.

.

Rubrik

.

Rabu, 21 Desember 2016

Dinas Kependudukan Torut, Kehabisan Blanko e-KTP

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Toraja Utara, Drs. Johny Parubak, M.Si
Johny Parubak : Perekaman Data Penduduk Wajib KTP di Kabupaten Torut Mencapai 80 Persen

TORUT, Tabloid SAR- Stok blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, yang lazim disebut e-KTP di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel), sejak bulan Oktober lalu mulai menipis dan telah habis sejak awal Desember 2016.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Torut, Johny Parubak saat ditemui Wartawan Tabloid SAR, di ruang kerjanya, Kamis (15/12/2016) siang.

“Persedian blanko e-KTP kami, sejak bulan Oktober lalu sudah mulai menipis dan telah habis pada awal Desember ini,” ujar Johny sembari mengatakan problem itu menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan perekaman data penduduk di Torut.

Kendati demikian, masyarakat Kabupaten Torut yang datang ke kantornya, tetap dapat terlayani jika hendak mengurus e-KTP. Karena di kantor tersebut masyarakat bisa mengambil Surat Keterangan Penduduk Sementara atau KTP sementara yang berlaku enam bulan.

Menurut Johny, KPT sementara tersebut berlaku selama enam bulan dan memiliki fungsi yang sama dengan e-KTP.

“KTP sementara yang diterbitkan Dinas Dukcapil, berlaku enam bulan dan sama fungsinya dengan e-KTP. Itu berdasarkan Surat Edaran Mentri Dalam Negeri (Mendagri),” jelas Johny.

Meski demikian, sejak awal Desember 2016 perekaman data penduduk yang hendak mengurus KTP sementara, tetap terkandala.

Pasal, fasilitas elektronik yang digunakan pada Dinas Dukcapil Torut, sejak awal Desember mengalami trouble system (ganguan sistem - red).

Namun hal itu, diyakini Johny tidak akan berlangsung lama, sebab mengenai kendala kehabisan blanko dan gangguan sistem fasilitas perekaman e- KTP tersebut, telah dilaporkan kepada pihak terkait.

Akibat dari adanya problem kehabisan blanko dan troublenya alat perekaman e-KTP itu, kata Johny berdampak pada perekaman data penduduk yang kurang maksimal.

“Itu dapat dilihat pada pencapaian target maksimal hingga 100 persen. Sebab dari 150 ribu penduduk Torut yang wajib memiliki e-KTP, hingga kini baru sekitar 80 persen dapat terlayani. Artinya masih ada sekitar 10 ribuan penduduk Kabupaten Torut belum terekam datanya,” urai Johny.

Padahal, pencapaian target maksimal perekaman data penduduk wajib KTP di Torut dapat tercapai jika saja pada akhir tahun ini, blanko e-KTP tidak habis dan alat perekaman e-KTP tidak mengalami trouble.

Karena selama ini, pelayanan perekaman data penduduk tidak hanya dilakukan di Kantor Dinas Dukcapil, akan tetapi sering dilaksanakan pada SMA dan SMK yang ada di Torut. Sepanjang di sekolah tersebut jaringan internetnya bagus untuk mengoperasikan alat perekaman data penduduk.

“Untuk memaksimalkan perekaman data penduduk, kami sering melaksanakan tugas dengan sistem jemput bola. Dalam hal ini petugas Dinas Dukcapil turun melakukan sosialisasi dan perekaman data penduduk pada SMA dan SMK yang ada di Torut,” ketusnya seraya mengatakan, bagaimana mau turun ke sekolah- sekolah klau blanko habis dan alat perekaman e-KTP trouble.


Untuk diketahui, berdasarkan data Kemendagri pada Juni 2016 lalu, dari 300an ribu penduduk Torut, setelah difalidasi atau dikonsolidasikan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kemendagri, total penduduk di Kabupaten Torut sebanyak 235.876 jiwa. (William/RD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.