.

.

.

Selasa, 20 Desember 2016

Pemkab Luwu Laksanakan Kegiatan Penanaman Pohon di Latimojong

Kemenag Kabupaten Luwu “Lecehkan” Peringatan HMPI dan BMN?

Bupati Luwu, HA Mudzakkar di dampingi Ketua DPRD Kabupaten Luwu Andi Muharir, sedang bersiap-siap melakukan penanaman pohon. 
LUWU, Tabloid SAR – Pelaksanaan peringatan Hari Menanam Pohon Nasional (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) pada Senin 28 November 2016 lalu, yang kegiatannya secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Untuk Tingkat Kabupaten Luwu adalah dilaksanakan pada sepanjang pinggir jalan di wilayah Kecamatan Latimojong, meliputi Desa Kadundung, Desa Buntu Sarek, Desa Pajang dan Desa Ulusalu. Melibatkan ratusan orang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/POLRI dan masyarakat. Kecuali Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu, justru tak satupun yang hadir.

Hadir Bupati Luwu Haji Andi Mudzakkar, Wakil Bupati Luwu H Amru Saher, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Andi Abdul Muharrir, Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu H Syaiful Alam, Perwira Penghubung (Pabung) TNI Kabupaten Luwu Mayor TNI/Inf Martinus Pagassing yang mewakili Dandim 1403 Sawerigading, Wakapolres Luwu Kompol Abraham Tahalele dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Luwu Muhammad Akbar Datau SH.

Kepada reporter Tabloid SAR, Drs Ukkas Paessong MSi, selaku Ketua Panitia Pelaksana HMPI dan BMN Tingkat Kabupaten Luwu menuturkan, ada 4 macam tanaman bibit kayu yang ditanam yakni, pohon gamelina (jati putih), suren, mahoni dan jabon merah, keseluruhannya adalah sebanyak 22.500 bibit.

Lanjut Ukkas menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk melestarikan alam serta mengantisipasi adanya bencana alam seperti Longsor. “Penanaman pohon dilakukan di sisi kiri kanan pada sepanjang jalan sekitar 26,5 Kilometer, dengan jarak penanaman adalah 2 meter dari bahu jalan,” kata Kepala Bidang Perizinan dan Pengawasan (Zinwas) pada Dinas Hutbun Kabupaten Luwu tersebut.

Sedangkan Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy, justru menilai pihak Kemenang Kabupaten Luwu telah melecehkan Peringatan HMPI dan BMN. Pasalnya, tak ada satupun dari instansi vertikal yang satu ini hadir untuk berpartisipasi menanam pohon.

Menurutnya, kita dari kalangan aktivis dalam lakukan pemantauan, bahwa nampaknya pihak Kemenang Kabupaten Luwu tidak hadir. “Inikan sudah namanya, sebagai bentuk pelecehan terhadap program pemerintah pusat, tentang pelaksanaan HMPI dan BMN,” ujar aktivis yang satu ini dengan nada ketus.

Hal ini, kata penggiat LSM yang akrab disapa Ories ini, tentunya kita akan sikapi lebih lanjut hal tersebut, jika perlu kita laporkan kepada Menteri Agama. “Kita saja dari kalangan aktivis yang tidak digaji negara tapi hadir, padahal ini adalah program pemerintah yang bersifat nasional,” tandas aktivis yang dikenal vokal tersebut.

Terus terang saja, tambah Ories, kita sangat menyayangkan atas ketidakhadiran personil dari pihak Kemenag Kabupaten Luwu, akibatnya lokasinya kosong melompong sebab tidak ada sama sekali bibit yang tertanam. “Jadi bibit yang sudah disiapkan oleh pihak panitia yang dibeli dengan anggaran pemerintah hanya mubazir saja,” pungkasnya.

Hingga berita ini naik cetak, belum ada informasi yang diperoleh bahwa apa alasan pihak Kemenag Kabupaten Luwu, sehingga tidak ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan HMPI dan BMN ini. (RD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.