.

.

Friday, 25 November 2016

SMK Neco Jaya Palopo Peringati Hari Guru Nasional Tahun 2016

Ketua Yayasan Neco Arif Rahman Andi Idrus, SPd  (kanan) memotong Nasi Tumpeng  sebagai simbol peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2016, Kamis (24/11/2016) di halaman SMK Neco Jaya Palopo. 

PALOPO, Tabloid SAR- Dalam sejarah bangsa kita, oraganisasi para tenaga pendidik (guru- red) di Indonesia awalnya dicetuskan pada sebuah kongres di Kota Surakarta yang berlangsung sejak tanggal 24 hingga 25 November 1945.

Di dalam kongres tersebut, para guru sepakat mendirikan sebuah organisasi untuk mewadahi mereka dan disepakatilah pula nama wadah tersebut adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kendati demikian Pemerintah Republik Indonesia baru menetapkan secara resmi Hari Guru Nasional pada tahun 1994 melalui Kepres No. 78 Tahun 1994.

Kepres tersebut kemudian diperkuat lagi dengan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati bersamaan dengan hari ulang tahun (HUT) PGRI.

Dalam rangka memperingati momentum bersejarah tersebut, segenap pengurus Yayasan Neco dan para guru, serta siswa- siswi  SMK Neco Jaya Palopo, yang berada di Jl DR. Ratulangi, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (24/11/2016) pagi di halaman sekolahnya memperingari Hari Guru Nasional (HGN).

Peringatan HGN di SMK Neco Jaya Palopo, tahun ini dikemas dengan tema “Guru Mulia Karna Karya”. Dan berlangsung meriah, karena selain di hadiri oleh pengurus yayasan, para guru dan siswa- siswinya juga dihadiri oleh pemerhati dunia pendidikan dari Negara Eropa.

Para Pemerhati Dunia Pendidikan asal Negara Eropa (kanan) foto bersama para guru SMK Neco Jaya Palopo saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2016.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Quran oleh Serlianti, salah satu siswa SMK Neco Jaya Palopo.

Asmiono SPd yang mewakili Kepala SMK Neco Jaya Palopo dalam sambutannya menyatakan, bahwa sebagai guru dirinya bangga.

“Sebagai guru kita harusnya bangga karena secara terus menerus berupaya secara profesional untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujar Asmiono dengan penuh semangat.

Selain itu Ia, berpesan kepada para guru SMK Neco Jaya Palopo untuk mendidik siswa- siswinya, tidak hanya mengajarkan Ilmu Pengetahuan atau kecerdasan semata, akan tetapi  juga harus senantiasa mengajarkan mereka untuk berperilaku baik, sopan dan santun.

“Saya juga berharap agar anak- anak didik kami di sini dapat bertingkah laku yang baik, sopan dan santun, termasuk dalam bertutur kata yang sopan,” pintanya.

Sementara Ketua Yayasan Neco Arif Rahman Andi Idrus, SPd dalam sambutannya mengatakan, mari kita memberikan sesuatu yang terbaik kepada siswa- siswi kita, agar semakin cerdas dan mampu untuk mempraktekkan bahasa Inggris mereka secara fasih,” himbaunya.

Usai membawakan sambutannya, Arif Rahman memotong nasi tumpeng sebagai simbol peringatan HGN tahun 2016 di SMK Neco Jaya Palopo.

Dalam acara tersebut juga digelar, pemilihan guru dengan beberapa nominasi. Antara lain guru paling rajin, guru terheboh dan  guru yang paling disegani.

Para guru yang terpilih pada tiga kategori diatas, masing- masing mendapat hadiah berupa bingkisan.

Wilansari, SPdi terpilih sebagai pemenang nominasi guru paling rajin, sedangkan  Esti Marannu, SPd terpilih jadi guru terheboh, dan Megawati Usman Busrah, S.Kom terpilih sebagai guru yang paling disegani.

Yustika Berlianti Amran selaku Ketua Panitia HGN tahun 2016 di SMK Neco Jaya Palopo, menyerahkan hadiah berupa bingkisan kepada ketiga guru pemenang nominasi dengan berbagai kategori di atas.

Peringatan HGN di SMK Neco Jaya Palopo juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah siswa- siswi sekolah tersebut, saat memperlihatkan bakat dan minat mereka. Kebolehan para pelajar itu, antara lain membaca puisi, menyanyi dan menari.

Di sela- sela acara tersebut, Asmiono, SPd yang ditemui Wartawan Tabloid SAR, mengemukakan sejumlah harapannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo.

Harapan itu, antara lain berharap kepada Pemkot Palopo agar tidak membeda- bedakan sekolah swasta dengan sekolah negeri yang ada di Kota Palopo.
Ia juga mengeluhkan sikap Pemkot Palopo terkait pendataan guru honorer yang lolos kategori II.

“Dalam kebijakan pendataan guru yang dinyatakan lolos kategori II pada tahun 2010 lalu, terkesan membedakan guru yang mengabdi pada sekolah swasta dengan negeri. Sepertinya cuma guru honorer di sekolah negeri yang didata, sedangkan guru- guru pada sekolah swasta hanya jadi penonton dalam pengangkatan itu,” keluh Asmiono.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar Pemkot Palopo konsisten untuk mendukung kemajuan sekolah- sekolah swasta yang ada di Kota Palopo.

“Yang saya maksud adalah agar Pemkot tegas untuk membatasi jumlah ruang belajar (Rumbel) sekolah negeri yang ada di Kota Palopo, jangan sampai sekolah negeri sudah di berikan batasan maksimal 9 Rumbel setiap tingkatan, tetapi masih membuka Rumbel melebihi dari pada batasan tersebut,” harapnya.

Asmiono juga berharap agar Pemkot Palopo memberi perhatian yang sama terhadap sekolah swasta maupun negeri dalam dukungan sarana dan prasarana, kuncinya. (Jirham/WM)


No comments:

Post a Comment

.

.