.

.

.

Kamis, 17 November 2016

DPRD Toraja Utara Sahkan 8 Ranperda untuk Ditetapkan Sebagai Perda

Bupati Toraja Utara, Dr Kalatiku Paembonan MSi dan Ketua DPRD Toraja Utara, Stefanus Manganta saat salam kompak dalam Rapat Paripurna DPRD Toraja Utara, terkait disaukannya 8 Ranperda menjadi Perda
TORAJA, Tabloid SAR— DPRD Kabupaten Toraja Utara mencapai kata mufakat dalam Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada hari Rabu di Gedung DPRD Toraja Utara, (26/10/2016).

“Menyangkut Penyampaian Laporan hasil Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) I, II, dan III mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Toraja Utara tahun 2016,” kata Kabag Humas Pemda Toraja Utara, Fitra Rusdi dalam rilis persnya, Senin (31/10-2016).

Dijelaskan, dari hasil Laporan ketiga Pansus tersebut, DPRD Kabupaten Toraja Utara berhasil menyepakati penetapan delapan (8) Ranperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Toraja Utara.

Bupati Toraja Utara, Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si dihadapan para anggota DPRD dalam sesi penyampaian pendapat atas penetapan 8 Ranperda menjadi Perda tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas hasil yang dicapai dalam Rapat Paripurna tersebut.

“Setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang dan substansif, akhirnya kita bisa mengesahkan 8 Ranperda ini. Selaku pihak eksekutif, kami sungguh sangat terkesan atas dinamika yang terjadi dalam pembahasan Ranperda ini, karena hal itu menunjukkan bahwa pembelajaran demokrasi yang sangat penting bagi kita, benar-benar telah berproses dalam mengakomodir sebanyak aspirasi rakyat kita dalam forum yang terhormat ini,” terang Kalatiku Paembonan.

Lebih lanjut Kalatiku menjelaskan: “substansi yang telah digumuli ini meyakinkan saya (bupati), akan kejelasan arah yang kita tuju ke depan sudah dapat terlihat dengan jelas, sebab apa yang menjadi pemikiran legislatif juga sudah sejalan dengan pemikiran kami pemerintah daerah (eksekutif) dalam mencapai pembangun daerah yang optimal. Kami juga tidak melihat adanya perbedaan substansif di antara kita, tapi yang terjadi adalah jarangnya pertemuan yang terjadi, sehingga komunikasi yang efektif tidak terjalin dengan baik yang berdampak pada alotnya pembahasan Ranperda tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu Bupati Toraja Utara memberi masukan, sekaligus meminta persetujuan dari Ketua DPRD Toraja Utara dan juga kepada semua anggota dewan, agar pertemuan-pertemuan yang bersifat informal lebih sering diadakan antar kedua belah pihak, supaya informasi dan komunikasi dapat terjalin lebih efektif dalam membahas hal-hal yang bersifat substantif, menyangkut penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Toraja Utara.

Bupati Toraja Utara dalam penyampaian pandangannya juga menyinggung persoalan-persoalan mendasar, sebagaimana yang menjadi isu strategis yang terkait dalam pembahasan Ranperda ini. Beberapa hal tersebut, diantaranya mengenai status dan pembayaran guru honorer, tunjangan guru daerah terpencil seperti yang bertugas di Baruppu, Awan Rantekarua, Rantebua, Nanggala, Sa’dan, dan daerah-daerah terpencil lainnya, penutupan pasar Bolu khusus hari Minggu, pembatasan pasar modern, Izin Mendirikan Bangunan, Kawasan Perkantoran Panga’ dan distribusi handtractor, serta pengangkatan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Delapan Ranperda yang berhasil ditetapkan menjadi Perda, melalui Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Toraja Utara, Stefanus Manganta, yaitu:

1
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Kepariwisataan;
2
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata;
3
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
4
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Rencana Umum Penanaman Modal;
5
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Rakjat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Moderen;
6
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan Lembang;
7
Ranperda Kabupaten Toraja UtaraTentang Penyelenggaraan Pendidikan;
8
Ranperda Kabupaten Toraja Utara Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Lembang.

Selain dihadiri oleh 26 anggota DPRD, Rapat Paripurna kali ini juga dihadiri pejabat – pejabat Eksekutif (Pemerintah Daerah) Kabupaten Toraja Utara.

Mereka adalah Sekretaris Daerah Toraja Utara, Drs. Ek. Lewaran Rantela’bi’, MH; Kepala BAPPEDA Toraja Utara, Ir. Daniel Tandi; Kepala DPPKAD, Drs. Firdaus Rin Bata, M.Si; dan para Kepala SKPD lainnya; serta para Camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. (Alex/RDT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.