.

.

.

Selasa, 15 November 2016

Setelah di Demo, Management PT Vale Akhirnya Menyetujui Sejumlah Tuntutan Warga

Suasana perundingan antara perwakilan warga dengan managemen PT Vale Indonesia, di Sorowako tepatnya di Otuno Meeting Room Ontae Luwu, Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Lutim, Senin (14/11/2016)

LUTIM,
Tabloid SAR- Warga Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (SulSel) pada 4 kecamatan wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia Tbk, yang meliputi Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda dan Malili, menggelar aksi unjukrusa secara serentak di wilayahnya masing- masing, Senin (14/11/2016).
Dalam aksi tersebut para pengunjukrasa mengajukan sejumlah tuntutan dan protes antaralain, memprotes terbitnya peta tata batas wilayah kontrak karya PT Vale di Kabupaten Lutim, yang dinilai merugikan warga.

Selain itu warga juga protes tanah masyarakat yang tenggelam di Desa Loeha, Kecamatan Towuti, akibat pembangunan bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Vale.

Lahan warga yang dilalui jalur pipa minyak milik PT Vale dari Pelabuhan Balantang Malili ke Plant Site Sorowako, juga dipersoalkan. Perusahaan raksasa asal Brazil itu diminta mengganti rugi lahan warga yang dilalui pipa minyaknya.  

Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Corporate Sosial Responsibity (CSR) pengekspor biji Nickel itu, serta program penghijauan lahan pasca tambang, juga dipersoalkan warga.

Pengunjukrasa juga mendesak PT Vale, supaya tidak mengganggu lahan yang sudah digarap oleh petani. Termasuk didesak untuk menentukan batas-batas lahan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Hingga Senin (14/11/2016) malam, para pengunjukrasa masih tetap bertahan pada titik aksinya sebelum ada keputusan hasil perundingan perwakilan warga dengan management PT Vale.

Negoisasi antara perwakilan warga dengan menagemen PT Vale Indonesia, berlangsung sejak Senin (14/11/2016) sore hingga malam di Sorowako tepatnya di Otuno Meeting Room Ontae Luwu, Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Lutim.

Dalam perundingan yang berlangsung alot itu, para warga diwakili oleh perwakilannya dari masing- masing daerah pemberdayaan, sedangkan management PT Vale Indonesia diwakili oleh Vice President Corporate Affair PT Vale, Cory McPhee.

Bupati Lutim dan Wakil Bupati Lutim, HM Thoriq Husler dan Irwan Bachri Syam, serta Kapolres Lutim AKBP Parojahan Simanjuntak bersama jajarannya, dan sejumlah anggota DPRD Lutim hadir dalam negoisasi tersebut.

Meski perundingan berlangsung alot namun pada Senin (14/11/2016) malam itu, Vice President Corporate Affair PT Vale Cory McPhee yang mewakili managemen PT Vale menyepakati 12 poin  dari beberapa tuntutan yang diajukan masyarakat dari 4 wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia di Kabupaten Lutim.


Selasa (15/11/2016) siang, para pihak terkait kembali bertemu di Aula Rujab Bupati Lutim untuk membicarakan langkah-langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah disetujui pada Senin (14/11/2016) malam ketika perunding berlangsung di Sorowako. (Dahlan/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.