.

.

Monday, 18 July 2016

Sekertaris Dinas Pendidikan Lutra Menutup Kegiatan Pelatihan Kurikulum 2013

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, 
Andi Yusuf Baso, S.Pd, saat menutup secara resmi
Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2016 
di Aula SDN No. 087 Katokkoan, Kelurahan Kappuna, 
Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
MASAMBA, Tabloid SAR- Kegiatan Pelatihan Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 (K13) Tahun 2016 Tahap Kedua, tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiya (MI) se- Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang diselenggarakan selama enam hari (15 s/d 20/06/2016) oleh Dinas Pendidikan Lutra bekerjasama dengan Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulsel, ditutup secara resmi oleh Sekertaris Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Lutra, Andi Yusuf Baso, S.Pd pada pukul, 10.30 Wita Senin, (20/06/2016).


Saat menutup kegiatan tersebut di Aula SDN No. 087 Katokkoan, tepatnya di Jln Taman Siswa (Tamsis) Masamba, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Lutra, Sekretaris Dispen Lutra, Andi Yusuf Baso, mengatakan bahwa berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) sebanyak 245 SDN dan MI se- Kabupaten Lutra, hanya 128 SDN saja yang ikut pada kesempatan kedua ini, diluar dari pada MI atau sekolah swasta. Artinya masih ada 62 SDN dan MI yang belum mengikuti pelatihan K13 tahap kedua ini, ujar Andi Yusuf Baso, seraya mengatakan pihaknya berharap dalam pelatihan tahap ketiga nantinya seluruh SD dan MI di Lutra sudah dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Suasana Penutupan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
Tahun 2016 di Aula SDN No. 087 Katokkoan, Kelurahan Kappuna,
Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara

“Untuk tahap kedua pelatihan guru sasaran K13 tahun 2016 ini memang masih ada tiga kecamatan di Kabupaten Lutra yang belum mendapatkan SK dari Kemendikbud RI untuk turut serta dalam pelatihan ini, yakni SD dan MI yang berada di Kecamatan Limbong, Rampi dan Seko,” jelas Andi Yusuf Baso.

Dalam sambutannya, Andi Yusuf Baso, juga mengatakan pihaknya berharap mudah-mudahan dengan berakhirnya pelatihan ini tidak berakhir pula proses belajar kita, tapi terus berlanjut ke sekolah masing-masing, harapnya.

Pada kesempatan itu pula Andi Yusuf Baso, mewakili penyelenggara pelatihan (Dispen Lutra dan LPMP Sulsel- red), memohon maaf karena kegiatan tersebut dilaksanakan di tempat yang kecil dan sederhana, yang sebaiknya dilaksanakan di gedung besar dan para peserta di inapkan, ucapnya dengan tulus memohon maaf di depan ratusan para peserta.

Kita semua mestinya senantiasa bersyukur karena kegiatan ini walau dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan dan kesederhanaanya, akan tetapi tidak menghabiskan banyak anggaran. Semoga ini dapat menjadi cikal bakal pendidikan yang lebih baik di Lutra khususnya dan Indonesia pada umumnya, tambah Andi Yusuf Baso dengan penuh harap.

Sekretaris Dispen Lutra itu juga mengapresiasi peserta pelatihan K13 karena meskipun sedang berpuasa, para peserta semua masih tetap bersemangat dan fit dalam menerima pembelajaran atau materi yang dipaparkan oleh para Instruktur/Narasumber.

“Kami mengapresiasi para peserta pelatihan K13 karena meski sedang berpuasa, peserta masih tetap bersemangat dan fit dalam menerima pembelajaran atau materi yang dipaparkan oleh para Instruktur/Narasumber,” ungkap Andi Yusuf Baso dalam mengakhiri sambutannya.

Sementara, informasi yang dihimpun oleh Tabloid SAR dari salah satu Instruktur/Narasumber Nasional Kabupaten Lutra, Haerani, SPd, MPd saat ditemui wartawan media ini Minggu, (19/06/2016) mengatakan bahwa untuk pelatihan tahap kedua ini sebanyak 22 orang Isntruktur dan pengawas yang lolos pada tingkat pusat.

“Kita patut bersyukur karena dari 22 orang Instruktur dan Pengawas yang ikut pelatihan dari Kabupaten Lutra, semuanya lulus. Berbeda dengan Kabupaten Luwu Timur yang hanya 4 orang yang lulus dan untuk Kota Palopo tidak ada yang lulus,” ujar Haerani dengan ekspresi kegirangan atas prestasi itu.

Ia menjelaskan bahwa dari 22 orang ini sebanyak 16 orang diantaranya adalah Instruktur dan 6 orang lainnya adalah Pengawas, jelas Haerani.

Kegiatan pelatihan ini, awalnya diikuti oleh 366 orang peserta yang terdiri dari para guru kelas I, guru kelas IV, guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dan para Kepala Sekolah (Kepsek). Namun yang tetap konsisten dan bertahan hingga akhir kegiatan selama 6 hari berturut-turut hanya 358 orang peserta. Berkurang sebanyak 9 orang peserta yang hingga saat ini belum diketahui penyebabnya, kata Haerani.

Haerani berharap mudah - mudahan para peserta dapat menerima materi dengan baik dan bisa diaflikasikan pada sekolah mereka, karena yang ikut pelatihan pada tahap ini, sudah wajib menggunakan Kurikulum 2013 di sekolahnya. Kemudian ditargetkan tahun 2019 mendatang Kabupaten Lutra sudah menggunakan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah secara menyeluruh dan pada tahun 2020 nantinya seluruh sekolah di Indonesia sudah menggunakan Kurikulum 2013, harapnya.

Pelatihan ini awalnya direncanakan ditutup pada hari kelima (Minggu, 19 juni 2016), karena jadwal materi yang akan diajarkan hanya sampai hari kelima, akan tetapi karena hari kelima bertepatan dengan hari libur maka acara penutupan kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 ini diundur hingga hari keenam (Senin, 20 Juni 2016) saat hari kerja.

Tampak hadir dalam acara penutupan pada pelatihan tahap kedua ini diantaranya Ketua Penyelenggara Pelatihan Guru Sasaran Implementasi K.13 dari LPMP Sulsel, Muhammad Helmi, S.Sos, M.Si, Sekertaris Dispen Lutra, Andi Yusuf Baso, S.Pd, Kabid Paud Formal dan Non Formal Dispen Lutra, Ahmad Rifai, S.Pd, para Instruktur/Narasumber Nasional Kabupaten Lutra, dan beberapa panitia pendamping, serta ratusan peserta pelatihan. (Misbah/WM)

No comments:

Post a Comment

.

.