.

.

.

Jumat, 18 November 2016

Karang Taruna Desa Rompu Gelar Turnamen Sepak Bola

Baselle Cup 2016 Digelar, 18 Tim Sepak Bola akan Berkompetisi

Dari kiri kekanan : Kades Rompu Rusdi, S.Pd.I, Tokoh Adat Balailo Tomakaka Maluseng, Kadisporabudpar Kabupaten Lutra Abd. Hakim Bukara, SH, MH, Bhabinkamtibmas Desa Rompu Brikpol Bakir.
LUTRA, Tabloid SAR- Karang Taruna Desa Rompu, menggelar turnamen sepak bola Baselle Cup 2016 di Lapangan Baselle Desa Rompu, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), Selasa (25/10/2016).

Kepada Wartawan Tabloid SAR, Ketua Panitia (Ketupat) Turnamen Baselle Cup 2016, Alex mengatakan, turnamen ini dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh Karang Taruna Desa Rompu.

Bekerjasama dengan Generasi Muda Rompu (GEMURU) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Rompu. Dan disponsori oleh Oppo, Honda dan PNM Lutra.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemuda dan masyarakat kepada generasi muda,” tutur Alex.

Sementara Ketua Karang Taruna Desa Rompu, Faisal Tanjung dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang silahturahmi dan juga sebagai bentuk rekonsiliasi dalam memperjuangkan perdamaian antar sesama generasi muda, terkhusus pada sona konflik horisontal antar kelompok pemuda, pada beberapa desa tetangga.

“Dan kemi berharap agar seluruh stakeholder terkait, ikut bersama- sama berpartisipasi dalam membangun daerah dengan berupaya meretas konflik horizontal diantara kalangan pemuda kita,” ujar Faisal.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Rompu, Rusdi, S.Pd.I dalam sambutannya.

Ia mengatakan, turnamen ini dilaksanakan bukan hanya sebagai ajang pertandingan dalam memperebutkan juara, akan tetapi hal ini dilakukan dengan harapan dapat menjadi jembatan dan wadah silahturahmi bagi generasi muda kita, kata Rusdi dengan rada penuh harap.

“Pada kesempatan ini, mari kita manfaatkan potensi- potensi yang dimiliki generasi muda kita, dengan menggali dan mengembangkannya melalui sebuah ajang turnamen dan kompetisi yang mengedepankan sportifitas para kompetitor,” himbaunya.

Karena menurut salah satu tokoh Islam, Imam Guaeni mengatakan,” jika pemuda kehilangan kreativitasnya, maka desa tersebut dianggap tidak berpenghuni”, sebut mantan Presiden BEM IAIN Palopo itu mengutip kata- kata Imam Guaeni.

“Kita juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutra dapat mendukung kegiatan ini, karena apa yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu bentuk sarana rekonsiliasi dan eksistensi sona mediator antar pemuda di Lutra. Turnamen ini dapat merajut dan membangun silahturahmi, serta solidaritas diatas lapangan antar sesama kompetitor secara sportif,” terang Rusdi sembari berharap Pemkab Lutra ikut mensupport kegiatan itu.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Lutra, Abdul Hakim Bukara, SH, MH, mewakili Wakil Bupati (Wabup) Lutra Muhammad Thahar Rum, dalam sambutannya sekaligus membuka turnamen sepak bola Baselle Cup 2016, menyampaikan permohonan maaf dari Wabup Lutra yang diundang untuk membuka kegiatan ini, namun berhalangan hadir karena suatu hal yang juga sangat penting.

“Pak Wabup, memohon maaf karena beliau tidak sempat hadir memenuhi undangan Panitia untuk membuka turnamen ini, karena beliau berhalangan. Ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan Pak Wabup, sehingga tidak sempat hadir bersama- sama dengan kita saat ini,” ujar Hakim Bukara dalam mengawali sambutannya.

Lebih lanjut orang nomor satu pada Disporabudpar Kabupaten Lutra itu, dalam sambutannya mengatakan, turnamen sepak bola ini dapat menjadi wadah untuk meluruskan kembali benang yang kusut, membangun kembali hubungan yang baik, tali silahturahmi yang putus dalam berbagai pertikaian di masa lalu, kata Hakim Bukara.

“Dengan adanya program pemerintah dalam membangun pelopor perdamaian, untuk mewadahi generasi muda yang memiliki potensi, khususnya pada bidang olahraga untuk menjadi atlit yang hebat, maka tentunya kegiatan semacam ini akan mendapat perhatian dari pemerintah,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, kalau sudah melibatkan komunitas, apalagi jika hal yang dilakukan tidak sesuai lagi dengan norma-norma yang ada, makanya banyak hal yang terjadi diluar dari pada harapan kita semua.

“Nyanyian dan hasil perundingan yang terbentuk dalam pelopor perdamaian dan pelopor persatuan, jangan hanya digunakan sebagai simbol tapi harus diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” seruhnya.

Tampak hadir pada acara pembukaan turnamen tersebut antara lain, KASUBI Sikap Bencana KESBANGPOLINMAS Kabupaten Lutra Tapiruddin, S.Sos, Bhabinkamtibmas Desa Rompu Brikpol Bakir, Babinsa Rahman, Sekertaris Desa Rompu Mardin, S.AN, Tokoh Adat Balailo Rompu, Tomakaka Maluseng, para peserta turnamen dan masyarakat yang hendak menonton pembukaan acara itu..

Untuk diketahui, kegiatan ini akan berlangsung selama 20 hari kedepan dan akan diikuti oleh 18 Tim sepak bola yang akan berkompetisi pada turnamen tersebut. (Misbah/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.