.

.

.

Kamis, 17 November 2016

Dialog Singkat dengan Kadis Perhubungan & Kominfo Kabupaten Luwu

Rudi Dappi Peroleh Pujian dari Kadis Perhubungan Provinsi Sulsel

(Kanan) Kadis Perhubungan dan Kominfo Kab Luwu, Rudi Dappi dan Pimpinan Tabloid SAR, Rahmat K Foxchy (kiri), nampak keduanya cukup serius tapi santai  saat berdialog tentang pengoperasian pesawat berbadan lebar di Bandara I Lagaligo-Bua, Jumat (28/10-2016).

LUWU, Tabloid SAR- Pada saat-saat menunggu penerbangan pesawat Wings Air dari Makassar ke Bandara I Lagaligo Bua, Jumat (28/10-2016). Pimpinan Tabloid SAR menyempatkan diri untuk berdialog singkat dengan Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten (Kab) Luwu, Rudi Dappi.

Maka di koridor bagian depan gedung Terminal Bandara I Lagaligo itulah, pada saat-saat Bupati Luwu HA Mudzakkar dan Walikota Palopo HM Judas Amir serta didampingi oleh jajarannya masing-masing tiba untuk menjemput penerbangan perdana pesawat dari Lion Group tersebut, sehingga berlangsung pula dialog dimaksud.

Pimpinan Tabloid SAR : Selamat dan sukses atas terealisasinya penerbangan perdana pesawat Wings Air pada hari ini pak Kadis. Hal ini tentunya sejarah baru bagi Luwu di bawah kepemimpinan pak Bupati Cakka (sapaan akrab Bupati Luwu HA Mudzakkar). Sekaligus sebagai bentuk sejarah baru bagi Pak Kadis atas beroperasinya Bandara I Lagaligo Bua ini dengan jenis pesawat berbadan lebar.

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Selamat juga dinda, kenapa ki tidak pernah muncul di kantor selama ini, baru sekarang saya lihat ki dinda. Jawab Kadis Perhubungan & Kominfo Rudi Dappi dengan ramahnya dalam dialek Luwu, sembari ia mengajak duduk pada kursi yang tersedia.

Pimpinan Tabloid SAR : Ngomong-ngomong Pak Kadis, apa harga tiket pesawat Wings Air ini adalah juga disubsidi oleh pihak Pemkab Luwu, yah?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Oh tidak dinda, itu sudah tarif harga tiket yang murni ditetapkan sendiri oleh pihak management Wings Air. Jadi tidak ada sama sekali subsidi Pemerintah Kabupaten Luwu dalam hal harga tiket penumpang, jadi ini adalah tarif komersial dari pihak management operator Wings Air langsung.

Pimpinan Tabloid SAR : Jadi berapa tarif tiket pesawat Bua-Makassar dan jam berapa jadwal penerbangannya?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Itu bervariasi menurut tingkatan kelasnya, harga promo jika tidak salah adalah sebesar Rp 324 ribu. Jika tiket kelas ekonomi, Wings Air menetapkan sebesar Rp 407 ribu. Sedangkan kelas VIV-nya saya belum tahu persis, mungkin di atas Rp 850 ribuan.

Sedangkan jadwal penerbangan adalah baru sekali setiap hari, yakni pada pukul 09.40 Wita dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandar Udara I Lagaligo Bua, sementara dari Bua ke Makassar adalah pada pukul 10.55 Wita. Namun jika volume penumpang memungkinkan, maka bisa saja jadwal penerbangannya ditambah menjadi 2 kali satu hari atau lebih.

Pimpinan Tabloid SAR : Apakah hanya Wings Air saja yang melayani rute Bua-Makassar?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Yang sudah beroperasi selama ini adalah Susi Air dan Avia Star, sedangkan Susi Air adalah juga melayani penerbangan Bua – Kendari, hanya saja pesawat ini masih berbadan kecil yang khusus penerbangan jenis perintas, sebab pesawat adalah sejenis cessna. Jika volume penumpang grafiknya terus menanjak, maka tidak tertutup kemungkinan Garuda juga bisa masuk.

Pimpinan Tabloid SAR : Dengan beroperasinya pesawat Wings Air di Bandara Bua ini, maka apa manfaat yang diperoleh pihak Pemerintah Kabupaten Luwu?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Oh tentunya banyak, tidak hanya Pemerintah Kabupaten Luwu saja yang memperoleh manfaat, tapi juga masyarakat dan pemerintah daerah di Luwu Raya pada umumnya, termasuk Tana Toraja dan Kolaka.

Misalnya adalah semakin memperpendek jarak tempuh ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri sekalipun yang sudah ada rute-rute penerbangan pesawat-pesawat Lion Group, di mana Bandara Internasional Hasanuddin – Makassar akan menjadi Bandara transit bagi penumpang dari Bandara Bua ini, untuk menuju ke daerah-daerah tujuan lainnya, salah satunya ke Jakarta.

Jadi cukup sekali membeli tiket pesawat saja, lalu ganti pesawat di Bandara Internasional Hasanuddin, tentunya pindah pada pesawat yang dioperasikan oleh pihak Lion Group.

Selain itu adalah semakin mendorong masuknya investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini, dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi daerah, demi lebih memacu kesejahteraan hidup rakyat.

Tentunya pula dapat mendorong masuknya wisatawan baik domestik maupun manca negara, yang ingin berwisata di Toraja. Pemerintah Kabupaten Luwu pun tentunya akan juga mempersiapkan promo tentang potensi-potensi wisatanya, termasuk daerah-daerah lainnya di Luwu Raya ini dan bahkan juga Kolaka.

Itupun semuanya akan sangat berpotensi untuk dapat memberikan manfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada kawasan daerah ini, sebagai upaya untuk memacu kesejahteraan hidup rakyat.

Contoh konkret saja, terkait atas adanya penerbangan pesawat berbadan lebar di Bandara Bua ini, maka tentunya sangat membuka peluang bagi tumbuhnya perusahaan jasa travel penjualan tiket-tiket pesawat.

Pedagang sagu juga akan ikut merasakan manfaatnya, sebab banyak orang Luwu yang tersebar di berbagai daerah yang sangat rindu dengan kapurung, jadi sagunya tinggal dikirim melalui jasa cargo penerbangan dari Bandara Bua ini.

Dalam hal transportasi pendukung dari dan ke Bandara Bua, maka jelas pula akan melahirkan pengusaha jasa transportasi jenis Taksi, baik ke Belopa maupun ke Kota Palopo.

Jadi itu hanya bagian terkecil dari dampak positif atas manfaat, terkait hadirnya pesawat Wings Air di Bandara Bua ini, urai Rudi Dappi sembari tertawa lepas.

Pimpinan Tabloid SAR : Sedangkan dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), lalu apa yang diperoleh oleh pihak Pemerintah Kabupaten Luwu?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Saya perlu garis bawahi dulu bahwa Bandara Bua ini adalah milik pemerintah pusat, jadi bukan milik Pemerintah Kabupaten Luwu, meskipun lahannya adalah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu. Namun semua sarana dan prasarana yang ada di atas lahan Bandara ini adalah semuanya bersumber dari APBN.

Jadi sementara kita belum berpikir tentang PAD dalam hal penggunaan pajak-pajak jasa penerbangan. Paling-paling yang kita dapat mintakan konsesi PAD adalah jasa parkir kendaraan, seperti mobil dan motor. Tentu itu nantinya akan diatur dalam Perda.

Pimpinan Tabloid SAR : Adakah program pengembangan atas pembangunan Bandara Bua dalam waktu dekat ini, lalu apa saja yang akan direncanakan pembangunannya tersebut?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Sesuai informasi terakhir yang saya dengar, bahwa bangunan terminal akan diperluas menjadi 1.200 meter. Anggarannya, menurut informasi bahwa sudah diplot dalam APBN 2017.

Soalnya bangunan terminal Bandara Bua ini sekarang hanya seluas 200 meter, jadi sudah sangat tidak memadai dengan kebutuhan atas pelayanan penumpang yang menggunakan jasa penerbangan pesawat berbadan lebar.

Termasuk membangun lokasi parkir menurut kebutuhan pesawat berbadan lebar. Selain itu, ada juga perencanaan penambahan landasan pesawat sepanjang 200 meter.

Sekarang panjang landasan Bandara Bua adalah baru 1.400 meter. Mudah-mudahan pula melalui APBN tahun 2017 nantinya, juga sudah tersedia anggaran pembangunannya untuk penambahan landasan sepanjang 200 meter tersebut.

Selanjutnya akan terus dikembangkan hingga landasan Bandara dapat mencapai 2.500 meter, agar nantinya dapat pula dilandasi oleh pesawat jenis Boing.

Itupun, pihak Kementerian Perhubungan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Namun itu kembali kepada animo masyarakat, bahwa sejauh mana kebutuhannya dalam mengunakan modal transportasi jasa penerbangan.

Pimpinan Tabloid SAR : Pertanyaan terakhir Pak Kadis, nantinya mana yang lebih besar antara Bandara Bua ini dengan Bandara Buntu Kuni’ yang sedang di Bangun di Mengkendek Tana Toraja tersebut?

Kadis Perhubungan & Kominfo Kab Luwu : Itu tidak bisa saya jawab dinda, sebab decitionnya ada pada pihak Kementrian Perhubungan. Jadi kita hanya fokus pada upaya pengembangan Bandara Bua saja, supaya nantinya dapat pula didarati oleh pesawat jenis Boing.

Pada gilirannya Bandara Bua ini dapat pula mendampingi Bandara Internasional Hasanuddin, untuk tempat Embarkasi Calon Jemaah Haji, paling tidak untuk Calon Jemaah Haji di wilayah Luwu Raya dan sekitarnya.

Selain kita mengharapkan dapat terjadi penerbangan 2 kali setiap hari ke Makassar, maka diharapkan pula nantinya ada penerbangan langsung dari Bandara Bua ini ke Bali, Surabaya dan Jakarta serta lain-lainnya.

Jika itu terjadi, maka pihak investor akan semakin melirik potensi dunia usaha di darah Luwu Raya ini. Termasuk wisatawan domestik dan manca negara diharapkan akan semakin beranimo mendatangi tempat destinasi wisata Toraja dan daerah-daerah di Luwu Raya ini.

Begitulah kutipan-kutipan dialog antara Pimpinan Tabloid SAR dengan Kadis Perhubungan dan Kominfo Kab Luwu, Rudi Dappi di sela-sela menunggu tibanya penerbangan perdana pesawat Wings Air, Jumat (28/10-2016) saat itu.

Berselang beberapa menit kemudian, maka leanding dan take off pula pesawat Susi Air jurusan Kendari. Setelah menunggu beberapa menit lagi, sehingga pesawat Wings Air yang ditunggu-tunggu tersebut, akhirnya leanding juga.

Penjemputan di tempat pesawat Wings Air parkir, dilakukan oleh Bupati Luwu HA Mudzakkar dan Walikota Palopo HM Judas Amir yang didampingi oleh pejabat terasnya masing-masing, serta segenap elemen masyarakat Luwu Raya.

Diantara para penumpang yang nampak, ada Kadis Perhubungan Provinsi Sulsel Ilyas Iskandar, selain petinggi-petinggi Kabupaten Luwu serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Luwu dan Provinsi Sulsel.

Pada gilirannya dilakukan seremoni acara penyambutan di halaman parkir depan gedung Terminal Bandara I Lagaligo -Bua, tampil menyampaikan sepata kata adalah Bupati Luwu HA Mudzakkar, Direktur Operasional Wings Air Captain Pilot Regy Irawan dan Kadis Perhubungan Provinsi Sulsel Ilyas Iskandar.

Saat membawakan sepata kata, Kadis Perhubungan Provinsi Sulsel, Ilyas Iskandar tak hanya mengapresiasi langkah orang nomor satu di Luwu ini. Akan tetapi tidak lupa pula dirinya memberikan pujian kepada Rudi Dappi, selaku Kadis Perhubungan dan Kominfo Kab Luwu.

Ilyas Iskandar menuturkan, secara khusus saya menyampaikan pujian sebagai bentuk apresiasi kepada saudaraku Rudi Dappi dalam kapasitasnya sebagai Kadis Perhubungan dan Kominfo Kab Luwu, maka atas kerja kerasnya di bawah arahan Bupati Luwu, sehingga pesawat berbadan lebar jenis Wings Air ini, akhirnya mulai beroperasi di Bandara I Lagaligo Bua ini. Dimana pada hari ini merupakan penerbangan perdananya.

“Saudaraku Rudi Dappi, hari ini saudara telah membuat sejarah baru tidak hanya bagi Luwu tapi juga untuk Luwu Raya pada umumnya, untuk itu saya ucapkan selamat dan sukses,” tukas Ilyas Iskandar.

Disebut namanya seperti itu, maka Rudi Dappi pun maju ke depan sembari memberi hormat kepada Kadis Perhubungan Sulsel tersebut.

Lalu Ilyas pun menambahkan, kita sangat berharap kapasitas penumpang dapat mendukung hingga dapat ditingkatkan penerbangannya 2 kali sehari. “Namun jika tidak, sudah sangat bangus apabila kursi pesawat Wings Air dapat terisi 50%,” pungkas Kadis Perhubungan Sulsel ini.

Nampak hadir dalam acara penyambutan penerbangan perdana Wings Air pada Jumat, 28 Oktober 2016 yang diliput sejumlah wartawan ini, selain Bupati Luwu dan Walikota Palopo dan pejabat lainnya dari kedua daerah tersebut. Nampak pula hadir sejumlah tokoh adat dan segenap tokoh dari berbagai elemen masyarakat lainnya. (WM/RD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.