.

.

Monday, 12 December 2016

Kejari Wajo Tahan Dua Tersangka Korupsi Dana BOS

Termasuk Menahan Tiga Tersangka Korupsi Dana Desa

Kasi Pidsus Kejari Wajo, Ari Candra
WAJO, Tabloid SAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, nampaknya sedang menunjukkan taringnya di tengah mengusut kasus-kasus dugaan korupsi di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan (Sulsel).

Setelah menahan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo, IB Putu Artana bersama dua rekannya yang lain pada Rabu sebelumnya (3 November 2016). Maka Kejari Wajo terus mengusut kasus-kasus dugaan korupsi lainnya.

Antara lain adalah kasus dugaan korupsi  penyalahgunaan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penyalahgunaan Dana Desa. Hal tersebut dilaporkan oleh kontributor Tabloid SAR dari Sengkang, Kabupaten Wajo, Rabu (9/11/2016).

Terkait dugaan korupsi dana BOS tahun 2014-2015 di SMK Negeri 1 Sengkang, sehingga menyeret dua tersangka dan resmi menjadi tahanan pihak Kejari Wajo. Termasuk menahan tiga tersangka kasus korupsi penyalahgunaan Dana Desa di Desa Desa Ugi, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo.

Untuk kasus dana BOS di SMKN 1 Sengkang, maka tersangka yang ditahan adalah Kepala Sekolah SMK Parawangsa dan Bendahara Dana BOS SMK, Muh Hansip. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Pidsus Kejari Wajo, Ari Candra kepada wartawan di ruang kerjanya.

Menurut Ari Candra, indikasi kerugian negara dalam kasus ini kurang lebih Rp300 juta berdasarkan perhitungan kerugian keuangan Negara BPKP Perwakilan Sulsel, Nomor : LapKKN SR-531/PW21/5/2016 tanggal 15 Agustus 2016.

Adapun modus penyalahgunaan dana bos ini, ujar Ari Candra, yakni mengusulkan jumlah siswa yang tidak sesuai dengan yang ada dalam antrian jumlah siswa ditambah namun tidak sesuai dengan kenyataan.

Kemudian kelebihan dana bos tersebut, dipergunakan lagi tidak sesuai dengan peruntukannya. "Seperti penggunaan dana Bimtek ke jakarta, pembelian buku. Nah, pada pembelian buku ini, kembali di mark up,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama pula, Ari Candra juga menyampaikan penahanan tiga tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa tahun 2015 di Desa Ugi, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo.

Kata dia, kasus penyalahgunaan Dana Desa ini terkait pengerjaan jalan tani Salopokko di Desa Ugi, .terindikasi timbulkan kerugian negara mencapai Rp150 juta. “Ya, modusnya dengan cara mark up bahan serta upah buruh,” imbuh Ari Candra.

Lanjut ia menyampaikan, tersangkanya adalah Jamaluddin selaku tenaga teknis, Andi Anto Darmansah selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan rekanan H Hasanuddin. “Ketiganya telah ditahan,” tukasnya.

“Sebenarnya dalam kasus ini, ada empat tersangka, namun satu tersangka yakni Kepala Desa, Alm Andi Amiruddin, namun penuntutan dihentikan karena meninggal dunia,” beber Kasi Pidsus Kejari Wajo ini.

Untuk diketahui bahwa para tersangka, baik yang tersangkut dugaan korupsi dan BOS SMKN 1 Sengkang maupun yang tersangkut dugaan korupsi Dana Desa di Desa Ugi tersebut, telah dijebloskan ke dalam Lapas Kelas 1 A Makassar. 

Sedangkan pada Rabu sebelumnya, 3 November 2016,  Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo,  IB Putu Artana bersama dua tersangka lainnya telah pula dijebloskan ke dalam Lapas yang sama.

Hal tersebut, akibat tersangkut kasus korupsi dugaan penyalahgunaan dana proyek Pengembangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai di Kecamatan Keera 2013, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2.135 juta. (*)

No comments:

Post a Comment

.

.