.

.

Saturday, 7 January 2017

Warga Sinaji Minta Agar Proyek Pengairan Sistem Pipanisasi di Desanya Dibongkar



Proyek pengairan sistem pipanisasi di Desa Sinaji, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu  tidak berfungsi yang diduga  kuat menyalahi bestek.

Warga Berharap LSM Supaya Mau Melaporkannya pada Aparat Penegak Hukum

LUWU, Tabloid SAR – Maksud Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu untuk menganggarkan proyek pengairan sistem pipanisasi di Desa Sinaji, supaya dapat difungsikan untuk memperlancar distribusi air irigasi persawahan warga setempat.  Selain, untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat di desa paling tertinggi di Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem) Kabupaten Luwu, Sulsel ini.

Namun anggaran yang digelontorkan Pemkab Luwu melalui APBD 2016 kurang lebih sebesar Rp. 1 milliar itu, oleh warga Desa Sinaji, menganggapnya bahwa proyek irigasi tersebut  justru tidak memberikan manfaat apa-apa.

“Kami sangat berharap dengan dibangunnya pengairan ini secara permanen yang  menggunakan sistem pemipaan, petani di sini saat turun sawah sudah tidak terkendala lagi dengan air, namun justru sebaliknya. Air malah tidak bisa mengalir kesawah kami dengan irigasi tersebut. Lebih berguna pengairan darurat sebelumnya ketimbang irigasi dengan sistem pemipaan yang baru selesai dibangun itu,” tutur sejumlah warga Desa Sinaji kepada Kontributor Tabloid SAR beberapa waktu lalu.

 
Salah satu pemasangan pipa irigasi yang tidak berfungsi dan diduga tidak sesuai dengan bestek

Menurut warga desa tersebut, mereka justru sangat dirugikan atas dibangunnya proyek irigasi itu, sebab tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kami ingin melaporkan kasus ini kepada Bapak Bupati Luwu, kami juga mengharapkan pada para LSM supaya mau melaporkannya pada aparat penegak hukum,” ujar warga dengan nada kesal.

Warga juga berharap agar pihak wartawan dan LSM dapat melihat langsung hasil kegiatan proyek yang bermasalah itu.

“Datang miki saja ke desa kami di Sinaji, kita lihat langsung hasil pekerjaan kontraktor yang mengerjakan proyek itu, supaya tidak terkesan fitnah, jika kami bercerita,” tutur warga dengan rada mengajak untuk meninjau langsung proyek tersebut.

Adapun rasa kekesalan masyarakat Desa Sinaji tersebut, kemudian mereka tuangkan dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas PSDA (sekarang, Dinas PU) pertanggal 27 Desember 2016, sebagaimana yang ditandatangani oleh Marthen P atas nama masyarakat Desa Sinaji.

Kata Marthen dalam suratnya yang hanya ditulis tangan tersebut, bahwa pekerjaan pengairan di Desa Sinaji tahun 2016 telah selesai dikerjakan, namun sangat disayangkan karena kami petani berharap air mengalir tapi ternyata tidak. “Sementara kami kami sudah mau turun sawah,” tuturnya.

Menurutnya, air lebih banyak mengalir sewaktu masih menggunakan irigasi darurat ketimbang setelah dikerjakan dengan menggunakan sistem pipanisasi.

“Jadi ini yang menjadi masalah bagi kami selaku petani saat mau turun sawah, sebab sebelum pengaiaran ini dikerjakan air justru lancar. Maka tidak ada gunanya pengairan ini dibangun,” tandas Marthen.

Harapan Marthen, agar pembangunan pengairan dengan sistem pipanisasi ini, sebaiknya dibongkar saja.

“Jadi bagimana kami bisa turun sawah, jika air sudah tidak lagi mengalir atas dibangunnya pengairan ini,” kunci Marthen dalam surat yang ditandatangani Marthen P ini, cofyannya diterima Redaksi Tabloid SAR, pada Rabu (04/01/2017) dan turut pula ditandatangani oleh masyarakat Desa Sinaji sejumlah 24 orang. (Herman/WM)

No comments:

Post a Comment

.

.