.

.

Thursday, 5 January 2017

Surat Terbuka untuk Bupati dan Inspektorat Kabupaten Luwu

Nomor            : Istimewa/XII/2017
Perihal           : Surat Terbuka untuk Bupati dan Inspektorat Kabupaten Luwu

Kepada Yth,
1)      Bupati Luwu
2)      Inspektorat Kabupaten Luwu
Di_
            B e l o p a.

Salam hormat,
Mengawali surat ini, sebelumnya saya memohon maaf kepada Bapak Bupati Luwu, Ir. Andi Mudzakkar, MH dan Kepala Inspektorat (Inspektur) Kabupaten Luwu, H. Lahmuddin, SH, MH, karena surat ini saya sampaikan secara terbuka. Dan tak lupa pula, saya mengucapkan terima kasih kepada Redaksi Tabloid SAR (Suara Akar Rumput) jika berkenan mempublikasikan surat ini.

Melalui surat ini, saya ingin mengadukan atau melaporkan beberapa hal yang menurut hemat saya, hal itu adalah sebuah bentuk kerancuan dan pelanggaran regulasi atau aturan perundang-undangan yang dilakukan oleh mantan pimpinan saya pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Luwu yang pada waktu itu menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Hutbun Luwu Andi Agus Salim.

Pelanggaran dan kerancuan yang saya maksud antara lain :

1)    Plt. Kepala Dinas Hutbun Andi Agus Salim, yang mengusai Kendaraan Dinas (Randis) sebanyak 4 unit, yakni 1 unit Randis roda empat (mobil Double Cabin) dan 3 unit Randis sepeda motor, masing- masing 1 unit motor Kawasaki KLX, 1 unit motor Trail Mhozart dan 1 unit motor Yamaha Jupiter MX.

2)    Kasubag Program Dishutbun Luwu, Andi Mappabuttu, yang menguasai 2 unit Randis berupa sepeda motor, masing- masing 1 unit motor Zuzuki Shogun SP 125 CC dan 1 unit motor Honda CBR 150 CC.
3)    Staf Polhut Luwu, Iwan Nassa, yang menguasai 2 unit Randis berupa sepeda motor, masing-masing 1 unit motor Kawasaki KLX Long 150 CC dan 1 unit motor Mhozart.

4)    Staf Biasa Dishutbun Luwu, Husin Usuli, yang  menguasai 2 unit Randis berupa sepeda motor, masing- masing 1 unit motor Zuzuki Shogun SP 125 CC dan 1 unit motor Kawasaki KLX 150 CC.

Berdasarkan uraian di atas saya pribadi menilai, hal itu rancu dan melanggar aturan, karena :
-       Pertama : satu orang pegawai menguasai lebih dari 1 unit Randis, padahal idealnya satu orang pegawai menguasai 1 unit Randis agar pegawai lainnya yang belum memiliki kendaraan pribadi dapat menggunakan Randis tersebut untuk menunjang kinerjanya sebagai seorang abdi Negara.

-       Kedua : dapat dipastikan jika seorang pegawai menguasai lebih dari 1 unit Randis, maka sangat berpotensi Randis tersebut disalah gunakan, karena bisa jadi Randis itu digunakan oleh keluarga oknum pegawai tersebut diluar daripada peruntukannya.

Kendati Randis itu, tidak digunakan oleh keluarga pegawai tersebut, paling tidak Randis itu, mubasir karena tidak digunakan sebagaimana mestinya.  

-       Ketiga : berhubung karena Dishutbun Luwu akan dilikuidasi atau dimerger dengan instansi lain terhitung mulai 1 Januari 2017 mendatang, yang mana Bidang Kehutanan ditarik ke provinsi bergabung dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, sedangkan Bidang Perkebunan dimerger atau digabung dengan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu.

Maka secara otomatis diantara pegawai Dishutbun Luwu, ada yang akan pinda tugas ke Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, sementara mereka menguasai Randis yang nota bene merupakan aset daerah Kabupaten Luwu.

Mengingat, hal- hal tersebut diatas maka saya meminta dengan hormat kepada  Bupati Luwu dan Inspektorat Kabupaten Luwu untuk menindak lanjuti isi surat ini, yang mana saya menilai banyak kerancuan dan pelanggaran dalam penguasaan sejumlah Randis milik Dishutbun Luwu.

Demikian surat ini, atas segala perhatian dan kerjasamanya tak lupa saya ucapkan terima kasih.

Belopa, 30 Desember 2016

Hormat saya,

ttd,

MANTAN PEGAWAI
DISHUTBUN KABUPATEN LUWU

*) Catatan dari Redaksi : Identitas pengirim diminta untuk dirahasiakan oleh Redaksi Tabloid SAR


No comments:

Post a Comment

.

.