.

.

.

Senin, 19 Desember 2016

Dinas Dukcapil Kabupaten Wajo Launching One Day Service

Gubernur Sulsel DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, menandatangani sebuah Prasasti didampingi Bupati Wajo Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM 

WAJO, Tabloid SAR- Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakatnya.
Inovasi baru Dinas Dukcapil Wajo itu berupa program pelayanan data kependudukan yang dinamai “One Day Service.”
Inovasi layanan publik tersebut, dilaunching bertepatan dengan peringan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 45 se Sulsel yang dipusatkan di Kabupaten Wajo.
Program layanan data kependudukan berbasis online itu diresmikan Gubernur Sulsel Syarul Yasin Limpo didampingi Bupati Wajo Andi Burhanuddin di Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Wajo, Sabtu (17/12/2016) seusai menggelar upacara HUT Korpri ke 45 di Lapangan Merdeka Kota Sengkang.
Usai launching One Day Service, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Wajo, Dahniar Gaffar mengatakan, dengan program itu, layanan data kependudukan pada dinas yang Ia pimpin, maksimal satu hari jika yang bersangkutan sudah terdata dan datang langsung ke kantor Dinas Dukcapil.
“Standar operasional layanan e- KTP atau KTP Elektronik sebelumnya, maksimal tiga hari, namun dengan system Wan Day Service standar kami menjadi maksimal satu hari,” jelas Dahniar.
Dengan pemberlakuan system layanan itu, Dinas Dukcapil Kabupaten Wajo berhasil mendapatkan sertifikat berstandar Internasional.
“Berkat pemberlakuan system ini, Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan sertifikat ISO, yang artinya kita sudah diakui berdasarkan standar Internasional, ujar Dahniar.
Kendati demikian, petugas Dukcapil Kabupaten Wajo masih saja menemui sejumlah kendala, dalam pelayanan e- KTP.
Pasalnya, sebagian masyarakat yang hendak mengurus e- KTP terkadang masih menggunakan perantara.
“Padahal jika yang bersangkutan datang langsung ke kantor ini, mengurus e- KTP, tanpa melalui perantara tentu dalam waktu maksimal satu hari semua beres,” kata Dahniar seraya mengatakan, menggunakan perantara dalam pengurusan data kependudukannya di Dukcapil berpotensi memicu pungutan liar (Pungli).
Selain itu, Dahniar juga menghimbau kepada masyarakat Wajo untuk segera melaporkan kepada dirinya jika ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Dinas Dukcapil yang melakukan Pungli saat memberikan layanan pembuatan KTP atau Kartu Keluarga (KK).
Sebab kata Dia, layanan itu sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya. “Layanan KTP dan KK gratis, seluruh biayanya telah ditanggung oleh pemerintah,” tukasnya. (Jeni/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.