.

.

Rubrik

.

Minggu, 08 Januari 2017

Sejumlah Proyek Pemerintah Jadi Sorotan Publik di Kota Palopo



Alle Rahmat dari Kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah

Kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, Sikapi Proyek Pembangunan di Lingkup IAIN

Postingan Isra Rauffbasyuri di Groub FB Gerbong Palopo
PALOPO, Tabloid SAR – Sejumlah proyek pembangunan di Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel), senantiasa menjadi isu sentral selama ini. Namun hal tersebut, justru sangat terkesan kurang mendapat perhatian serius dari pihak aparat penegak hukum di daerah ini.

Kendati kalangan aktivis kampus (mahasiswa, red) dan aktivis LSM, bahkan setiap saat menggelar aksi demonstrasi, baik itu di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo maupun di Kantor Polres Palopo, menuntut supaya diusut tuntas secara hukum.

Perhatian publikpun tidak hanya diekspresikan melalui aksi-aksi demonstrasi, akan tetapi juga menyampaikan sorotannya pada sejumlah sosial media (Sosmed), salah satunya seperti facebook.

Adapun diantara proyek pemerintah dimaksud yang sedang menjadi sorotan tajam di facebook, antara lain pekerjaan pembangunan Gedung Fakultas, Gedung Perpustaka-an dan Gedung Auditorium. Kesemuanya kegiatan proyek ini adalah berada dalam domain kebijakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Palopo.

Hal tersebut, sebagaimana yang diutarakan oleh “Isra Rauffbasyuri” melalui facebook pribadinya, yang diposting melalui grup facebook,“GERAKAN RAKYAT BONGKAR KORUPSI KOTA PALOPO (GERBONG PALOPO)” pada tanggal 20 Desember 2016 pukul 2:40.

Adapun kicauan Isra Rauffbasyuri yang mendapat tanggapan beragam oleh sejumlah facebooker, melalui grup facebook “Gerbong Palopo” yang dicopy faste secara utuh, jelasnya lihat (boks berita).

Terkait dengan mencuatnya sorotan seperti ni, sehingga membuat Alle Rahmat dari kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah angkat bicara.

“Menyikapi hal ini, maka kami dari Aktivis Pembela Arus bawah sangat memberikan perhatian serius terhadap isu-isu proyek yang diduga bermasalah di IAIN Palopo tersebut,” tuturnya saat dimintai tanggapannya pada Selasa (27/12-2016) di Coffe Icon Palopo.

Menurutnya, saya selaku Tim Investigasi pada kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, tentunya akan segera melakukan check and re-check terhadap kegiatan fisik pada proyek-proyek tersebut.

“Tentunya pula, kami akan meminta penjelasan pada pihak rekanan, PPK dan kuasa pengguna anggaran atas pelaksanaan proyek di IAIN ini,” papar Alle.

Alle lanjut menuturkan, untuk mendapatkan akses informasi dan data yang akurat, kita kan dipayungi dengan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Katanya lagi, jadi itu merupakan payung hukum yang akan digunakan dalam mendapat informasi dan data secara transparan. “Jika mereka menolak, maka patut dicurigai bahwa proyek tersebut bermasalah dan perlu dilaporkan melalui ranah hukum tentang tindak pidana korupsi,” tandas Alle.

Pakoknya, ia manambahkan, hal ini akan menjadi perhatian serius pihak LSM kami. Untuk itu kami sangat berharap dukungan dari semua pihak di Kota Palopo ini, khususnya dari kalangan pemerharti korupsi di daerah ini.

“Jika ada yang punya data, maka jangan pernah ragu memberikan kepada kami, sebab kami sangat memiliki komitmen untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di Kota Palopo ini,” kunci Alle Rahmat.

Adapun informasi tentang dugaan proyek bermasalah pada IAIN Palopo ini, sudah menjadi isu liar di ruang publik. Banyak kalangan perharap agar pihak aparat penegak hukum supaya segera melakukan pengusutan, demi menjawab tuntutan publik tentang sebuah komitmen terhadap program pemberantasan korupsi. (RKF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.