2016

Peresmian Pabrik Minyak Goreng Cap Boka’

Antara Merespons Apresiasi dan Menuai Sorotan Publik

Gubernur Syahrul Yasin Limpo foto bersama Walikota Palopo, HM Judas Amir dan Wakil Walikota Palopo Akhmad Syarifuddin, sembari menunjukkan produk industri minyak goreng Cap Boka’. Adapun minyak goreng Cap Boka’ ini, menjadi ikon produk industri lokal pada perayaan Hari Jadi Kota Kota Palopo XIV ini.
Peringatan Hari Jadi Jadi Kota Palopo ke-14 yang jatuh pada tanggal 02 Juli 2016. Namun karena masih dalam suasana Bulan Suci Ramadhan, terlebih menjelang pelaksanaan Idul Fitri, 01 Syawal 1437 H/2016 M, sehingga perayaannya digeser pada hari Jumat, 15 Juli 2016.

Melalui peringatan Hari Jadi ibukota warisan simbol kebesaran peradaban Pajung ri Luwu tersebut, maka salah satu agendanya adalah dilaksanakannya peresmian pabrik minyak goreng Cap Boka’. Adapun penandatanganan prasasti peresmian ini, dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo.

Berbagai kalangan pun, terlebih orang nomor satu di Sulsel ini sendiri, justru memberikan respons apresiasi atas adanya langkah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, karena mampu melakukan terobosan baru dalam menghadirkan industri Minyak Kelapa Sawit (CPO)  yang merek dagangnya diambil dari sebuah kosa kata bahasa ibu yang sudah hampir punah tersebut.

Akan tetapi tidak sedikit pula yang menyorotinya, bahkan ada juga dari kalangan intelektual yang “mencibir”-nya. Sepertinya, bahwa pemerintahan Judas Amir tidak ada yang benar di mata kelompok masyarakat tertentu.

Entah, apa yang salah pada setiap langkah kebijakan mantan anggota legislatif DPRD Kabupaten Luwu ini, di tengah berupaya untuk mewujudkan Palopo sebagai “kota jasa” yang sifatnya berbasis industri?!

Menandakan bahwa masih ada saja warga di kota ini yang tidak menginginkan adanya solusi terhadap pengangguran angkatan kerja produktif, melalui sektor industri. Maka boleh jadi mereka tersebut, kendati hidup di kota tapi wawasannya masih berparadigma pedesaan.

“Ini Kota Bung...!!!” Begitu kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada perayaan Hari Jadi Kota Palopo baru-baru ini. Berarti tidak mungkin lagi mengandalkan penyediaan program lapangan kerja pada sektor pertanian.

Nampaknya Walikota Judas Amir adalah sangat paham betul, bahwa tanpa mendorong pertumbuhan pada sektor industri, maka jangan pernah berharap Palopo akan dapat berkembang menjadi “kota jasa” terkemuka, untuk dapat mendorong terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Pasalnya, bahwa ledakan angka pengangguran usia produktif, hanya dapat dicarikan solusinya secara masif melalui sektor industri. Jadi adanya industri minyak goreng Cap Boka’ menyusul sukses industri Snack Saro, paling tidak sudah dapat memberikan kontribusi terhadap program penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat Kota Palopo.

Namun juga Pemkot, tidak mesti merasa alergi atau bersikap resisten terhadap arus kritikan yang bersifat konstruktif dari ruang publik. Alasannya, karena industri tak terlepas pula menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.

Apalagi namanya hasil produk industri yang sifatnya dikonsumsi masyarakat secara luas, maka faktor higienitas adalah mesti pula memenuhi standar layak konsumsi menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Hal ini, akan diulas lebih lanjut pada terbitan edisi berikutnya.

Begitulah ulasan editorial Tabloid SAR untuk edisi terbitan kali ini, dalam menyikapi munculnya pro-kontra dari ruang publik atas diresmikannya pabrik minyak goreng Cap Boka’ pada perayaan Hari Jadi Kota Palopo ke-14 tersebut.

Olehnya itu pula, Redaksi Tabloid SAR tak lupa mengucapkan “Selamat dan Sukses Atas Terlaksananya Peresmian Pabrik Minyak Goreng Cap Boka’ oleh Gubernur Sulsel” pada tanggal 15 Juli 2016.

Harapan hal ini, sehingga dapat menjadi pelecut bagi tumbuhnya industri-industri baru di Palopo ini, demi wujudkan “kota jasa” dalam menggairahkan pertumbuhan ekonomi perkotaan demi mensejahterakan kehidupan rakyat.

Salam dari Redaksi

No comments:

Post a Comment

.

.