.

.

Rubrik

.

Sabtu, 31 Desember 2016

Masyarakat Desa Wara Renovasi Bangunan Masjid

Tampak Masjid Nurhuda, merupakan Masjid Raya Desa Wara sedang dalam renovasi bangunan, mengharapkan bantun dari pihak Pemkab Luwu.
Harapkan Bantuan dari Pemkab Luwu

KAMANRE, Tabloid SAR-Gerak pembangunan di Desa Wara, Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Udding R  adalah semakin dirasakan masyarakat.

Hal tersebut, sebab adanya Dana Desa pada setiap tahun anggaran dari pemerintah pusat yang menjadi sumber pendanaan untuk membiayai kegiatan-kegiatan program pembangunan, terkait dengan upaya memajukan infrastruktur pedesaan.

Hanya saja Dana Desa tersebut, rupanya tidak dapat diperuntukkan dalam membiayai pembangunan rumah-rumah ibadah, antara lain seperti pembangunan masjid. Akibatnya renovasi bangunan Masjid Raya Nurhuda di Desa Wara hanya mengandalkan swadaya murni dari masyarakat.

Akan tetapi itupun masih sangat jauh dari harapan untuk dapat merampungkan pembangunan Masjid Raya Desa yang bersifat refresentatif, supaya menjadi tempat beribadah bagi warga desa dan menanamkan nilai-nilai kehidupan religius bagi anak-anak generasi Islam di desa ini.

Kades Wara, Udding sangat mengharapkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu agar dapat memberikan bantuan renovasi bangunan Masjid Nurhuda ini, sekaligus merupakan Masjid Raya di desa kami. “Itu sudah merupakan harapan dari warga desa kami, kiranya Pak Bupati (HA Mudzakkar, red) dapat meresponnya,” tuturnya kepada reporter Tabloid SAR, Rabu (14/12-2016) di rumah kediamannya.

Undding yang juga didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Wara, Masdar SPDI lanjut menuturkan, Masjid Raya Desa kami ini direnovasi atas swadaya murni dari warga, sebab Dana Desa memang tidak dibenarkan untuk digunakan membiayai pembangunan rumah ibadah.

Menurutnya, bahwa mestinya Dana Desa dapat pula digunakan untuk kegiatan pembangunan rumah ibadah. Karena program pembangunan tidak seharusnya hanya pada sebatas pembangunan fisik saja, tapi juga meliputi pembangunan spiritual, seperti dalam hal pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah.

Namun itulah masalahnya, sambung Kades Wara ini, sebab Dana Desa hanya dapat digunakan pada pembangunan infrasruktur jalan, drainase, jembatan dan lain-lain yang tidak ada hubungannya dengan pembangunan rumah ibadah.

Kemudian ia menambahkan, maka dengan alasan itu pula, sehingga kita tidak berani menggunakan Dana Desa untuk membiayai pembangunan masjid. “Padahal pembangunan spiritual demi penguatan terhadap nilai-nilai kehidupan religi adalah tak kalah pentingnya untuk membangun terwujudnya masyarakat yang maju yang sifatnya berbasis keimanan,” pungkas Udding. (Ories/Rais)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.