.

.

Rubrik

.

Minggu, 11 Desember 2016

Kajari Luwu diganti

Selamat Jalan Pak Zet dan Selamat Datang Pak Gede


*) Harapan Tradisi Pemberantasan Korupsi Terus Memberikan Ekspektasi Kuat, untuk Makin Mendorong Terwujudnya Good Governance di Luwu

 Rahmat K Foxchy
Oleh : Rahmat K Foxchy

Sepertinya baru kemarin, padahal sudah kurang lebih 27 bulan, Pak Zet Tadung Allo memimpin Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Sulawesi Selatan (Sulsel). Banyak prestasi yang telah ditoreh, khususnya dalam hal mendorong agenda-agenda pemberantasan korupsi di daerah ini.

Akan tetap itulah ketentuan yang selalu dialami oleh aparatur negara terlebih namanya pejabat dalam sebuah institusi formal kekuasaan seperti kejaksaan, maka mutasi merupakan hal yang sudah sangat lumrah.

Pak Zet, begitu Pak Zet Tadung Allo akrab disapa, selama berkiprah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu, maka Beliau menjadi mitra kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah dalam membahas masalah kasus-kasus korupsi.

Tidak hanya itu, Beliau juga menjadikan pers sebagai mitra komunikasi dan informasi dalam mendorong proses penegakan supremasi hukum, terkait dengan penanganan kasus-kasus korupsi.

Namun jelasnya bahwa di balik gaya kepemimpinannya yang bersifat low profile dan sangat familiar tersebut. Nampaknya justru menjadi sebuah kekuatan untuk mengambil langkah tegas, dengan tanpa mengenal kompromi dalam mengungkap sederet kasus-kasus korupsi di Kabupaten Luwu ini.

Pada gilirannya, sehingga tidak hanya memberikan kredit point bagi lembaga kejaksaan, menurut Tupoksinya dalam mendorong agenda-agenda pemberantasan korupsi. Akan tetapi lebih dari pada itu, sebab mampu memberikan ekspektasi kuat terhadap masyarakat, di tengah upaya-upaya mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) di wilayah hukum Kejari Luwu ini.

Untuk itu, maka saya selaku Pimpinan Kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah mengucapkan selamat jalan Pak Zet, harapan di tempat dan jabatan barunya berkarier sebagai Asisten Pembinaan pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng), semoga sukses selalu!!!

Olehnya itu pula, sudah tentu saya secara pribadi maupun selaku organisator pada Kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, mengucapkan selamat datang Pak Gede, sapaan akrab Pak Gede Edy Bujanayasa yang sekarang ini menduduki kursi nomor satu di Kejari Luwu.

Harapan tradisi Kejari Luwu yang sudah sangat progresif dalam mengusut kasus-kasus korupsi di bawah kepemimpinan Pak Zet selama ini, terus berlanjut di bawah kepemimpinan Pak Gede.

Apalagi Pak Gede, patut dikatakan tidak memiliki hubungan emosional secara kultural dengan kalangan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu pada khususnya dan Sulsel pada umumnya. Pasalnya, bahwa ada pula sejumlah kegiatan proyek yang dilaksanakan di Kabupaten Luwu ini, ditangani langsung oleh pihak Pemerintah Provinsi Sulsel.

Jadi tentunya, kami sangat percaya bahwa Pak Gede akan terus melanjutkan tradisi untuk menunjukkan ekspektasinya terhadap langkah-langkah pemberantasan korupsi, sebagaimana yang telah diwariskan oleh Pak Zet tersebut.

Namun jika mengabaikan semangat kemitraan dengan para aktivis LSM dan kalangan insan pers, maka tentunya akan sangat memberikan skeptifitas terhadap langkah-langkah pemberantasan korupsi di daerah ini.

Hanya saja sangat perlu dicermati bahwa terdapat pula beberapa oknum aktivis LSM dan wartawan yang akan berusaha untuk memanfaatkan kedekatan dengan Pak Kajari. Lalu mereka menjadikannya sebagai dalih pembenaran untuk melakukan hal-hal sifatnya tidak terpuji.

Mengingat adanya kedekatan dengan Pak Kajari, justru tidak sedikit dari mereka melakukan modus-modus yang tidak sepatutnya, baik terhadap setiap SKPD maupun di tengah masyarakat, yang kemungkinannya sangat berpotensi untuk dapat merusak nama baik pak Kajari sendiri. Jadi hal seperti ini adalah sangat perlu untuk diwaspadai.

Kendati demikian, saya pun percaya bahwa Pak Gede, tidak akan menutup diri pada kalangan aktivis LSM dan insan pers dalam menjalin semangat kemitraan di tengah upaya mendorong agenda-agenda pemberantasan korupsi di daerah ini.

Kami pun juga yakin pada Pak Gede bahwa dalam mengusut kasus-kasus korupsi tidak akan mengenal istilah tentang praktek-praktek tebang pilih. Sekiranya berkenan, tentunya kami dari Kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah juga siap menjalin semangat kemitraan dalam mendukung langkah-langkah kebijakan Pak Gede selama menjadi Kajari Belopa. Untuk itu, semoga pula sukses selalu!!! (RKF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.