.

.

Friday, 18 November 2016

Puskesmas Wisata Padang Lambe Sosialisasi Pemicuan Stop BABS

Kegiatan sosialisasi Pemicuan Stop BABS di Lingkungan Toipi Kel. Padang Lambe
Irsan Anugrah, SKM Kepala Puskesmas Wisata Padang Lambe
PALOPO, Tabloid SAR – Dinas Kesehatan Kota Palopo terus menggalakkan program tentang sosialisasi Pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), sekaligus untuk mengajak masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap pengelolaan kesehatan lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, dr HM Ishaq Iskandar MKes MM kepada Tabloid SAR, Senin (31/10-2016) saat dikonfirmasi mengenai adanya kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Wisata Padang Lambe, terkait dengan sosialisasi pemicuan stop BABS tersebut.

Menurut kepala dinas yang akrab disapa dr Ishaq, bahwa program ini sudah menjadi program pemerintah yang kegiatan sosialisasinya diserahkan penanganannya kepada pihak Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) yang ada di Kota Palopo ini.

   
Mersi SKM Kasubag TU Puskesmas Wisata Padang Lambe
Adanya program ini, sambung dia, tidak lain untuk mengajak masyarakat supaya sadar dan lebih peduli terhadap kondisi kesehatan di lingkungannya.

Menurutnya, apalagi namanya buang tinja sembarangan, itukan tidak hanya menebarkan aroma bau busuk tapi juga dapat menjadi sumber berbagai penyakit bagi masyarakat itu sendiri.

“Khusus pada umumnya masyarakat pinggiran yang masih berperilaku buruk terhadap situasi kesehatan di lingkungannya, sehingga komunitas ini yang lebih prioritas untuk dijadikan sasaran kegiatan atas sosialisasi program tersebut,” tutur Kadis Kesehatan Kota Palopo ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Wisata Padang Lambe, Irsan Anugrah, SKM. Lalu ia menambahkan, maka kegiatan sosialisasi yang dilakukan kali ini, Kamis (27/10-2016) adalah pada kampung terpencil disebut Lingkungan Toipi Kel. Padang Lambe.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, lanjut Irsan Anugrah, salah satunya yang membawakan materi adalah Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kota Palopo.

Selain itu, kata dia lagi, kita juga mensimulasikan di hadapan masyarakat selaku peserta kegiatan, mengenai langkah-langkah pemicuan tentang stop BABS dalam upaya mengendalikan penyakit menular yang sifatnya berkepedulian terhadap kesehatan lingkungan.

Kasubag TU Puskesmas Wisata Padang Lambe, Mersi SKM, lalu menambahkan bahwa Puskemas Wisata Padang Lambe adalah satu-saunya PKM khusus yang hadir pada kawasan pengembangan wisata Kota Palopo.

“Jadi program sosialisasi atas kegiatan ini sangat diperlukan agar masyarakat yang datang berekresi supaya nyaman dari aroma bau busuk, akibat sudah adanya kesadaran warga setempat yang tidak lagi buang air besar sembarangan,” pungkasnya.

Sedangkan Penanggung Jawab Kegiatan Sosialisasi Pemicuan Stop BABS Puskesmas Wisata Padang Lambe, Andi Murni AP SKM, menuturkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan Toipi Kelurahan Padang Lambe Kecanatan Wara Barat, pada hari Kamis, 27 Oktober 2016.

Selain dihadiri oleh Pengelola Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palopo, Lurah Padang Lambe dan Kepala Puskemas Wisata Padang Lambe, kata dia, maka tentunya pula dihadiri oleh petugas kesling yang bertindak selaku fasilitator, petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Wisata Padang Lambe, staf Kelurahan Padang Lambe, tokoh masyarakat dan masyarakat yang belum memiliki jamban. “ada sekitar 30 orang yang hadir” tutur murni.

Lanjut Murni menuturkan, adapun tema yang diangkat adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemicuan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). “Ya, kita melakukan simulasi untuk contoh sebagai gambaran kepada masyarakat, bahwa bagaimana seharusnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” ulasnya.

Kata Murni lagi, adapun sosialisasi ini merupakan suatu kegiatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam memicu rasa jijik, rasa malu, rasa takut sakit, rasa berdosa dan rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan kebiasaan BAB di sembarang tempat. “Adapun proses dari kegiatan ini adalah upaya untuk mencapai salah satu pilar dari Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” beber dia.

Sedangkan pilar dimaksud, urai Murni lagi yakni; Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengolahan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT), Pengelolaan Limbah Padat (sampah) di Rumah Tangga dan Pengelolaan Limbah Cair di Rumah Tangga.

“Kita pun sangat berharap atas dilaksanakannya sosialisasi ini, maka masyarakat dapat menyadari bahwa betapa berbahayanya BAB sembarangan bagi kesehatan, akhirnya mereka membuat jamban yang sesuai dengan standar kesehatan lingkungan,” papar Murni mengakhiri komentarnya. (Ories)

Sambutan oleh pihak pemerintah Kelurahan Padang Lambe diwakili oleh Bapak Deny Gani, S.An.
Pemetaan wilayah untuk melihat dimana tempat-tempat masyarakat biasanya BAB sembarangan.
Masyarakat yang terpicu menuliskan namanya beserta kapan mereka berencana akan berubah.

No comments:

Post a Comment

.

.