.

.

Tuesday, 14 February 2017

Musrenbang Kecamatan Malangke Barat Dihadiri Para Kepala SKPD dan Anggota DPRD Lutra

Dari kanan kekiri : Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lutra Marwah, Camat Malbar Zulpiadi, SH, Kepala Bappeda Lutra Ir. Rusdi Razyid, Anggota DPRD Lutra Amir Mahmud, anggota Polsek Malbar Bripka Ipul

LUTRA, Tabloid SAR- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Malangke Barat (Malbar), Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan,  Senin (13/2/2017) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita dibuka secara resmi oleh Camat Malbar Zulpiadi.

Musrenbang itu, selain dihadiri utusan atau delegasi masing-masing desa sebanyak 7 orang bersama para Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Malbar, juga dihadiri para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutra, Anggota DPRD Lutra, anggota Polsek Malbar yang mewakili Kapolsek Malbar, para Kepala Sekolah (Kepsek) se Kecamatan Malbar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) di Kecamatan Malbar, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama.

Dalam kegiatan tersebut Camat Malbar Zulpiadi mengatakan bahwa usulan-usulan dari Musrenbang tingkat desa dan kecamatan tidak boleh terlepas dari komunikasi politik, sehingga usulan itu, nantinya dapat dikawal oleh Anggota DPRD Lutra saat pembahasan di DPRD nantinya.

“Semua usulan Musrenbang, baik pada tingkat desa maupun kecamatan, membutuhkan komunikasi politik dengan para pemangku kebijakan, termasuk dengan para wakil rakyat di DPRD Lutra, sehingga apa yang diusulkan dapat dikawal, serta ditindak lanjuti saat dibahas di DPRD,” kata Zulpiadi.

Selain itu, Zulpiadi juga menyampaikan harapannya agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lutra dan stakeholder terkait dapat melanjutkan pengaspalan dan rabat beton pada sejumlah ruas jalan di Kecamatan Malbar.

Ia juga berharap agar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lutra bisa menjadikan sektor perikanan di Malbar untuk dijadikan sektor unggulan atau skala prioritas agar pada sektor tersebut sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menopang kehidupan masyarakat Malbar.

Sementara, Amir Mahmud dari Fraksi Golkar DPRD Lutra asal Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Lutra yang meliputi wilayah Kecamatan Malangke dan Malbar, mengapresiasi para Kepala SKPD lingkup Pemkab Lutra yang hadir dalam Musrenbang tersebut.

“Kita patut bersyukur karena saat ini, hadir di tengah-tengah kita para Kepala SKPD, hal demikian jarang terjadi ketika Musrenbang berlangsung pada tingkat kecamatan. Pasalnya sejak saya terpilih menjadi Anggota DPRD Lutra yang sudah hampir 7 tahun, baru kali ini saya melihat puluhan Kepala SKPD hadiri Musrenbang, apa lagi Kepala Bappeda Lutra yang umumnya selalu diwakili anggotanya,” ujar Amir.

Dalam forum ini, Amir juga mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Bappeda Lutra dan dinas terkait, karena pada pembahasan APBD Pokok 2017 lalu, tidak ada satu jengkalpun usulan pengaspalan jalan maupun rabat beton di Kecamatan Malbar, termasuk pengaspalan jalan penghubung antara Desa Cenning dengan Desa Salulemo di Malbar.

“Saya merasa sangat kecewa dan kesal kepada rekan-rekan di Bappeda dan stakeholder terkait, karena dalam pembahasan APBD Pokok 2017 lalu, sama sekali tidak mengusulkan pengaspalan jalan maupun rabat beton untuk Kecamatan Malbar, terutama pengaspalan jalan yang menghubungkan Desa Cenning dengan Desa Salulemo, padahal visi misi Bupati Lutra salah satunya adalah pemerataan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ketus Amir.

Melalui kesempatan itu pula, Amir meminta Kepala Bappeda Lutra Rusdi Rasyid agar kedepannya dapat memprioritaskan, lanjutan pengaspalan sejumlah ruas jalan di Malbar yang sudah dikerjakan beberapa tahun lalu namun sempat terputus.

Menanggapi statemen politisi Golkat itu, Kepala Bappeda Lutra Rusdi Rasyid mengatakan bahwa Musrenbang 2018 temanya sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan akselerasi pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan, serta penguatan kualitas manusia dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Lutra.

Menurut Rusdi di daerah pesisir, seperti di Kecamatan Malbar, memang diprioritaskan pembangunan jalan rabat beton karena tekstur tanah di daerah pesisir secara umum adalah tanah labil dan hanya cocok dengan kontruksi jalan rabat beton, jelasnya.

Rusdi  juga menyebutkan bahwa Musrenbang adalah salah satu pola pendekatan pemerataan pembangunan dan ada empat pendekatan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang digunakan selama ini, yakni pendekatan politik, pendekatan teknobati, pendekatan partisipasi dan pendekatan top down.

“Artinya dari keempat pendekatan tersebut, semua yang kita rencanakan harus seiring dan konek (nyambung/terhubung- red) dengan pemerintah, supaya tidak terjadi tumpang tindih antara suatu kegiatan,” terangnya.

Pembahasan perencanaan pembangunan dalam Musrenbang tersebut, dibagi menjadi dua komisi, yakni Komisi Satu membahas bidang pembangunan masyarakat dan Komisi Dua membahas bidang ekonomi, sumber daya alam dan infrastruktur.

Adapun usulan-usulan dari dua komisi itu, sebagian besar mengusulkan pembuatan pagar sekolah, pengadaan KWH listik PLN, bedah rumah, pengadaan kapal motor ambulance desa, rehab Pustu, pembuatan talut dan drainase, pembuatan jalan tani, pengaspalan dan rabat beton, pengadaan bibit tanaman kakao, padi, jeruk ziam dan jagung, pengadaan travo listrik PLN, pembuatan jembatan gantung ukuran 2 x 70 meter, dan jembatan beton.

Untuk diketahui, Musrembang Kecamatan Malbar kali ini, dihadiri oleh dua orang Anggota DPRD Lutra asal Dapil 2 (Kecamatan Malangke dan Malbar- red) yakni Amir Mahmud dari Fraksi Golkar dan H. Rusli dari Fraksi Demokrat.

Penulis   : Dedhy
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.