.

.

.

Jumat, 18 November 2016

Ratusan Tenaga Pendidik di Torut Temui Bupati

Bupati Toraja Utara (Torut) DR. Kalatiku Paembonan, M.Si (tengah) bersama jajarannya audiensi dengan ratusan guru tenaga honorer atau kontrak di Ruang Pola Kabtor Bupati Torut, Jumat (21/10/2016).
TORUT, Tabloid SAR- Setelah sekitar 10 bulan gajinya belum juga dibayar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara (Torut).

Ratusan guru tenaga kontrak atau honorer yang mengabdi pada sejumlah sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Torut mendatangi Kantor Bupati Torut, Jumat (21/10/2016).

Maksud kedatangan ratusan tenaga pendidik tersebut, untuk meminta penjelasan dari Pemkab Torut, mengenai nasib mereka yang sudah hampir belasan bulan, gajinya belum dibayar.

Para guru tersebut ditemui langsung oleh Bupati Torut DR. Kalatiku Paembonan, M.Si, di kantornya.
Kalatiku Paembonan bersama jajarannya, saat itu mengajak para tenaga honorer untuk audiensi membahas aspirasi yang ingin mereka sampaikan kepada Pemkab Torut di Ruang Pola Kantor Bupati Torut.

Saking banyaknya jumlah guru yang ingin memperjelas status dan gaji mereka saat itu, membuat ruang pertemuan penuh dan terpaksa sebagian tenaga honorer pada instansi pendidikan di Kabupaten Torut itu, menunggu di luar ruangan.

“Belakangan ini banyak pemberitaan yang miring atau tidak sesuai dengan fakta atau kenyataan dilapangan, yang dimuat pada beberapa media terkait pengangkatan dan gaji tenaga honorer di Torut. Maka melalui pertemuan ini kita akan menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga tidak menimbulkan lagi pro dan kontra mengenai tenaga honorer di kabupaten kita yang cintai ini," ujar Kalatiku di depan ratusan guru honorer.

Dalam forum tersebut terungkap adanya Surat Keputusan (SK) siluman, yang masih simpang siur karena ada tenaga honorer yang sudah sekian lama mengabdi namun namanya tidak terlampir di dalam SK itu, justru ada yang orangnya tidak diketahui sama sekali tetapi namanya ada di dalam SK, beber Kalatiku.

“Meski demikian, kami akan memperjuangkan para guru honorer yang benar- benar mendedikasikan dirinya untuk mengabdi di Kabupaten Torut, khususnya pelayanan pada bidang pendidikan. Dan untuk diketahui tahun depan (2017) diupayakan gaji tenaga honorer di Kabupaten Torut ditingkatkan menjadi Rp 1 juta lebih,” tegas Kalatiku sembari menekankan bahwa kejadian tahun lalu tidak akan terulang kembali menimpa para guru di Torut.

Ia menambahkan, supaya semua dokumen atau SK para guru tenaga honorer atau kontrak dapat dikumpulkan dari tahun ke tahun dan diserahkan kepada Saya (Bupati- red) nanti kami tindak lanjuti bersama Asisten I Pemkab Torut dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Torut, himbau orang nomor satu di Kabupaten Torut itu.

“Untuk SK yang sudah mengabdi dari tahun 2015 ke bawah akan diperjuangkan untuk diangkat sesegera mungkin. Dan diharapkan agar mengumpulkan dokumen - dokumennya mulai Senin (24/10/2016) hingga Jumat (28/10/2016) mendatang,” seru Kalatiku.

Dokumen yang dimaksud meliputi, berkas- berkas baik lama maupun baru yang dimiliki guru bersangkutan, surat yang dapat menerangkan pada bidang apa dan instansi mana tenaga honorer itu mengabdi, instansi atau sekolah apa tempatnya mengabdi, nama Kepala Sekolah atau Yayasan tempat mengajar.

Para tenaga honorer atau kontrak itu juga diminta untuk mencantumkan alamat, serta nomor Handhone (HP) yang bersangkutan.

Mereka diberikan waktu selama 5 hari kerja (Senin s/d Jumat- red) untuk menyerahkan dokumen yang dimaksud kepada Pemda Torut di Ruang Pola Kantor Bupati setempat. Terhitung sejak tanggal 24 s/d 28 Oktober 2016.

Mendengarkan penjelasan dari Bupati yang bertagline “Kaboro” pada suksesi Pilkada Torut 2015 lalu itu, disambut tepuk tangan riuh ratusan guru tenaga honorer yang hadir saat itu.

Wajah mereka sontak berubah, tampak sumringah dengan senyuman bermakna seribu satu macam harapan dalam pertemuan tersebut.

Tampak dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Torut Yosia Rinto Kadang, ST, Sekretaris Daerah (Sekda) Torut Drs. Ek. Lewaran Rantela'bi', MH dan Asisten Bidang Pemerintahan Umum Pemda Torut Drs. Rede Roni Bare, M. Pd, mendampingi Bupati Torut. (RD/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.