.

.

.

Selasa, 08 November 2016

Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar Gelar Rakor di Polres Tator, Ada Apa ?

Pasi Intel Kodim 1414 Mayor Nurdin, menandatangani MoU Pemberantasan Pungli yang disaksikan langsung oleh Kapolres Tator AKBP Arief Satrio dan Dandim 1414 Tator Letcol CPN Jimmy Sirait, serta seluruh peserta Rakor Satgas Saber Pungli, Jumat (04/11/2016) di Aula Polres Tator

Satgas Saber Pungli Tandatangani MoU Berantas Pungli
TORAJA, Tabloid SAR – Pasca Presiden Jokowi, menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), pada Jumat (21/10/2016) lalu di Jakarta.

Nampaknya sejumlah jajaran pemerintah yang menjadi bahagian dari anggota Satgas Saber Pungli, hingga ke daerah kabupaten/kota di seluruh wilayah NKRI menindaklanjuti Perpres tersebut.

Jajaran anggota Satgas Saber Pungli di kabupaten/ kota menindaklanjuti Perpres tersebut dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Saber Pungli.

Seperti yang digelar di Aula Polres Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (SulSel), pada Jumat (04/11/2016) pagi. Polres Tator bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) menggelar Rakor Saber Pungli.

Rakor tersebut dihadiri oleh Kapolres Tator AKBP Arief Satrio, Dandim 1414 Tator Letcol CPN Jimmy Sirait, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kecabjari) Rantepao Abdul Rachmat, Kepala Inspektorat Kabupaten Toraja Utara (Torut) Yeremia Marewa, mewakili Bupati Torut Kalatiku Paembonan.

Dalam Rakor itu, Kapolres Tator AKBP Arief Satrio, menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan Rakor tersebut adalah untuk menindaklanjuti Perpres No 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli.

Didepan para peserta Rakor Arief Satrio menegaskan bahwa selaku unsur pemerintah kita wajib melaksanakan sapu bersih  Pungli di daerah kita, ujarnya.

“Kita akan memerangi Pungli, maka dibentuklah Satgas Saber Pungli, bekerjasama dengan Pemda Torut, Kodim 1414 Tator, Kacabjari Torut. Dan semua unsur wajib terlibat memberantas Pungli di daerah Toraja, yakni di Kabupaten Tator dan Torut,” tegas Arief Satriyo.

Polisi berpangkat dua melati dipundak itu, mengatakan kalau Pungli yang menjadi keprihatinan Presiden RI dan sorotan masyarakat Indonesia belakangan ini, bisa diatasi dengan bekerjasama dalam Satgas Saber Pungli.

“Saya berharap di Toraja dalam hal ini, Pemkab Tator dan Torut bisa terbebas dari praktek Pungli. Dan saya juga berharap apa yang kita lakukan hari ini, bukan sekedar ceremonial belaka namun bukti nyata akan dilakukan kedepannya,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Dandim 1414 Tator Letcol CPN Jimmy Sirait. Ia mengatakan kegiatan seperti ini wajib kita dukung, selain karena merupakan program dari pusat, juga karena manfaatnya besar.

“Begitu besar kerugian bangsa kita akibat Pungli, oleh karena itu Pungli di Toraja harus bisa diatasi, baik di Kabupaten Tator maupun di Torut . Dan diharapkan instansi terkait menyadarinya,” kata Jimmy Sirait.

Ia menjelaskan, bahwa pada hakekatnya, Pungli lahir dari sebuah keterpaksaan, sebagai respon dari kerumitan dan ketidakpastian pelayaan publik.

“Meski demikian orang yang memberikan dan penerima Pungli, harus dibasmi di Tator dan Torut. Dan Satgas Saber Pungli di Toraja, siap melakukan operasi tangkap tangan (OTT) apabila ada yang ketahuan melakukan Pungli,” tegasnya.

Sementara dalam sambutan Bupati Torut, yang diwakili oleh Inspektur (Kepala- red) Inspektorat Torut  Yeremia Marewa, mengatakan langkah awal yang akan dilaksanakan setelah Satgas Saber Pungli terbentuk di Torut adalah menggelar sosialisasi pada seluruh SKPD atau instansi di Torut.

“Sosialisasi itu intinya membahas persoalan praktek Pungli, sehingga Pungli yang terjadi selama ini bisa kita atasi,” kata Yeremia Marewa.

Inspektur Inspektorat Torut itu, menambahkan bahwa kalau ada laporan dari masyarakat, media massa, maupun LSM, kami dari Inspektorat akan segera menindak lanjuti laporan atau pengaduan itu, tegasnya.

Yeremia Marewa juga menegaskan bahwa pihaknya bersama jajarannya pada Inspektorat Torut, siap masuk bergabung dalam Satgas Saber Pungli, untuk memberantas Pungli yang ada di daerah Torut, tandasnya.

Dalam Rakor Satgas Saber Pungli tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Polres Tator dan Kodim 1414 Tator dengan Pemkab Torut.

Dalam penadatanganan MoU tersebut, Polres Tator diwakili oleh Wakapolres Tator Kompol Salino, dan Pemda Torut diwakili oleh Inspektur Inspektorat Torut Yeremia Marewa, sedangkan Kodim 1414 Tator diwakili oleh Pasi Intel Kodim 1414 Mayor Nurdin yang disaksikan langsung oleh Kapolres Tator AKBP Arief Satrio dan Dandim 1414 Tator Letcol CPN Jimmy Sirait, serta seluruh hadirin.

Tampak hadir dalam Rakot tersebut, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi & Informasi (Dishubkominfo) Torut  Boyke Patandianan, Kacabjari Rantepao Abdul Rachmat, Kepala Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) Torut Marthen Mettuka, dan Kepala Bagian Humas Pemkab Torut Fitra Rusdi, serta sejumlah aparat dari TNI, Polri dan Satpol-PP Torut.

Untuk diketahui, dalam  Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), dijelaskan bahwa  anggota Satgas Saber Pungli, terdiri dari Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI, Ombudsman RI, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelejen Negara (BIN), dan Polisi Militer TNI. (RD/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.