.

.

.

Jumat, 18 November 2016

RSUD Pongtiku Diresmikan Bupati Torut, Kalatiku Paembonan

Bupati Torut, Kalatiku Paebonan (berdasi) bersama dengan unsur Pimpinan FORKOPIMDA Torut, saat meresmikan RSUD Pongtiku.
TORAJA UTARA, Tabloid SAR — Delapan tahun usia Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya memiliki Rumah Sakit Umum Daerah yang disebut RSUD Pongtiku.

Bupati Torut, Kalatiku Paembonan meresmikan rumah sakit yang berlokasi di Buntu Mapaken, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Torut, Senin (31/10/2016).

RSUD Pongtiku adalah Rumah Sakit pertama milik pemerintah di Toraja Utara dengan spesifikasi tingkat Pratama type D.

Peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Torut. Juga, disaksikan oleh sejumlah masyarakat setempat.

Turut hadir Wakil Bupati Torut, Yosia Rinto Kadang dan Ketua DPRD Torut, Stephanus Mangatta, Sekda Kabupaten Torut, Lewaran Rantela’bi’, para anggota DPRD Torut dan sejumlah kepala SKPD, camat, lurah dan kepala lembang di lingkup Kabupaten Torut, serta para stakeholder dalam tatanan masyarakat Torut.

Begitu rilis yang disampaikan oleh Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Torut yang diterima Redaksi Tabloid SAR. Bupati Kalatiku dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Pongtiku ini merupakan impian seluruh warga yang sudah terwujud.

“Kita bergembira karena Toraja Utara memiliki tambahan fasilitas baru di bidang pelayanan kesehatan. Nantinya akreditasi tipe D akan kita tingkatkan ke tipe C,” tutur Kalatiku,

Kalatiku melanjutkan seluruh persyaratan untuk naik tingkat ke tipe C akan diusahakan untuk segera dipenuhi. “Hal itu, kata dia, demi peningkatan pelayanan kesehatan di Toraja Utara. “Jadi dengan segala kekurangannya RSUD Pongtiku ini kita resmikan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hendrik Kalatimang, mengatakan keberadaan RSUD Pongtiku ini sudah ditunggu sejak 8 tahun lalu, bertepatan dengan dimekarkannya daerah Toraja.

Adapun pembangunan RSUD ini, tamah dr. Hendrik, berasal dari bantuan Kemenkes sejak 2013. Bahkan pada 2017, RSUD baru ini akan memperoleh bantuan tambahan alat kesehatan. ”Sumber dana dari kedua Dana Alokasi Umum (DAU),” tukasnya.

Untuk diketahui bahwa pembangunan RSUD Pongtiku yang juga disebut RSUD Tongkonan ini, dimulai pembangunannya dari era kepemimpinan Bupati Torut, Frederik Batti Sorring, sekitar bulan Juli 2015.

Hanya saja pembangunan RSUD yang sangat diharapkan dapat memberikan pelayanan medis yang prima bagi masyarakat Torut ini, justru memakan tumbal terkait tersangkutnya Sekda Torut EK Lewaran Rantela’bi’ dalam kasus korupsi pembebasan lahan rumah sakit tersebut.

Mengingat posisi kasus hukum Sekda Torut ini, telah dijatuhi vonis bersalah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. Sesuai sumber-sumber resmi pihak Kejaksaan Negeri Tana Toraja, nampakanya Sekda Torut dalam waktu dekat ini akan segera dieksekusi untuk menjadi tahanan narapidana. (Ories).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.