.

.

.

Selasa, 05 Juli 2016

WTP, Hadiah Terbesar di Bulan Suci Ramadhan Bagi Sejumlah Pemda

Tidak salah apabila para Mubaligh selalu mendakwakan bahwa Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Maka dakwa tersebut adalah tentunya mendasari dalil-dalil Al-qur’an dan sabda Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana yang telah  diketahui, bahwa Bulan Suci Ramadhan adalah menjadi sebuah bulan bagi orang-orang mu’min untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Maka begitu besarnya keutamaan dari berkah yang dilimpahkan melalui Bulan Suci Ramadhan ini, sehingga Allah SWT memerintahkan untuk berpuasa, sebagaimana dimaksud dalam surat Al-Baqarah: 183 berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Adapun salah satu berkah berpuasa dalam Bulan Suci Ramadhan adalah dapat menjadi “Perisai”. Hal ini diterangkan melalui sabda Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang yang diriwayatkan dalam kitab ash-Shahiihain, berbunyi : “Puasa itu adalah perisai, jika suatu hari salah seorang di antara kalian dalam keadaan berpuasa, maka hendaknya dia tidak berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika seseorang mencela dan mencacinya, hendaknya ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”

Makna “Perisai” dimaksud disini, apabila diintegrasikan dengan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), menurut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) 2016, khususnya bagi Pemerintah daerah di Luwu Raya, Toraja dan Wajo ini.

Untuk itu, jika tidak ingin ada pejabat dihujat dengan kata-kata kotor, dengan teriakan-teriakan caci maki bahwa “maling” atau “pencuri” uang rakyat. Maka hendaklah menahan diri dengan cara berpuasa dari praktik-praktik korupsi, bila teriakan-terikan dan caci maki seperti ini, tidak terekspose melalui media massa untuk mempermalukan diri dan keluarga sendiri yang sifatnya berdampak pada hukum sosial.

Jadi sudah mestinya pula opini WTP dapat menjadi “Perisai” bagi Pemda yang memperoleh penghargaan supremasi tertinggi dalam sistem pengelolaan keuangan negara ini. Untuk diharapkan berpuasa atau dapat mengendalikan dari segala bentuk modus yang terkait dengan praktek-praktek korupsi.

Bukankah namanya sebuah ironi, jika suatu organisasi pemerintahan (Pemda, red) yang telah memperoleh predikat opini WTP, namun masih ada saja pejabatnya yang dipidana akibat menjadi pencuri (koruptor, red) uang negara?

Apalagi ibadah puasa, pada dasarnya merupakan sebuah instrument spiritual bagi nilai-nilai kehidupan religius, untuk melatih diri dalam mengendalikan diri, dari segala bentuk perbuatan yang sifatnya mengandung dosa.

Sedangkan korupsi adalah salah satu dosa terbesar, karena merupakan suatu bentuk modus ‘pencurian’ terhadap keuangan negara dalam sistem birokrasi pemerintahan. Untuk itu, kita pun berharap agar Pemda yang meraih predikat WTP, tidak menjadi larut dalam euforia kegembiraan.


Sementara pada kesempatan yang sama pula, namun justru terus terjadi pembegalan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD), melalui praktik-praktik kleptokrasi dalam sistem administrasi keuangan pemerintah.

Olehnya itu, sehingga melalui edisi terbitan Tabloid SAR kali ini, maka opini WTP adalah menjadi trending topik, untuk diulas dalam sejumlah judul pemberitaan. Tidak lain agar masyarakat secara luas dapat memahami, bahwa WTP adalah pada prinsipnya belum menjamin bebas dari korupsi.

Begitulah ulasan editorial Tabloid SAR ini, sebagai bentuk apresiasi yang tinggi terhadap seluruh Pemda di Luwu Raya ini, termasuk Wajo dan Toraja Utara, atas kebeberhasilannya dalam meraih predikat opini WTP, malalui LHP-BPK RI 2016 ini.

Jadi melalui ini pula, maka management Tabloid SAR tidak lupa mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1437 H/2016 M, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin”. Semoga Allah SWT, melimpahkan berkahnya kepada kita semua untuk senantiasa berserah diri agar dapat menjadi bagian dari orang-orang mukmin. Amin!!!

Salam dari Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.