.

.

.

Kamis, 17 November 2016

Bandara I Lagaligo-Bua, Sudah Dapat Mengangkasa untuk Melanglang Buana

Andi Cakka Akan Targetkan Penerbangan 2 Kali Sehari


Tampak pesawat Wings Air sedang parkir di Bandara I Lagaligo Bua, setelah penerbangan perdananya dari Bandara Internasional Hasanuddin Makassar.

Luwu Raya, Tabloid SAR – Jika I Lagaligo yang dikenal sebagai sebuah epos tentang karya sastra terpanjang bagi warisan sejarah dunia, hasil peninggalan peradaban Bugis Kuno pada era kebesaran Pajung ri Luwu. Melalui salah satu sutradara kondang Holywood, Robert Wilson telah mementaskannya melalang buana dalam bentuk drama musikal yang sangat menghipnotis bagi siapapun yang menontonnya.

Pada gilirannya pula, Bupati Luwu HA Mudzakkar menorehkan sejarah baru bagi Luwu Raya, sehingga dari Bandar Udara (Bandara) I Lagaligo - Bua adalah sudah dapat mengangkasa untuk melanglang buana. Hal tersebut, maka ditandai atas dioperasikannya secara perdana pesawat Wings Air type ATR 72/500/600, di bawah naungan perusahaan maskapai penerbangan Lion Goup, Jumlat lalu (28/10-2016).

Pasalnya, karena perusahaan maskapai komersial swasta nasional milik PT Lion Group tersebut, tidak hanya melayani penerbangan jalur-jalur domestik, akan tetapi juga melayani sejumlah jalur penerbangan internasional.

Jadi meskipun rutenya dari Bandara I Lagaligo-Bua adalah hanya melayani jalur penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Hasanuddin, untuk sementara waktu adalah sekali terbang pada setiap hari pulang – pergi (PP). Sekaligus mengangkat Bandara I Lagaligo dari statusnya sebagai Bandara perintis menjadi Bandara berskala Domestik.

Namun Bandara terbesar di Indonesia Timur ini, justru menjadi tempat transit bagi para penumpang asal Luwu Raya untuk dapat melanjutkan perjalanannya ke Jakarta atau ke berbagai daerah lainnya di Indonesia ini. Bahkan ke luar negeri sekalipun yang sudah menjadi rute-rute jalur penerbangan pesawat-pesawat milik maskapai PT Lion Group tersebut.

Pada penerbangan komersialnya secara perdana ini, maka pesawat berbadan lebar dengan kursi sejumlah 72 seat adalah justru dipiloti langsung oleh Direktur Operasional Wing Air, Captain Regy Irawan, sebenarnya pilot tetapnya adalah Captain Decky Arianto.

Melalui penerbangan perdananya pada Jumat lalu, 28 Oktober 2016 semua kursi sejumlah 72 seat seluruhnya terisi. Tampak sebagian besar penumpang adalah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Ilyas Iskandar dan rombongannya.

Tampak pula Wakil Bupati Luwu H Amru Saher, Kajari Belopa Zet Taddung Allo, Ketua DPRD Luwu Andi Muharrir serta beberapa anggota DPRD Provinsi Sulsel asal Luwu Raya dan sejumlah jajaran pejabat Luwu Raya serta 32 penumpang komersial lainnya.

Setelah lending, kedatangan seluruh awak pesawat disambut ratusan masyarakat di Kabupaten Luwu dan Kota Palopo. Hadir di tengah-tengah penyambutan para penumpang adalah Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar dan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir.

Masyarakat mengatakan kehadiran mereka selain memang diundang oleh pemerintah Kabupaten Luwu, mereka juga ingin melihat langsung dan turut gembira atas resminya penerbangan Wings Air di Bua.

"Masyarakat seperti kami sangat menyambut gembira kehadiran Wings Air, ini akan lebih mempermudah transportasi utamanya tujuan makassar yang dulunya ditempuh dengan waktu 8 jam kini hanya 45 menit," ujar Ismail warga setempat.

Dalam sambutannya dihadapan Bupati Luwu dan Wali Kota Palopo, Direktur Operasional Wings Air Captain Regy Irawan menyampaikan bahwa Wings Abadi Airlines di bawah naungan Lion Grup.

Tuturnya lagi, bahwa di Indonesia, Wings Air memulai penerbangan pada tahun 2003. Awalnya ada 3 unit pesawat, tahun 2004 mulai menggunakan tehnologi bermesin jet dan ditahun 2009 mulai menggunakan pesawat ATR 72. "Wing Air sudah ada 100 unit di Indonesia dan saat ini sudah melayani 83 destinasi di asia tenggara," katanya.

Sambung dia, Wings Air bisa ke mana-mana yang difungsikan menghubungkan kabupaten dengan kabupaten lainnya di Indonesia. "Saat ini ada 270 lebih bandara di Indonesia, kami sudah melayani 83 bandara di antaranya termasuk Bandara Bua saat ini," kata Regy.

Lebih lanjut Regy menuturkan, pihak Wings Air mewakili penerbangan Lion Air menyampaikan bahwa mereka berkomitmen untuk memperbesarkan rute penerbangan Bandara Bua. “Bukan hanya penerbangan domestik dalam negeri, bahkan kedepannya membuka penerbangan tujuan luar negeri, seperti negara-negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara,” bebernya.

Lalu ia menambahkan, jika kehadiran Wings Air di Luwu Raya diharapkan mampu mendorong kemajuan daerah di wilayah ini, dimana faktor utama dalam percepatan pembangunan daerah sebagian terkendala pada akses dan ini telah dijawab oleh Wings Air melalui upaya Pemkab Luwu dan Pemprov Sulsel.

Pada kesempatan itu, Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak Lion Air, khususnya Wings Air baik secara pribadi dan atas nama Pemkab Luwu yang mewakili masyarakat di Luwu Raya, Utama Luwu, Palopo dan Luwu Utara.

Sebagai pemerintah, Andi Cakka sapaan akrab Bupati Luwu ini menyampaikan akan berupaya agar penerbangan Wings Air   Bua-Makassar dan Makassar-Bua dapat berjalan terus sepanjang hari.

"Saya menargetkan tahun depan (2017, red) Wings Air bisa terbang 2 flight, 2 kali PP Makassar-Bua dan Bua-Makassar," katanya. Dirinya mengakui bahwa lancarnya penerbangan udara di Bandara Bua akan sangat membawa perubahan besar pada perekonomian masyarakat di Luwu Raya.

Sejumlah program diakuinya telah dipersiapkan untuk menangkap kemajuan transportasi di Kabupaten Luwu. Seperti kata Bupati Luwu, pengembangan wisata di Kabupaten Luwu. "Ada beberapa potensi wisata yang akan kita promosikan seperti wisata air terjun, wisata gua di Walmas dan sejumlah wisata pantai di wilayah selatan Kabupaten Luwu," katanya.

Sementara itu, masuknya Wings Air di Kabupaten Luwu mendapat pujian dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Ilyas Iskandar yang turut terbang dari Makassar menggunakan Wings Air.

Dirinya mengakui upaya pemerintah Kabupaten Luwu patut diapresiasi. "Upaya Bapak Bupati Luwu patut kita apresiasi, Bupati Luwu telah torehkan sejarah untuk Luwu Raya, ini upaya dan kerja nyata beliau," ujar Ilyas Iskandar.

Dirinya berharap, melalui peran serta Pemkab Luwu, penerbangan Wings Air dapat dipertahankan minimal 50 persen jumlah penumpang dari 72 seat yang tersedia setiap hari terbang.

Dia menyebutkan bahwa dari 4 buah Bandara yang ada di Luwu Raya, baru Bandara Bua yang telah berhasil diterbangi pesawat berbadan lebar terlebih itu, telah dijadwalkan penerbangan efektif setiap harinya.

"Sekali lagi ini upaya Pemkab Luwu, upaya Kepala Bandara, Upaya Pemprov Sulsel dan dorongan dari Pak Wapres, Jusuf Kalla, kita patut apresiasi," ujarnya.

Untuk diketahui, bahwa pada penerbangan perdana Bua-Makassar ini, setidaknya sekira 50-an penumpang yang terbang dari Bandara I Lagaligo ke Makassar, terdapat pula dua penumpang dari Eropa. 

Sedangkan adanya penerbangan perdana Wings Air ini, merupakan suatu bentuk realisasi  dari proving flight atau uji terbang sebelumnya, Sabtu (08/10-2016) sehingga dinyatakan bahwa Bandara I Lagaligo Bua adalah sangat layak untuk didarati oleh jenis pesawat berbadan lebar. (Ories/Che/WM/RD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.