.

.

.

Minggu, 11 Desember 2016

Seorang Walikota di AS Langsung Mengundurkan Diri Setelah Menista Michele Obama

Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama bersama suaminya 
Presiden Barak Obama , dinista oleh Walikota Clay, West Virginia
dan lalu langsung mengundurkan diri sebagai pemegang tampuk
pemerintahan pada salah satu kota kecil di Amerika Serikat tersebut.
BAVERLY WHALING, Tabloid SAR – Jika Gubernur DKI Jakarta Nonaktif, Basuki Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK, kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama. Namun tetap saja tidak mundur dari pencalonannya sebagai patahana di Ibukota Negara Republik Indonesia ini.

Namun sangat berbeda dengan di Amerika Serikat, walaupun seorang walikota telah menista ibu negara super power tersebut, justru langsung mengundurkan diri, setelah postingannya di fecebook lalu dikutip salah satu media terbesar di negeri Paman Sam ini. Padahal penistaan terhadap agama jauh lebih bersifat krusial, ketimbang menista terhadap seorang ibu negara.

Hal tersebut, dialami oleh seorang walikota di kota kecil Clay, West Virginia mengundurkan diri dari jabatannya setelah diketahui menistakan Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama. Clay diketahui mengomentari postingan di Facebook yang bernada rasial, ungkap media AS,  Selasa (15/11-2016) lalu.

Kasus bermula ketika Direktur Clay County Development Corp Pamela Ramsey Taylor memposting pada akun Facebooknya, : "Akan sangat menyenangkan mempunyai Ibu Negara berkelas, cantik, bermartabat di Gedung Putih. Saya sudah bosan melihat kera bersepatu hak," tulisnya di dunia maya setelah Donald Trump menang dalam pemilihan presiden.

Whaling lalu merespon postingan tersebut dengan berkomentar: "Anda membuat saya senang Pam."
Komentar tersebut lalu dihapus dan halaman Facebook kedua wanita itu, lapor The Washington Post mengutip media setempat.

Setelah postingan itu, saluran berita televisi lokal WSAZ mengonfirmasi bahwa Whaling telah mengundurkan diri.

Sementara Staf di Clay County Development Corp mengatakan kepada WSAZ bahwa Taylor telah dikeluarkan dari posisinya.

Selama delapan tahun menjabat sebagai presiden AS, Obama dan keluarganya kerap kali menjadi sasaran penghinaan rasial.

Kehebohan atas komentar rasis dan respons sang wali kota yang tampaknya mengiyakan tersebut menyulut petisi online menuntut dua wanita tersebut dicopot. Petisi di on www.thepetitionsite.com/ telah mengumpulkan 160.000 tanda tangan dari seluruh negeri.

Whaling telah meminta maaf dalam sebuah pernyataan pada Senin melalui The Washington Post dengan menulis: "Komentar saya tak ditujukan untuk rasis sama sekali." (***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.