.

.

Saturday, 31 December 2016

Perayaan Natal WNI di Australia Promosikan Toleransi

WNI di Australia yang tergabung dalam Komunitas Bona Pasogit New South Wales, menggelar Natal bersama pada Sabtu (10/12/2016).
Jakarta, Tabloid SAR- Warga Negara Indonesia (WNI) di Australia yang tergabung dalam Komunitas Bona Pasogit New South Wales, menggelar Natal bersama pada Sabtu (10/12/2016).

Dalam Natal tersebut ditekankan pentingnya nilai-nilai toleransi antara umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, demikian keterangan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney.

“Alangkah indahnya hidup rukun, berdampingan penuh kasih antar bangsa dan inter agama,” ujar Pendeta Sahat Simanullang pada ibadah Natal tersebut.

Perayaan Natal yang mengusung tema “Hidup Bersama dalam Harmoni” tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 anggota Keluarga Besar Bona Pasogit New South Wales, termasuk Konsul Jenderal RI di Sydney, Yayan G. H. Mulyana.

Kehadiran Konjen RI di Sydney dalam perayaan Natal yang diselenggarakan komunitas- komunitas WNI di New South Wales merupakan wujud komitmen Pemerintah RI dalam mengayomi dan mendekatkan diri dengan seluruh warga Indonesia di luar negeri.

Selain itu, kehadiran Konjen RI selaku wakil Pemerintah RI dalam perayaan tersebut, juga merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjunjung tinggi dan terus mempromosikan toleransi beragama antar sesama anak bangsa.

“Sebagai wakil Pemerintah RI, saya menyampaikan penghargaan kepada Ketua dan Pengurus Bona Pasogit New South Wales atas dedikasinya untuk terus mendukung pemerintah dalam mempromosikan nilai-nilai luhur, pentingnya hidup toleransi antar umat beragama,” ujar Konsul Pensosbud (Penerangan Sosial Budaya) KJRI Sydney, Hermanus Dimara saat mewakili Konjen RI Sydney membawakan sambutannya.

Konjen RI Yayan G.H. Maulana terpaksa meninggalkan tempat berlangsungnya kegiatan itu, guna menghadiri perayaan Natal yang diselenggarakan oleh komunitas WNI lainnya di tempat terpisah pada saat yang bersamaan di Sydney saat itu.

Nilai-nilai toleransi dan kerukunan beragama mewarnai perayaan Natal tersebut, karena sebagian besar anggota Bona Pasogit yang hadir saat itu merupakan umat non-Kristen. Bahkan, Ketua Bona Pasogit New South Wales, Neny Siregar, yang beragama non-Kristen merupakan sosok yang sangat berperan di balik kegiatan itu. (RD/WM)

No comments:

Post a Comment

.

.