.

.

Monday, 12 December 2016

Orang-Orang Kaya di India Ramai-Ramai Minta Bantuan Orang Miskin

Warga India rela antre berjam-jam untuk menukarkan uang kertas baru.
NEW DELHI – Orang-orang kaya di India tiba-tiba saja melakukan perbuatan baik kepada orang-orang yang lebih miskin dari mereka. Mereka memperlakukan pembantu, sopir, pengasuh anak, dan tukang masak dengan sangat baik. 

Hal itu dilakukan sebagai langkah persuasif agar orang-orang miskin itu mau membantu mereka “mencuci uang hitam”. Pemerintah India pekan ini memberlakukan larangan edar bagi sejumlah nominal mata uang. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi tindak pidana korupsi, “uang hitam”, dan penghindaran pajak. Istilah tersebut diberikan bagi uang yang disimpan dalam bentuk nominal kecil di luar bank, dengan contoh di dalam rumah.

“Saya kaget dengan perbuatan baik yang tiba-tiba dari majikan. Hal itu berlangsung selama dua hari. Majikanku bahkan tidak pernah mau mengingat namaku. Di hari ketiga, ia memintaku mendepositokan uang senilai INR250 ribu (setara Rp49 juta) ke rekeningku sehingga ia bisa menyingkirkan uang hitam,” tutur seorang sopir bernama Rahul Sharma, dilansir Independent, Sabtu. 

Para pengamat sudah memprediksi bahwa pihak yang terdampak paling parah dengan kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi itu adalah dokter, pengacara, dan pengusaha properti. Mereka biasanya hanya mau dibayar dengan uang tunai untuk menghindari pajak dan menyimpan uang tersebut dalam rekening bank di luar negeri. Kepanikan langsung muncul di seantero India. 

Salah satunya adalah seorang petani bernama Kandukuri Vinoda yang bunuh diri. Perempuan berusia 55 tahun itu memiliki tabungan berjumlah besar dalam pecahan 1.000 dan 500 rupee yang kini tidak berlaku lagi. Pemerintah kini menerbitkan uang rupee dalam pecahan 500 dan 2.000 seri Mahatma Gandhi baru sebagai pengganti uang kertas lama. (int)

No comments:

Post a Comment

.

.