.

.

Rubrik

.

Selasa, 26 Juli 2016

Puluhan Napi di Rutan Masamba Dapat Remisi, Dua Diantaranya Langsung Bebas

    
Wartawan Tabloid SAR, Misbahuddin Muslimin, S.Pd
sedang mewawancarai KASUBI Pelayanan Tahanan
 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Masamba,
Muharram, SH.
MASAMBA, Tabloid SAR- Berkah dihari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1437 H/ 2016 M, dirasakan sejumlah orang Narapidana (Napi) penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba, yang berada di Desa Benteng, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.

Pasalnya pada perayaan Idul Fitri kali ini, pihak Rutan Masamba mengusulkan sebanyak 77 orang Napi di Rutan tersebut kepada Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Kemenkumham RI) untuk mendapat remisi.

“Awalnya pada pengusulan pertama sebanyak 70 orang Napi yang kami usulkan kepada Kemenkumham RI untuk diberi remisi, pada hari raya Idul Fitri tahun ini. Namun setelah kami menelisik data Napi secara teliti ternyata masih ada 7 orang Napi yang sudah memenuhi syarat untuk diusulkan guna mendapatkan remisi saat lebaran Idul Fitri 1437 H. 

Sehingga kami ajukan pada pengusulan tahap kedua. Jadi jumlah keseluruhan yang kami usulkan sebanyak 77 orang Napi untuk diberi remisi,” ujar KASUBI Pelayanan Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Masamba, Muharram, SH, saat ditemui Wartawan Tabloid SAR, Selasa (12/07/2016) siang.

Ia menambahkan bahwa dua Napi diantaranya yang diusulkan telah disetujui Kemenkumham RI, dan dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan remisi. Keduanya adalah Terpidana kasus 363 ilegal logging. Mereka dinyatakan langsung bebas karena telah mencukupi masa tahanannya, kata Muharram.

Muharram, juga menjelaskan bahwa dua orang Napi kasus ilegal logging tersebut, meski kasus demikian disamakan dengan Terpidana ilegal fishing, tidak termasuk dalam kategori yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Remisi, karena kedua Napi itu bukan pelaku utama, jelasnya.

Dijelaskan bahwa keterlambatan SK remisi sejumlah penghuni Rutan Kelas IIB Masamba tersebut dikarenakan ketentuan yang berlaku dalam PP No 99 Tahun 2012. Dimana dalam PP ini mengatur tentang pemberian Remisi Khusus (RK) bagi penghuni Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) atau Rutan, bagi kasus tertentu seperti kasus narkoba, traffiking, ilegal fhising dan koruptor, urai Muharram, sembari mengatakan bahwa mereka masih menunggu sejumlah SK remisi dari Kemenkumham RI yang belum turun.

“Khusus di Rutan Kelas IIB Masamba, tidak ada tahanan terpidana Korupsi dan Traffiking. Namun dari 77 orang Napi yang diusulkan, sebanyak 14 orang Terpidana narkoba. Dan dari 14 Terpidana kasus narkoba itu, sebanyak 5 orang Napi diantaranya telah mendapatkan Remisi Khusus (RK), selebihnya belum karena terkait dengan PP No 99 Tahun 2012,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Wartawan SAR, menyebutkan sejak tiga hari terakhir sejak Idul Fitri, Rutan Masamba ramai dikunjungi keluarga penghuni Rutan. Mereka datang dari berbagai daerah untuk bertemu keluarganya dan silaturrahmi di Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Sebanyak 1.056 orang pengunjung Rutan Masamba pada hari raya Idul Fitri, sedangkan pada hari kedua tercatat tinggal 737 orang pengunjung dan di hari ketiga jumlah pengunjung semakin berkurang yang hanya tinggal 374 orang pengunjung. Jadi total keseluruhan pengunjung Rutan Masamba, sejak Idul Fitri hingga hari ketiga sebanyak 2.167 orang pengunjung.

Sementara pada tempat terpisah, Kepala KPR Rutan Masamba, Mulyadi, SH kepada Wartawan media ini mengatakan bahwa guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, selama tiga hari sejak Idul Fitri pihak keamanan Rutan Masamba dibantu oleh anggota Kepolisian dari Polsek Mappedeceng dan Babinsa setempat, ikut melakukan pengamanan karena banyaknya pengunjung.

Khusus dalam peringatan hari raya Idul Fitri, kami memberikan pelayanan toleransi kunjungan di Rutan Kelas IIB Masamba yang dilaksanakan selama 3 hari, Rabu s/d Jum’at (06-08/07/2016),” ujar Musliadi.

“Dalam perayaan Idul Fitri, waktu pelayanan kunjungan dimulai pada pukul 09.00 Wita hingga 16.30 Wita selama 3 hari. Kemudian pada hari keempat dan selanjutnya waktu kunjungan kembali seperti hari kunjungan biasanya,” tandasnya. (Misbah/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.