.

.

Friday, 18 November 2016

SMPN 1 Lamasi, Masih Kekurangan Guru

Kepala SMPN 1 Lamasi, Andarias Ratda, S.Pd, M.Pd.
WALMAS, Tabloid SAR- SMPN 1 Lamasi, yang berada di Jalan Andi Jemma, Desa Lamasi, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Yang jaraknya sekitar 87 Km dari Belopa Ibukota Kabupaten Luwu dan berjarak 357 Km dari Makassar Ibukota Provinsi Sulsel.

Pada Tahun Ajaran (TA) 2016/ 2017 ini, SMPN 1 Lamasi sudah mulai menerapkan Kurikulum Tahun 2013 yang lasim disebut K13, khususnya bagi siswa Kelas VII (Kelas 1, red) di sekolah itu .
Sebanyak 295 siswa- siswi baru Kelas VII SMPN 1 Lamasi yang tersebar dalam 10 ruang belajar (Rumbel) kali ini telah mengikuti proses belajar sesuai dengan K13. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMPN 1 Lamasi, Andarias Ratda, S.Pd, M.Pd, saat ditemui Wartawan Tabloid SAR baru- baru ini.

“Di sekolah kami ini, sudah menerapkan K13 mulai TA. 2016/ 2017. Jadi sekitar hampir 300an siswa baru pada Kelas VII di sekolah ini telah mengikuti proses belajar berdasarkan K13,” ujar Andarias sembari mengatakan siswa- siswi Kelas VIII dan IX di sekolah itu tetap menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum lama.

Andarias juga mengaku pihaknya optimis penerapan K13 di sekolah yang dinahkodainya itu akan berhasil menerapkan K13 karena para tenaga pendidiknya (para guru- red) yang mengajar di sekolah itu telah mengikuti pelatihan penerapan K13 sejak beberapa tahun lalu.

Menurut Andarias, bahwa perbedaan K13 dengan KTSP tidak terlalu signifikan. Yang agak berbeda hanyalah mata pelajaran Pra Karya pada K13 yang mewajibkan para pelajar untuk lebih banyak praktek.

Sedangkan mata pelajaran serupa, disebut dengan nama pelajaran Muatan Lokal pada KTSP, merupakan materi pilihan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan para siswa di daerah sekolah itu berada, jelas Andarias.

Kendati demikian, Andarias mengakui ada sedikit kendala dalam penerapan K13 di sekolah yang dipimpinnya.

Pasalnya di SMPN 1 Lamasi, masih terdapat kurangnya, beberapa guru mata pelajaran tertentu.

“Sekolah kami ini masih kekurangan sejumlah guru mata pelajaran, seperti guru Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPS dan guru Pra Karya,” urainya.

Meski kekurangan sejumlah guru mata pelajaran sebagaimana disebutkan diatas, akan tetapi di sekolah ini juga kelebihan 1 guru mata pelajaran PKN.

“Kalaupun sekolah ini masih kekurangan beberapa guru mata pelajaran, namun di sini juga kami kelebihan 1 orang guru PKN sebab di sekolah ini idealnya diajar oleh 3 guru PKN namun faktanya kami menampung 4 guru PKN saat ini. Jadi guru PKN kami lebih 1 orang,” sebut Andarias.

Andarias berharap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Luwu sedapat mungkin mendistribusikan guru mata pelajaran yang masih kurang di SMPN 1 Lamasi, harapnya.

Sebanyak 30 Rumbel di sekolah itu, dengan rincian masing- masing tingkatan terdiri dari 10 Rumbel.
Siswa- siswi Kelas VII tersebar pada 10 Rumbel, 9 Rumbel terisi dengan 30 orang siswa dan 1 Rumbel hanya terisi 25 orang. Kelas ini adalah Kelas Unggulan SMPN 1 Palopo. Demikian juga dengan Kelas VIII dan IX, tandas Andarias.

Untuk diketahui, SMPN 1 Lamasi pada TA. 2015/ 2016 lalu menammatkan sebanyak 282 siswa yang saat ini tersebar pada sejumlah SLTA Unggulan di Sulsel, khususnya di Kabupaten Luwu dan Kota Palopo. (RD/WM)

No comments:

Post a Comment

.

.