.

.

Tuesday, 26 July 2016

Umat Muslim di Kota Palopo, Gelar Pawai Malam Takbiran Jelang Idul Fitri

   
Situasi malam takbiran keliling kota di Palopo.
PALOPO, Tabloid SAR- Seperti di sejumlah daerah pada malam terakhir Bulan Suci Ramadhan jelang 1 Syawal Idul Fitri 1437 H/ 2016 M yang diperingati pada Rabu, (06/07/2016) oleh seluruh umat muslim di seantero jagat raya.

Pada Selasa, (05/07/2016) malam, umat muslim di Kota Palopo menggelar pawai akbar malam takbiran, berkeliling kota dengan iring-iringan ratusan kendaraan yang dihiasi berbagai macam replika Masjid, sambil mengumandangkan gema takbir, tahmid dan tahlil menandai datangnya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H/ 2016 M.

Sebelum memulai pawai, para peserta malam takbiran berkumpul di sekitar plataran Masjid Agung Palopo. Setelah shalat Isya Walikota Palopo HM. Judas Amir, SH MH memimpin pelepasan peserta pawai tersebut.

Namun sebelum pelepasan para peserta pawai HM. Judas Amir, menyampaikan sambutan singkat. Dalam sambutannya HM. Judas Amir, mengatakan Pemkot Palopo berharap dengan adanya pawai takbiran ini, masyarakat Kota Palopo bisa menjadi masyarakat yang lebih religius dan saling menjaga hubungan kebersamaan antar umat beragama, harapnya.

Rute yang dilalui oleh peserta pawai malam takbiran ini dibagi menjadi 3 wilayah, sesuai dengan letak kecamatan masing-masing peserta. Pertama titik akhir untuk wilayah utara Kota Palopo di SPBU Padang Alipan. Kedua titik akhir pada wilayah selatan Kota Palopo di Islamic Centre Palopo, dan untuk wilayah bagian barat Kota Palopo, melalui Jl. Pongsimpin, menuju daerah Lappo tembus ke Pattene kemudian berakhir di Lapangan Pancasila.

Ketua Panitia Pawai Akbar Malam Takbiran Kota Palopo, Drs.Burhanuddin, MSi yang juga Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo kepada Wartawan Tabloid SAR mengatakan bahwa Pemkot Palopo berharap dengan adanya momen Pawai Takbiran ini dapat mengembangkan Syiar agama Islam dan menciptakan nuansa yang lebih religius di Kota Palopo.

Ia menambahkan bahwa dalam pawai kali ini, panitia membatasi jumlah peserta guna menghindari kemacetan arus lalu lintas.

“Kami membatasi jumlah kendaraan yang ikut serta dalam pawai ini, yakni maksimal 10 mobil untuk setiap kecamatan agar tidak mengakibatkan kemacetan. Selain itu panitia juga telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian khususnya Polisi Lalulintas (Polantas) Polresta Palopo, agar dapat mengawal pawai ini dan mengatur arus lalulintas pada setiap perempatan jalan pada jalur-jalur yang akan dilalui rombongan. Supaya kendaraan peserta pawai bisa tertib dan lancar,” kata Burhanuddin. (Wawan/WM)

No comments:

Post a Comment

.

.