.

.

Wednesday, 1 February 2017

Kades Pompengan Tengah Bangun Sejumlah Infrastruktur Desanya dengan Dana Desa

Kades Pompengan Tengah, Rustan, S.AP
WALMAS, Tabloid SAR- Dengan tekad dan niat baik untuk membangun desa, demi kesejatraan masyarakat adalah sebuah modal utama dalam menjalankan amanah sebagai ujung tombak pemerintah pada tingkat desa.

Meski Dana Desa dari pemerintah pusat dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah kabupaten masih sangat terbatas.

Namun dengan pengelolaan anggaran secara profesional dan transparan, serta mengedepankan program skala prioritas berdasarakan kebutuhan. Maka pembangunan dan roda pemerintahan pada tingkat desa dapat berjalan dengan baik.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Pompengan Tengah, Rustan saat ditemui awak media ini di kantornya yang berada di Desa Pompengan Tengah, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (31/01/2017) siang.

Menurutnya, tahun 2016 lalu Desa Pompengan Tengah cuma mendapat dana desa sekitar Rp 600 juta dan ADD sebesar Rp 300 jutaan, meski anggaran tersebut masih sangat jauh dari apa yang diharapkan, namun dirinya berusaha semaksimal mungkin  untuk menjalankan roda pemerintahan dan membangun desanya.

“Dengan menggunakan dana desa yang masih tergolong minim itu, tahun 2016 kemarin, kami membangun sejumlah infrastruktur di desa kami, yakni draenase sepanjang 444 meter di Dusun Kala-Kala yang menelan anggaran sekitar Rp 180 juta, plat dekker (dukker- red) 2 unit di Dusun Kala-Kala dengan biaya Rp 37 juta, talut sepanjang 449 meter di Dusun Kala-Kala Selatan menggunakan anggaran Rp 289 juta dan pengkrikilan jalan tani sepanjang 1.150 meter dengan anggaran Rp 104 juta,” sebut Rustan.

Selain itu, Rustan juga membeli kendaraan dinas berupa sepeda motor 1 unit seharga Rp 16 juta dan melanjutkan pembangunan kantornya secara bertahap dengan menggunakan ADD sebesar Rp 30 juta.

“Kalau pengadaan motor dinas dan pembangunan fisik kantor, kami menggunakan ADD karena menurut petunjuk teknis (Jutnis) nya tidak boleh menggunakan Dana Desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa karena minimnya ADD maka pembangunan kantor Desa Pompengan Tengah harus dilakukan secara bertahap, mulai pada tahun 2015 lalu.

“Tahun 2015 lalu dianggarkan pembangunan kontruksinya, pada 2016 kami lanjutkan dengan finishing bagian luarnya, dan tahun ini kami akan menganggarkan finishing bagian dalamnya, termasuk memasang pengaman jendela kantor, sekalian flapon jika dananya memungkinkan,” kata Rustan.

Rustam menyebutkan, bahwa ADD juga digunakan untuk operasional dan biaya rutin seperti pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan tunjangan aparatnya, termasuk tunjangan anggota dan pimpinan BPD, terangnya.

Sementara, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Pompengan Tengah berdasarkan musyawarah desa (Musdes) tahun 2017 diprogramkan antaralain pengerukan saluran pembuangan di Dusun Samarinda sepanjang 2 Km, pembangunan draenase 1.500 meter di Dusun Samarinda, learning irigasi teknis, penimbunan bahu jalan di Dusun Kala-Kala dan Kala-Kala Selatan sepanjang 1.500 meter.

“Berdasarkan hasil musyawarah desa, kami telah menyusun RKP Desa Pompengan Tengah, dengan sejumlah program pada tahun ini. Kita berharap semua program-program tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Desa Pompengan Tengah terdiri dari 4 dusun, yakni Dusun Samarinda Samarinda, Samarinda Utara, Kala-Kala dan Dusun Kala-Kala Selatan, dengan penduduk 1.807 jiwa dari 225  kepala keluarga.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.