.

.

.

Senin, 12 Desember 2016

Puluhan Siswa Keracunan Es Krim Celup di Kota Palopo,

Penjualnya telah Diamankan oleh Pihak Kepolisian

Sejumlah Pelajar di Kota Palopo sedang dirawat di RSUD Sawerigading, penjualnya langsung diamankan oleh Pihak Polres Palopo.
PALOPO, Tabloid SAR – Kasus keracunan es krim celup, sehingga membuat korban puluhan pelajar di Sumarambu, Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel), nampaknya disikapi dengan cepat oleh pihak Polres Palopo.

Kapolres Palopo, AKBP. Dudung Adijono, S.Ik melalui Kasat Intelnya, AKP H Yusuf mengatakan pihaknya telah menangkap penjual es krim yakni SA (35), warga Jalan Manunggal, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

"Dia berhasil kami amankan sekira pukul 13.00 Wita, Selasa (15/11-2016) berkat adanya kerja sama warga di Lingkungan Lassik, Kelurahan Padang Lambe. Sudah kita diserahkan kepada pihak penyidik untuk diproses lanjut secara hukum," katanya.

Sedangkan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SD Negeri 71 Sumarambu Andri, menuturkan jika siswanya keracunan diduga akibat memakan es krim yang dijajakan oleh pedagang es keliling yang mendatangi sekolah mereka pagi harinya.

"Saya mendapat informasi, puluhan murid kami keracunan setelah memakan es krim celup sekitar pukul 10.00 Wita pada jam istirahat. Setelah beberapa jam, mereka secara serentak mengeluhkan sakit perut, ada yang muntah," ujarnya.

Karena jumlah siswa yang keracunan banyak, pihak sekolah mengantar satu per satu siswa ke Puskesmas Wisata Padang Lambe. "Saya juga sempat panik ketika melihat satu per satu mereka diinfus," katanya.

Beberapa pelajar terlihat sekarat, sehingga membuat pihak Puskesmas memberikan rujukan ke RSUD Sawerigading untuk mendapatkan perawatan intensif. "Data Puskesmas yang saya terima, jumlah murid kami yang sempat dirawat ada 53 orang, banyak yang mendapat rujukan ke rumah sakit dan ada beberapa yang diizinkan pulang," ujar Andri.

Terkait kasus keracunan ini, maka terdapat 81 korban keracunan, pelajar SD diketahui sejumlah 71 murid, pelajar SMP sejumlah 7 siswa, 2 anak TK dan 1 masih balita. Data ini diperoleh dari Puskesmas Wisata Padang Lambe, per-15 November 2016. (Ories)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.