.

.

.

Senin, 12 Desember 2016

Akhirnya Warga Negara Austria & Pemandunya di Temukan

Begitu Mistikkah Kawasan Hutan di Pegunungan Tamboke Lutra?

Tampak, Gerald Jebinger adalah  seorang warga Negara Austria (tengah),
saat ditemukan kembali akbat hilang bersama seorang pemandunya
di kawasan hutan Pegunungan Tamboke Lutra.
Lutra, Tabloid SAR – Di mana kawasan hutan pada pegunungan di wilayah Tana Luwu, seperti halnya di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), nampaknya sudah menjadi rahasia umum jika cenderung berdimensi gaib.

Banyak cerita mistik yang sifatnya berdimensi gaib pada hutan-hutan pegunungan di Tana Luwu in, telah menjadi bahan pembicaraan baik dari tetua kampung maupun dari kalangan pecinta alam yang kerap melakukan pendakian gunung atau menyalurkan hobi untuk melakukan hiking (mendaki gunung, red).

Halnya kawasan hutan pada pegunungan Tamboke Lutra, juga disebut-disebut adalah beralam mistik yang sifatnya berdimensi gaib, sehingga sudah beberapa pendaki di pegunungan ini menjadi tersesat.

Konon pula ada yang hilang secara misterius, jika kembali adalah senantiasa pula membawa cerita mistik, bahwa mereka memasuki alam gaib yang sangat sukar diterima dengan alam logika secara normal.

Jadi pada kawasan hutan pada pegunungan inilah, seorang warga Negara Austria bernama Gerald Jebinger dan pemandunya bernama Budi adalah sempat tersesat, sehingga kembali ditemukan pada Selasa (1/11-2016) oleh Tim Tim Rescue Pos SAR Bone dan Basarnas gabungan TNI/POLRI.

Keduanya berhasil ditemukan sekira pukul 11.00 Wita di Pos l dalam perjalanan pulang ke perkampungan warga di Desa Tamboke Kecamatan Sukamaju, Lutra.

Saat ditemukan Gerald Jebinger dan Budi dalam kondisi lemas. Lalu pada pukul 12.30 Wita, keduanya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma di Masamba.

Saat dievakuasi, maka turut hadir dalam penjemputan tersebut antara lain adalah Sekda Lutra Drs.H.Abdul Mahfud MM, Kepala Kesbangpol Kabupaten Lutra Ir. Buramin Dannu, Koorlap Basarnas Teluk Bone Andi Sultan dan lain-lain.

Budi, seorang suku Bali adalah warga Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju Lutra, mengaku memasuki kawasan hutan pada Pegunungan Tamboke selama 6 hari perjalanan dari hari Kamis (27/10-2016) hingga hari Selasa (1/11-2016), namun kehabisan bekal makanan.

"Bekal kami habis, supaya dapat bertahan hidup selama tersesat, jadi terpaksa kami makan daun-daun dan beberapa buah kayu," ujar Budi saat dirawat di rumah sakit.

Atas kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Lutra menghimbau para pecinta alam, ataupun setiap warga yang ingin melakukan pendakian di Pegunungam Tamboke agar berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat.

"Kedua orang ini, Gerald Jebinger dan Budi tidak berkoordinasi dengan pemerintah setempat baik kepada BPBD Luwu Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bahkan kepada pemerintah desa di Tamboke," katanya.

Pentingnya pemerintah mengetahui adanya aktifitas pendakian oleh seseorang atau sekelompok orang di wilayah ini, agar mempermudah melakukan pencarian pada kondisi yang tidak diinginkan. "Harus jelas, tujuannya di titik mana, selama berapa lama, agar ketika ada kejadian pemerintah bisa cepat menemukan," kuncinya. (Che)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.