.

.

.

Senin, 12 Desember 2016

81 Orang Keracunan ES Krim di Kota Palopo, Pada Umumnya Pelajar


Pelajar yang keracunan sedang mendapat perawatan di RSUD Sawerigadning.

Mersi Matarru SKM Kepala Tata Usaha
Puskesmas Wisata Padang Lambe
PALOPO, Tabloid SAR – Ada 81 korban keracunan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, akibat diduga makan es krim yang dijajakan oleh pedagang es keliling, Selasa (15/11/2016).

Pada umumnya korban keracunan tersebut adalah pelajar, mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Wisata Padang Lambe dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading (Rampoang) setelah muntah yang disebabkan oleh sakit perut.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Wisata Padang Lambe, Mersi Matarru SKM kepada Tabloid SAR melalui hubungan handphone. “Pihak Puskemasmas kami mengambil tindakan perawatan tingkat pertolongan pertama, jika kelihatan cukup serius atau kondisinya kritis, maka kita rujuk ke RSUD Sawerigading,” tuturya.

Mersi lanjut menuturkan bahwa dari 81 korban keracunan tersebut, maka 35 kita rujuk ke RSUD Saweriading dan 46 menjalani rawat jalan dalam pengawasan Puskemas kami. “Para korban keracunan tersebut akibat sebelumnya diduga makan es krim,” ujarnya.

Menurut Mersi, para korban keracunan tersebut pada umumnya anak-anak pelajar, terdiri dari 71 murid SD, 7 siswa SMP, 2 anak TK dan 1 anak balita. “Adapun murid SD yang jadi korban tersebut adalah pelajar di Negeri 51 Sumarambu dan SMPN 12 Palopo,” rincinya melalu SMS pada handpone Redaksi Tabloid SAR.

Pantauan di RSUD Sawerigading, petugas medis nampak sibuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pelajar yang keracunan. Direktur RSUD Sawerigading, Nazaruddin Nawir mengatakan, hingga pukul 15.00 Wita, jumlah pasien keracunan yang mereka tangani sebanyak 31 pelajar. Rinciannya, 4  pelajar SMP, sisanya adalah pelajar SD. "Semuanya menjalani perawatan rawat inap," ujar Nazaruddin.

Aby, salah seorang pelajar, mengatakan dia sakit perut setelah memakan es krim cokelat. "Dia (penjual es krim) datang menjual di depan sekolah menggunakan motor, ada banyak teman saya yang beli," ujarnya.

Pelajar SMP bernama Sahrul juga menyampaikan dirinya mengalami sakit perut setelah makan es krim cokelat. Kata Sahrul, saya pergi beli es krim tersebut walau jarak antara sekolah saya dengan SDN 51 sekitar 1 kilometer.

Setelah berita ini naik cetak, maka belum ada penjelasan resmi dari Walikota Palopo, terkait kasus dugaan keracunan massal ini.  (Ories/che)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.