.

.

Rubrik

.

Senin, 12 Desember 2016

Pemkot Palopo Salurkan Dana Kube

Justru Pihak Kelurahan menjadi Sasaran Aksi Protes Anggota Kelompok

Walikota Palopo, HM Judas Amir
PALOPO, Tabloid SAR – Baru-baru ini Walikota Palopo, HM Judas Amir menyerahkan bantuan dana kepada 60 Kelompok Usaha Bersama atau Kube. Masing-masing kelompok, memperoleh bantuan sebesar Rp. 20 juta.

Adapun Penyerahan tersebut, dilaksanakan secara simbolis oleh Walikota HM Judas Amir di Saokotae, Jumat (11/11-2016). “Saya sangat berharap agar bantuan Kube ini tepat sasaran, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha kecil,” begitu Judas Amir menekankan dalam sambutannya saat penyerahan simbolis daba Kube tersebut.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palopo, Baso Najamuddin mengatakan bahwa ada 60 Kube mendapatkan bantuan dana kali ini. "Kami berikan Rp 20 juta kepada setiap kelompok, kebanyakan dari kelompok ini adalah usaha kios dan rumput laut," tuturnya.

Akan tetapi terdapat pula sejumlah warga yang tergabung dalam Kube tersebut, justru disebut-sebut langsung melakukan aksi protes saat dana bantuan pemerintah ini dibagikan pada tingkat kelompok.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu lurah di Kota Palopo ini yang tak ingin disebut namanya. “Saya pusing dengan adanya sejumlah warga saya tergabung dalam kelompok Kube datang komplain, akibat tidak mendapatkan bantuan dana Kube tersebut,” keluhnya kepada Redaksi Tabloid SAR melalui hubungan komunikasi telepon seluler, Selasa malam (15/11-2016).

Lalu ia menjelaskan kepada warganya yang datang melakukan komplain tersebut, bahwa saya ini hanya mengusulkan nama-nama warga yang sudah tercantum dalam kelompok Kube kepada Dinas Sosial selaku leading sektornya.

“Jadi silahkanki datang ke Kantor Dinas Sosial pertanyakan hal ini, karena saya tidak memiliki kewenangan dalam hal teknis pembagian dana Kube” begitu alasan lurah tersebut pada warganya yang tidak mendapat dana Kube.

Lurah yang tak ingin disebutkan namanya ini, menilai pembagian dana Kube belum terverifikasi datanya dengan baik. Alasannya, bahwa ada warganya yang mestinya dibantu usahanya, tapi yang memperoleh justru ada warganya yang tampak berkehidupan cukup layak.

“Itu karena Dinas Sosial tidak dilibatkannya pihak kelurahan dalam melakukan verifikasi data, akibatnya kami di kelurahan menjadi sasaran protes warga,” tuturnya dengan nada agak sedikit kesal.
Nampaknya pula tidak sedikit warga yang tergabung sebagai penerima manfaat bantuan Kube, pun sangat mengeluhkan pembagian dana yang dinilai tidak merata.

Seperti Syamsiar, salah satu anggota Kube yang menyampaikan keluhannya kepada awak media, mengaku hanya mendapatkan Rp 800 ribu. “Saya hanya mendapatkan Rp 800 ribu dari dana yang seharusnya ia terima sebesar Rp 2 juta,” keluhnya.

Menurutnya, jika setiap kelompok mendapatkan Rp 20 juta, untuk satu kelompok terdiri dari 10 orang, seharusnya kalau dana ini dibagi kami mendapatkan Rp 2 juta. “Namun kenapa saya hanya mendapat Rp 800 ribu," tuturnya dengan penuh tanya.

Terkait dengan Hal ini, nampaknya mendapat perhatian serius dari kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah. “Ini mestinya yang dimintai klarifikasi adalah pihak Dinas Sosial Kota Palopo, kenapa tidak ada standarisasi pembagian dana terhadap setiap anggota Kube,"ujar Rahmat K Foxchy.

"Jadi masalah ini, maka kita akan segera surati pihak Dinas Sosial tersebut,” kata Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah tersebut. (Rizal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.