.

.

Tuesday, 24 January 2017

GMKI Mengapresiasi Sikap Vatikan Terhadap Palestina, Trump Harus Mengikuti Sikap Paus

Dubes Palestina untuk Indonesia Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad (tengah) foto bersama PP GMKI seusai menggelar pertemuan di Kantor Kedubes Palestina di Jakarta, pekan lalu. 

PP GMKI : Konflik Israel - Palestina Bukanlah Konflik Agama Melainkan Persoalan Perdamaian dan Kedaulatan Negara

JAKARTA, Tabloid SAR- Memasuki tahun 2017, masyarakat dunia mendengar kabar baik dari Takhta Suci, dimana pada awal bulan ini, Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina dibuka secara resmi di Vatikan.

Dibukanya Kedubes Palestina secara resmi di Vatikan menunjukkan sikap Paus Fransiskus yang mengakui Negara Palestina dan mendukung kebijakan two state solution sebagai jalan terbaik bagi perdamaian kedua Negara tersebut.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memandang kebijakan Vatikan menunjukkan bahwa konflik Israel-Palestina bukanlah konflik agama melainkan persoalan perdamaian dan kedaulatan Negara, kata Pengurus Pusat (PP) GMKI dalam Pernyataan Sikapnya, tertanggal, 23 Januari 2017,  yang ditandatangani oleh Ketum PP GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat bersama Sekumnya Alan Christian Singkali.

“Oleh karena itu, semua pemimpin negara dunia perlu belajar dari sikap yang dilakukan Paus,” harap PP GMKI.

Semua negara di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS) yang baru melalui proses pergantian kepemimpinan harus tetap berupaya mewujudkan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

“Sebaiknya negara-negara di dunia, termasuk AS tidak membuat kebijakan politik luar negeri yang bertentangan dengan kebijakan solusi dua negara agar tidak memperkeruh proses diplomasi yang sudah berjalan selama ini,” himbau mereka.

PBB dan negara-negara anggota harus dapat memastikan dijalankannya Resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan oleh 15 negara anggota terkait dengan Penghentian Perluasan Pemukiman Israel di tanah Palestina, ujar PP GMKI.

“Resolusi ini penting didukung karena merupakan langkah yang penting untuk mewujudkan tercapainya kebijakan two state solution,” serunya.

Pemerintah Indonesia dengan garis politik luar negerinya seperti yang tertuang di pembukaan UUD 1945, harus terlibat aktif dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina dengan cara damai, pinta PP GMKI.

“GMKI akan mendukung setiap langkah positif pemerintah yang berkaitan dengan persoalan di Palestina. Kemerdekaan dan perdamaian adalah hak setiap bangsa yang harus kita junjung dan perjuangkan. Adalah penting bagi masyarakat dunia untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dengan cara damai,” tegas PP GMKI.

Rakyat Palestina berhak untuk dapat menikmati kemerdekaan dan kedamaian yang hakiki, sehingga pemerintah Palestina dapat fokus memikirkan bagaimana terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Palestina, kunci Sahat dan Alan dalam pernyataan sikap mereka.

Editor : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.