.

.

.

Kamis, 08 Desember 2016

Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu Gelar Program Kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Teknis Usaha Perikanan

Kerjasama Berita dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu

Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu, Ir. Suharjono M. Anwar, M.Si (kiri) saat membuka acara pelatihan tentang program kegiatan pembinaan dan pendampingan teknis usaha perikanan,  Sabtu (27/8-2016) di TPI Ulo–Ulo Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu. 

LUWU, Tabloid SAR – Potensi perikanan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, patut dikatakan sangat melimpah. Hanya saja belum signifikan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan hidup rakyat di daerah yang dijuluki Bumi Sawerigading ini.

Maka hal inilah, sehingga Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu, menggelar program kegiatan pembinaan dan pendampingan teknis usaha perikanan, beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Sabtu, 27 Agustus 2016 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ulo–Ulo Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu, Ir. Suharjono M. Anwar, M.Si menyampaikan, bahwa kegiatan ini tak lain untuk membina masyarakat pesisir yang tergabung dalam wadah Kelompok Pengelolah dan Pemasar Hasil Perikanan atau POKLAHSAR.

Hal tersebut, lanjut Suharjono menyampaikan, maka nantinya diharapkan untuk dapat menumbuhkan kegiatan usaha home industry pada sektor perikanan, pada gilirannya dapat menjadi penggerak lokomotif ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Tuturnya lebih lanjut, bagaimana melalui program kegiatan ini, supaya budidaya dan tangkap hasil perikanan dapat dikelola dari hulu ke hilir melalui metode home industry, dengan memperhatikan SRD (Sarana Rantai Dingin). “Tentu pengelolaanya, perlu pula memperhatikan sistem sanitasinya agar produk yang dihasilkan menjadi higienis,” ujar Suharjono.

Maksudnya, kata Suharjono lagi, supaya daya tahan ikan dapat lebih lama, sehingga bisa di konsumsi dalam jangka panjang. “Halnya saat memasuki pangsa pasar, maka dapat pula bertahan lama untuk diperjual–belikan, sebab sudah tidak cepat lagi mengalami proses pembusukan,” terangnya.

Maka dengan itu pula, sambung dia, sehingga diadakan program pelatihan dan bimbingan secara teknis yang diikuti dengan praktek. “Tentu tujuannya, agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berjiwa kewiraan dalam mengembangkan kegitan usaha di bidang perikanan dengan usaha lainnya,” papar Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu ini.

Sementara itu, Khaswan Purnama SE, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas kegiatan ini menambahkan, bahwa pelatihan ini dilaksanakan guna merintis usaha pengolahan usaha hasil perikanan skala rumah tangga atau semacam home industry, supaya dapat memenuhi mutu menurut syarat Good manufacturing practices (GMP). “Maka faktor sanitasi dan higienitas produksi, sudah menjadi syarat untuk dapat memasuki sebuah ranah pangsa pasar,” tandasnya.

Tutur Khaswan lebih lanjut, apalagi ini sudah menjadi program kementerian kelautan dan perikanan. Untuk bertujuan menambah wawasan kelompok dalam mengelola ikan menjadi sebuah produk yang higienis dan lezat tapi dapat bertahan lama. “Pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan produk karya kolompok,” tukasnya.

Dijelaskan pula oleh Khaswan, bahwa kita menghadirkan dua orang instruktur dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone, masing–masing bernama Pak Supryady SPd MSi dan Ibu Nunung Indrawati SPd.

Jadi kedua instruktur inilah, sambung Khaswan, diundang untuk memberikan materi praktek terhadap kelompok tentang teknik pengelolaan ikan sesuai prinsip–prinsip sanitasi, bagaimana harusnya menghasilkan suatu produk yang bersifat higienis.

Lanjut ia menjelaskan, bahwa program yang dihelat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Luwu ini, dibiayai melalui DAU TA 2016 sebesar Rp 18.150.000.

“Maka adapun dana sebesar tersebut, sudah include untuk membiayai semua kebutuhan yang terkait dengan program kegiatan pembinaan dan pendampingan teknis usaha perikanan ini,” bebernya.

Dia kemudian menambahkan, bahwa adapun kegiatan ini diikuti oleh 11 kelompok dari empat kecamatan yakni, Bua, Ponrang, Belopa dan Suli.


“Jadi tentunya kita sangat berharap, kiranya nantinya dapat menjadi penggerak ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan taraf hidup masyarakat pesisir di daerah kita in,” kunci Khaswan Purnama. (Gugun/Ories)

Khaswan Purnama SE (kiri), selaku PPK kegiatan saat memberikan materi pelatihan sekaligus memotivasi peserta pelatihan agar dapat menumbuhkan semangat kewiraan pada bidang hasil usaha perikanan. 

Para peserta pelatihan, foto bersama dengan kedua instruktur dari SUPM Negeri Bone selaku pemateri (tengah) dan  PPK Kegiatan Khaswan Purnama SE (kiri).
Tampak Instruktur supryady, SPd MSi, didampingi Instruktur Nunung Indrawati SPd, sedang memperagakan metode pengelolaan ikan yang bersifat higienis.

Para peserta pelatihan sedang mempraktekkan tata cara pengelolaan ikan yang bersifat higienis.
Para peserta pelatihan sedang menggoreng ikan hasil pelatihan.
Nunung Indrawati, SPd (kiri)) sedang memperagakan cara mempacking ikan hasil olahan agar dapat bertahan lama. Tampak supryady, SPd MSi (tengah) sedang memberikan materi pelatihan. Keduanya adalah instruktur dari SUPM Negeri Bone. Tampak pula, didampingi oleh PPK Kegiatan Khaswan Purnama SE (kanan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.