.

.

Saturday, 31 December 2016

DPM-PTSP Kota Palopo Launching Sistem Pelayanan ‘Mabassa’

Walikota Palopo, HM Judas Amir (kiri) saat launching sistem pelayanan Mabassa di DOM-PTSO Kota Palopo.
Walikota : Jangan Sampai Hanya Sekedar Slogam dan Mati Colli

PALOPO, Tabloid SAR – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), nampaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik pada berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Halnya pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Palopo, dalam menarik lebih banyak investasi, sehingga melaunching program dan slogan baru pelayanan perizinan 'Mabassa'.

Adapun launching program Pelayanan Perizinan 'Mabassa' ini, dilakukan di Gedung Saodenrae Convention Centre (SCC) Kota Palopo, Kamis 15 Desember 2016, tak lain sebagai upaya untuk mewujudkan Palopo Ramah Investasi, sebagai spirit yang terkandung di dalam slogan tersebut.

Wali Kota Palopo H Muhammad Judas Amir, dalam sambutannya, mewanti-wanti jangan sampai Pelayanan Perizinan 'Mabassa' ini hanya sekedar slogan, dan tidak berlanjut terus menerus.

"Jangan sampai ini 'mati colli.' Apa yang dilakukan ini, harus terus menerus diterapkan," pesannya.

Kepala DPM-PTSP Kota Palopo, Farid Kasim Judas, dalam sambutannya, menjelaskan, kata ‘Mabassa’ merupakan kearifan lokal yang berarti ramah. Namun mengandung makna yang dalam untuk dijewantahkan dan dijadikan spirit dalam membangun daerah.

Mabassa, merupakan akronim dari 'Mudah, Akuntabel, Bersahabat, Adil, Sederhana, Simpatik dan Aman.' Filosofinya, Mudah berarti tidak membutuhkan banyak fikiran, Akuntabel, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan, Bersahabat adalah perilaku kerjasama dan saling mendukung antar apemberi dan penerima layanan perizinan.

Sementara Adil, dimaknai dengan tidak membeda bedakan yang berarti semua orang membutuhkan perlakuan yang sama dalam perizinan.

Sederhana yang berarti tidak berlebih lebihan, Simpatik menarik hati dan Aman yang berarti terkendali dan tanpa resiko.

Mabassa ini terkait dengan penyederhanaan izin yang sedang berproses. Dimana sebanyak 78 Jenis perizinan disederhanakan menjadi 22 jenis.

"Penyederhanaan izin ini kami lakukan hanya dalam waktu tiga bulan," tandas Farid. (RD)

No comments:

Post a Comment

.

.