.

.

.

Senin, 04 Juli 2016

Permohonan Pendampingan

Nomor : Istimewa/VI/2016
Perihal : Permohonan Pendampingan

Kepada Yth,
Direktur Eksekutif LSM Pembela Arus Bawah
Di_
Palopo

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini adalah :
Nama Lengkap  : Ramli Dawang
Alamat               : Jl. Gunung Latimojong, No. 06, RT 001/RW 002, Desa Tabarano, 
                            Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur (Lutim)
Pekerjaan           : Pensiunan Karyawan Swasta
Agama               : Islam

Dengan ini mengajukan “Permohonan Pendampingan Kepada LSM Pembela Arus Bawah” atas Laporan Polisi Nomor LPB/132/V/2016/SPK, tertanggal 18 Mei 2016 tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan Pemalsuan Surat, sebagaimana yang diatur dan diancam dalam Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 378 KUH Pidanayang dilaporkan oleh Syarifuddin, SE, MM di Polres Luwu Timur.

Adapun dasar kami mengajukan permohonan ini antara lain :
1. Demi penegakan supresmasi hukum seadil-adilnya.

2. Demi mastikan penanganan proses hukum laporan tersebut tanpa memperlakukan secara istimewa pihak pelapor karena yang bersangkutan adalah sala-satu tokoh PERS dan LSM di Kabupaten Luwu Timur.

3. Karena saya selaku pihak yang dilaporkan merasa heran kenapa bisa, dilaporkan membuat surat palsu dan menipu Pelapor (Syarifuddin, SE, MM) pada hal setahu saya hal tersebut tidak pernah saya lakukan.

4. Karena seharusnya yang melapor kepada aparat penegak hukum (Polisi) adalah saya, karena yang bersangkutan (Pelapor/Syarifuddin, SE, MM) diduga kuat telah melakukan tindak pidana “Pemalsuan Surat Jual Beli Tanah” dimana dalam ‘Surat Jual Beli’ tersebut saya dikatakan telah menjual sebidang tanah kapling/perumahan milik saya di Jalan Gunung Latimojong, RT/001/, RW 002, Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, yang luasnya ± 13 Meter x 30 Meter kepada Pelapor (Syarifuddin, SE,MM) padahal faktanya saya tidak pernah mejual tanah saya kepada Syarifuddin, SE, MM.

5. Karena Surat Jual Beli yang dimaksud diatas di dalamnya terdapat tanda tangan yang mirip sekali dengan tanda tangan saya, tanda tangan istri saya dan tanda tangan anak saya, serta tanda tangan mantan Kepala Dusun kami, yang kami tidak tau darimana Pelapor (Syarifuddin, SE, MM) mengambil tanda tangan tersebut.

6. Karena seharusnya kami (saya atau istri saya, dan atau anak saya, serta mantan Kepala Dusun kami) yang melaporkan Syarifuddin, SE, MM atas dugaan “Pemalsuan Surat Jual Beli Tanah” yang dimaksud sebab kami tidak pernah menanda tangani surat jual beli tersebut.

7. Jika kami yang melaporkan Pelapor (Syarifuddin, SE, MM) ke aparat penegak hukum (Polisi) terkait dugaan pemalsuan “Surat Jual Beli Tanah” yang dimaksud sangat berdasar hukum karena tanda tangan kami telah digunakan oleh Pelapor (Syarifuddin, SE, MM) dalam “Surat Jual Beli Tanah” untuk mengklaim tanah saya sebagai miliknya.

8. Surat Jual Beli Tanah yang dimaksud juga telah diajukan oleh Pelapor (Syarifuddin, SE, MM) di Pengadilan Negeri Malili sebagai “Alat Bukti” dalam persidangan sewaktu berhadapan dengan saya dalam kasus perdata sengketa tanah (objek yang dimaksud dalam Surat Jual Beli Tanah) yang dijadikan dasar laporan polisi Syarifuddin, SE, MM di Polres Luwu Timur, namun Syarifuddin, SE, MM kalah dalam sengketa perdata tersebut di Pengadilan Negeri Malili sebab tidak mampu membuktikan kebenaran “Surat Jual Beli Tanah” yang dijadikan dasar klaimnya atas tanah saya.


Hal-hal mengenai syarat dan ketentuan pendampingan yang ditentukan oleh LSM Pembela Arus Bawah, akan saya penuhi sesuai kemampuan.

Demikian surat permohonan yang saya ajukan, dan apa bila dibutuhkan data lebih lengkapnya saya bersedia menyiapkan data yang dibutuhkan termasuk kronologis kasus ini. Atas segala perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wasuponda, 14 Juni 2016

Hormat saya,


RAMLI DAWANG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.