.

.

.

Jumat, 18 November 2016

HUT SulSel ke 347 Gubernur Serahkan Penghargaan APN Kepada Bupati Wajo

Gubernur SulSel DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) kepada Bupati Wajo Drs. Andi Burhanuddin Unru, MM, pada peringatan HUT Provinsi SulSel ke 347 Tahun, Rabu (19/10/2016) malam di Hotel Grand Clarion Makassar.
WAJO, Tabloid SAR- Bupati Wajo Drs. Andi Burhanuddin Unru, MM, berhasil meraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) kategori Pembina Ketahanan Pangan Tahun 2016, tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) dan terpilih mewakili SulSel pada tingkat Nasional untuk bersaing dengan wakil dari provinsi lainnya se- Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur SulSel DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, yang diterima langsung oleh Andi Burhanuddin, pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi SulSel ke 347 Tahun, Rabu (19/10/2016) malam di Hotel Grand Clarion Makassar.

Andi Burhanuddin, dianugerahi penghargaan APN karena dinilai mampu membangun sistem ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Wajo dan di Sulsel pada umumnya.

Ia dianggap mampu mempertahankan pangan dan gisi, meliputi beberapa kreteria. Antara lain, berhasil dalam hal ketersediaan pangan, berhasil kembangkan harga komuditas pangan, berhasil mempertahankan konsumsi pangan, berhasil mengamankan pangan, berhasil meminimalisir angka kemiskinan, serta berhasil membuat status gizi penduduk dengan baik.

Selain itu landasannya sehingga Bupati Wajo dua periode yang dikenal tegas dan merakyat itu, berhasil meraih penghargaan APN juga karena keberhasilannya meningkatkan produktifitas pertanian, perkebunan, perikanan, dan penyediaan sarana infrastruktur memadai pada sektor tersebut.
Jika mencermati, potensi perkebunan di Kabupaten Wajo yang luasnya sekitar 30.720 hektar (Ha). Orang nomor satu di Kabupaten Wajo tersebut, telah berhasil meningkatkan produksi komoditas petani pada sektor perkebunan dari waktu kewaktu.

Karena saat ini sektor perkebunan di daerah berjuluk Bumi Lamaddukelleng itu, sudah dapat memproduksi ratusan hingga ribuan ton, berbagai jenis komuditas ekspor seperti, Cengkeh, Kakao, dan Kelapa Hybrida.

Demikian juga dengan pemanfaatan lahan padang rumput seluas 11.870 Ha, untuk pengembangan berbagai jenis ternak, juga berhasil. Sebab populasi untuk ternak jenis hewan peliharaan seperti sapi mencapai 4.624 ekor, kambing hingga 15.316 ekor, dan babi sebanyak 350 ekor.

Sedangkan ternak jenis unggas, seperti ayam mencapai 926.700 ekor, ayam buras hingga 721.443 ekor, dan itik sebanyak 131.422 ekor. (Jeni/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.