.

.

.

Rabu, 02 November 2016

Besok Sekda Torut Akan Dieksekusi




Kecabjari Rantepao : Kamis Terpidana Lewaran Rantela’bi’ Diminta Menyerahkan Diri Untuk Dieksekusi

TORUT, Tabloid SAR- Setelah Majelis Hakim Agung pada Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) yang diketuai oleh Prof. DR. Krisna Harahap, SH, MH, mengabulkan permohonan asasi dari Pemohon Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri Makale di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (SulSel), terkait kasus korupsi Sekretaris Daerah (Sekda) Torut Drs. Ek. Lewaran Rantela’bi’, MH. Maka yang bersangkutan akan dieksekusi oleh tim eksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) terkait.

Melalui amar putusan MARI ber-Nomor Register : 396 K/PID.SUS/2016, tertanggal 3 Oktober 2016, yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap Terdakwa Lewaran Rantela’bi’.

Amar putusannya berbunyi, “mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri Makale di Rantepao dan membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makassar Nomor: 100/Pid.Sus/2014/PN.Mks, tertanggal 24 Juni 2015”.

Selain itu, dalam putusan tersebut juga ditegaskan bahwa, “Terdakwa Lewaran Rantela’bi’ dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama- sama”.

Dalam putusan tersebut, Terdakwa Lewaran Rantela’bi’ juga divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, subsidair 4 bulan penjara.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tana Toraja (Tator), Siswandi, SH.

“Oh iya Petikan Putusannya sudah kami terima hari ini. Hari Rabu 26 Oktober 2016, petikan putusannya dikirim dari MARI ke Pengadilan Tipikor di Makassar, kemudian petikan putusannya diteruskan oleh Pengadilan Tipikor kesini, tapi baru hari ini kami terima,” ujar  Siswandi, saat ditemui Tim Redaksi Tabloid SAR, Senin (31/10/2016) sore diruang kerjanya.

Meski demikian, bukan Kejari Tator yang akan mengeksekusi Terpidana Lewaran Rantela’bi’ karena yang menangani kasusi ini adalah Kejari Cabang Rantepao, kata Siswandi.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang Kejari (Kacabjari) Rantepao, Abdul Rachmat, SH, MH, saat dikonfirmasi Tim Redaksi Tabloid SAR, via telpon genggamnya.

“Benar, petikan putusan Terpidana Lewaran Rantela’bi’ sudah kami terima hari ini. Tapi saya belum baca secara detail, karena saat ini saya lagi di Makassar. Intinya permohonan Kasasi kami dikabulkan oleh MARI, dan Terpidana Lewaran Rantela’bi’ dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama- sama. Terdakwa juga divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 4 bulan penjara,” jelas Abdul Rachmat, melalui selulernya.

Ia menambahkan bahwa pada Selasa (01/11/2016) pihaknya akan menerbitkan Surat Perintah Ekseskusi terhadap Terpidana Lewaran Rantela’bi’.

“Jadi besok siang setelah tiba di Kantor Cabang Kejari Rantepao, saya akan langsung terbitkan Surat Perintah Ekseskusi terhadap Terpidana Lewaran Rantela’bi’. Selain itu, kami juga akan menyampaikan Surat Panggilan untuk dieksekusi kepada Terpidana
Lewaran Rantela’bi’,” sebut Abdul Rachmat.

Kecabjari Rantepao juga membeberkan jika dalam panggilan eksekusi itu, Terpidana Ek. Lewaran Rantela’bi’, diminta menyerahkan diri untuk dieksekusi pada Kamis, (03/11/2016).

“Kan dekat toh jarak kantor kami dengan kantor Terpidana Lewaran Rantela’bi’. Jadi bisa dipastikan paling lambat Selasa sore surat panggilan eksekusinya tiba dan kalau Terpidana tidak mengindahkan panggilan pertama, kita akan layangkan lagi surat panggilan kedua, jika panggilan kedua masih belum diindahkan, maka Tim Eksekusi dari Kecabjari Rantepao dapat menggunakan cara penjemputan paksa, sebab hal itu dimungkinkan oleh undang- undang,” tukasnya.

Untuk diketahui, tindak pidana korupsi yang melilit pejabat Kabupaten Torut tersebut, karena terbukti merugikan negara sebesar Rp 101 juta, atas pembebasan lahan RSUD Pratama sebesar Rp 3,5 miliar melalui APBD Kabupaten Torut tahun anggaran 2011-2012, yang berlokasi di Buntu Mapaken, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Torut, SulSel. (Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.